Ketiganya diduga telah melakukan pemerasan kepada Umarudin (54) seorang PNS di Kantor Kecamatan Margadana Kota Tegal, dengan mengaku sebagai petugas Tim Saber Pungli Nasional.
Penuturan korban, kejadian bermula saat dia bertugas seperti biasa di Kantor Kecamatan Margadana, Jumat 26 Januari lalu. Tiba-tiba ketiga pelaku yang mengaku sebagai tim saber pungli menghampirinya dan mengatakan kalau di kantor, korban dalam pelayanan sudah melakukan pungli.
"Saat itu, mereka mengatakan kalau saya telah melakukan pungutan liar. Padahal saya tidak melakukannya," katanya.
Untuk menakut-nakuti, salah satu pelaku dengan menggunakan baju ber-emblem logo pers, layaknya wartawan mencoba mewancarai dengan salah satu perangkat hp dan kamera untuk memfoto korbannya.
Salah seorang pelaku meminta korban menyerahkan uang Rp 10 juta jika tidak ingin perkara itu dilaporkan ke atasannya. Korban bernegosiasi dan menyanggupi Rp 5 juta, separuh dari yang mereka minta.
“Negosiasi tersebut terpaksa dilakukan karena korban (Umarudin) tidak ingin ada keributan,” ujar Wakapolres Tegal Kota Kompol Pri Haryadi,SH seperti dalam pers relesenya, Minggu (4/2/2018).
Para pelaku pergi setelah pemerasan berhasil. Selanjutnya, korban Umarudin hari Seninnya tanggal 29 Januari melapor ke Kepolisan Polsek Margadana perihal pemerasan yang terjadi pada dirinya. Atas dasar laporan tersebut, pihak kepolisian yang sudah mengantongi beberapa ciri pelaku pun melakukan penangkapan.
Kapolres Tegal Kota AKBP Jon Wesly Arianto melalui Wakapolresta Kompol Pri Haryadi membenarkan adanya penangkapan itu. Ketiganta ditangkap saat berada di wilayah Kabupaten Brebes.
"Ketiganya langsung kita amankan dengan barang bukti uang tunai. Nantinya akan kita proses dab kita kenakan pasal Pemerasan sebagaimana yang diatur dalam pasal 368 KUHP," jelasnya
Editor : bk01 | Sumber : radartegal.com - beritajowo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar