Tampilkan postingan dengan label WISATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WISATA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Desember 2017

Romantisme Pagi Sambil Jajal Nyali di Bukit Hud

Menguji adrenalin dengan janji romantis di Bukit Hud, Kebumen. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Libur akhir tahun menjadi berkah bagi pengelola wisata di berbagai daerah. Salah satunya, Bukit Hud di Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Bukit Hud menyajikan landview yang unik nan spektakuler, dan barangkali menjadi satu di antara sedikit objek wisata yang menggabungkan dua view yang kontras. Alam perbukitan yang berlomba menyentuh awan berpadu dengan luasnya samudera.

Dari bukit ini, wisatawan dapat melihat luasnya Samudera Hindia tanpa penghalang. Angin yang bertiup dari tengah samudera menyegarkan tubuh. Apalagi, jika dinikmati dengan kelapa muda sembari menikmati birunya laut dan ombak-mbak yang bekejaran.

Tak aneh jika belakangan Bukit Hud menjadi destinasi yang ramai didatangi pelancong, apalagi di libur akhir tahun 2017 ini. Musababnya, bukit ini menjanjikan kisah romantis sekaligus menguji adrenalin lewat salah satu spot untuk berfoto ria.

Spot ini menjanjikan latar swafoto spektakuler. Saking spektakulernya, beberapa pasangan memilih untuk tak berdiri lantaran deru angin di ketinggian menciutkan nyali.

Pelancong ditantang berswafoto di ketinggian gardu pandang berbentuk kupu-kupu di tebing karang Bukit Hud yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Angin deras dipadu ketinggian tebing dari dasar pantai menciptakan suasana mencekam tapi romantis bagi sejoli yang tengah memadu kasih. Tak aneh jika pada peak season libur akhir tahun ini, kunjungan turis ke Bukit Hud meningkat 500 persen.

Berkat Swafoto Warganet

Popularitas Bukit Hud terangkat dengan maraknya foto-foto nan romantis yang diunggah warganet di dunia maya. Tentu, oleh sepasang kekasih yang telah menguji ketinggian Bukit Hud.

Biasanya, objek wisata yang terhitung baru ini hanya dikunjungi oleh sekitar 100 orang pada hari-hari biasa. Namun kini, objek wisata itu dikunjungi oleh lebih dari 500 orang per hari.

"Dibandingkan dengan hari-hari biasa memang ada kenaikan yang drastis pengunjung selama libur Natal," kata Aminasir, Ketua Pengelola Objek Wisata Bukit Hud, Rabu, 27 Desember 2017.

Anasir memperkirakan, kunjungan wisatawan akan terus naik hingga memasuki masa puncaknya pada tahun baru, 1 Januari 2018 mendatang.

Bahkan, jumlah kunjungan akhir 2017 ini lebih tinggi dibanding kunjungan wisatawan pada momentum Natal 2016 lalu. Hal itu bisa dimengerti lantaran Bukit Hud saat itu belum sepopuler saat ini.

Meski terjadi lonjakan yang signifikan, pengelola Bukit Hud tak menaikkan harga tiket di libur akhir tahun ini. Harga tiket masuk ke Bukit Hud dipatok normal, yakni Rp 5.000 per orang ditambah Rp 2.000 untuk ongkos parkir kendaraan.

Menjajal Camping Ground Bukit Hud

Libur akhir tahun ini juga dimanfaatkan pengelola wisata Bukit Hud untuk mengenalkan fasilitas baru yang bakal menjadi daya tarik anyar bagi wisatawan yang disebut Gerbang Cinta.

Kali ini, pengelola ingin menyajikan latar swafoto berlatar pegunungan dan pedesaan. Latar swafoto itu tentu beda dengan beberapa tempat swafoto lain di Bukit Hud yang berlatar lautan lepas.

Anasir menerangkan, Bukit Hud juga memiliki camping ground atau perkemahan yang biasa dimanfaatkan turis untuk berakhir pekan. Pengunjung bisa membawa tenda sendiri mapun menyewa dari pengelola.

"Objek wisata ini buka 24 jam, karena biasanya ada yang camp juga di bukit ini," Anasir menerangkan.

Di malam hari, turis bisa menyalakan api unggun dan membakar ikan laut, atau hanya sekadar menikmati jagung bakar di sejumlah gardu pandang yang ada di Bukit Hud, sembari menikmati pemandangan malam laut.

Lampu petromaks nelayan berkerlap-kerlip di kejauhan, timbul tenggelam di antara ombak-ombak Samudera Hindia.


| Sumber : Liputan6.com

1000 Lampion Apung akan Mewarnai Malam Tahun Baru 2018 di Kedungdowo





KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Malam pergantian tahun di berbagai tempat selalu dirayakan dengan beragam kegiatan yang asik, menghibur dan terkadang unik. Seperti yang akan digelar di Kedungdowo Adventure Park, Poncowarno. Di malam pergantian tahun 2017 menuju tahun 2018 nanti, Muspika Kecamatan Poncowarno bekerjasama dengan Pemerintah Desa se-Kecamatan Poncowarno dan Karangtaruna Kecamatan Poncowarno akan menggelar Gebyar 1000 Lampion Apung Poncowarno Tahun 2017 di Kedungdowo Adventure Park, Minggu 31 desember 2017.

Acara ini diharapkan bisa menjadi ajang promosi potensi wisata yang ada di Kecamatan Poncowarno yang sebenarnya begitu melimpah.

Camat Poncowarno Budiono mengatakan, “ Gebyar 1000 Lampion Apung Poncowarno Tahun 2017 diselenggarakan dengan tujuan untuk memunculkan icon bahwa kalau ada acara Gebyar Lampion Apung adanya di Poncowarno, mengingat bahwa acara seperti ini belum ada yang melaksanakan khususnya di Kebumen”.

Setelah itu diharapkan acara ini juga akhirnya dapat mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan di kecamatan Poncowarno pada umumnya dan di desa Kedungdowo pada khususnya yang saat ini merupakan desa pionir dalam upaya pengembangan Kawasan Ekoagrowisata di Kecamatan Poncowarno.




Koordinator kegiatan Gebyar 1000 Lampion Apung Poncowarno Tahun 2017 Wagio mengatakan pada acara nanti setidaknya akan ada 1000 lampion terapung di Sungai Wisata Kedungdowo Adventure Park. Lampion-lampion yang akan diapungkan nantinya dibuat oleh pemuda anggota karangtaruna di kecamatan poncowarno. Dari sebelas desa yang ada di Kecamatan Poncowarno, setiap Karangtaruna desa membuat 100 lampion untuk dikumpulkan oleh panitia, ada yang dibuat di masing-masing desa, ada juga yang dibuat bersama serempak beberapa desa yang dipusatkan pembuatannya di Aula Wisata Kedungdowo Adventure Park.

Selain lampion apung, akan ada beberapa pertunjukan seni budaya tradisional lokal Kecamatan Poncowarno seperti Pertunjukan Kuda Kepang dan Kesenian Tayub. Acaraini juga akan dimeriahkan dengan adanya pertunjukan organ tunggal serta stand kuliner produk lokal Kecamatan Poncowarno, tambah Wagio.

Salah satu yang menarik dari acara ini nantinya yaitu pengunjung dapat ikut melepas lampion di sungai, juga dapat berfoto di booth yang sudah disediakan penyelenggara, ataupun dapat berfoto bebas dengan pemandangan lampion apung yang khas dan langka tentunya. Untuk mengikuti acara ini tidak dipungut biaya untuk tiket, acara ini gratis untuk siapa saja dan dari mana saja, jelas wakil koordinator kegiatan Misdal yang juga merupakan Ketua Karangtaruna Kecamatan Poncowarno.


Reporter : Humas Panitia/Adi S.I. | Editor : bk01 | 

Selasa, 26 Desember 2017

Pabrik Rokok Sintren dengan Historicalnya menjadi sebuah Wisata Heritage

Pabrik Rokok Sintren dengan Historicalnya menjadi sebuah Wisata Heritage
Pabrik Rokok Sintren tampak dari luar. (Photo: Yogi Permana)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Berdiri pada tahun 1950 di Gombong, oleh Bapak Agus Sugianto. Seorang pengusaha berpranakan Tionghoa, yang kini sudah diwariskan pada anaknya.

Beliau mendirikan Pabrik Rokok Sintren, yang meproduksi rokok-rokok siong. Asal kita tau, bahwa rokok siong merupakan rokok kelembak menyan, dikarenakan bahan bakunya berupa kelembak dan menyan yang kemudian dilinting dengan menggunakan kertas (Papir).

Pabrik Rokok Sintren Gombong mengalami masa jayanya pada tahun 1970 s.d 1980. Saat itu pabrik ini mempekerjakan karyawan sekitar 1200 orang. Dan pasarnya menyebar sampai ke luar jawa. Namun, dengan perkembangan zaman yang semakin maju, dan rokokpun semakin berubah menjadi era-nya rokok kretek dan sekarang ditambah dengan rokok elektrik (vapor), prosuksinya menurun. Sekarang karyawannya tidak lebih dari 100 orang.

Pada tahun 1987 pak Edi Hendrawanto lulus kuliah di Fakultas Ekonomi Untar Jakarta, setahun kemudian beliau diamanati untuk memegang kendali Pabrik Rokok Sintren Gombong. Selama kurang lebih 2 tahun, Pak Edi di-training oleh ayahnya, Pak Agus Sugiyanto. Baru setelah 2 tahun itu, beliau dilepas untuk benar-benar memegang kendali Pabrik Rokok Sintren.

BACA SELENGKAPNYA....


http://www.atmosferku.com/2017/12/masih-eksisnya-pabrik-rokok-sintren.html


Reporter : Yogi Permana | Editor : -| Sumber : www.atmosferku.com

Kamis, 30 November 2017

Jangan Lupa, Besok Pagi Ada Festival Kampung Happy





(www.beritakebumen.info) - Yuk ikuti kemeriahan Festival Kampung Happy di Brujul Adventure Park, Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, Sabtu tanggal 2 Desember 2017 mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB.

Dimeriahkan oleh Yoda Idol, Cingire Band serta Finalis Mas dan Mbak Kebumen loh.

Ada acara:
*Lomba lomba tradisional
*Sarasehan
*Konvoi budaya keliling Peniron bersama Yoda, Cingire, Mas dan Mbak Kebumen, komunitas motor Kebumen, dll.
*Peresmian Agrowisata kebun kelengkeng Cinde Peniron
*Jumpa fans Yoda Idol, Cingire dan Finalis Mas dan Mbak Kebumen di Brujul Adventure Park Pukul 14.00 WIB.
*Pentas tari Dangsak, Janeng, Hadroh
*Pentas seni bareng Yoda


Ayuk, ajah ngasi ketinggalan. Heppi Heppi di Festifal Kampung Happy..





Kamis, 26 Oktober 2017

Suka Wisata Pantai? Coba Liburan ke Kebumen

Pemancing lokal tengah memancing ikan di Pantai Petanahan yang terletak di Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Senin (16/10/2017). Pantai Petanahan adalah salah satu obyek wisata pantai di Kebumen yang biasa dikunjungi wisatawan.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Azam Fathoni mengatakan wisatawan yang berkunjung ke Kebumen menyukai wisata pantai. Ketertarikan tersebut didasari oleh letak geografis dan keindahan pantai-pantai di Kabupaten Kebumen.

"Jadi kalau kita petakan untuk wisatawan ini kebanyakan ke pantai. Ke gua juga ada, tapi yang lebih banyak ke pantai," kata Azam kepada KompasTravel di Gombong, Kebumen, beberapa waktu lalu.

Azam mengatakan Kebumen memiliki bentang pantai sepanjang 57,8 kilometer di sisi selatan kabupaten. Ia mengatakan obyek wisata pantai memiliki ciri khas yang beragam.

Wisatawan berada di Pantai Menganti yang terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (18/10/2017). Pantai Menganti adalah salah satu obyek wisata pantai di Kebumen yang biasa dikunjungi wisatawan.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)




"Dari panjang pantai 57,8 kilometer ini ada berbagai macam pantai yang tidak sama. Pantai Petanahan punya keindahan sendiri. Jadi semua pantai punya keindahan sendiri," jelasnya.

Menurutnya, ciri khas yang ada seperti di Pantai Petanahan yang memiliki hutan cemara di pinggir pantai. Azam menyebut pantai tersebut sering digunakan untuk pemotretan pranikah.

Namun, Azam tak memaparkan lebih lanjut tentang data kunjungan wisatawan ke Kebumen. Ia mengaku masih kesulitan mendapatkan data kunjungan wisatawan ke obyek-obyek wisata di Kebumen.

Adapun pantai-pantai yang ada di Kebumen seperti Pantai Menganti, Pantai Ayah, Pantai Karang Bolong, Pantai Suwuk, Pantai Petanahan, Pantai Lampon, Pantai Bopong, Pantai Gebyuran, Pantai Surumanis, Pantai Karang Agung, Pantai Pecaron, Pantai Lembupurwo, Pantai Bopong, beberapa pantai lainnya.

Pantai Menganti misalnya, memiliki karakteristik pantai yang berbeda dengan Pantai Suwuk dan Petanahan. Pantai Menganti memiliki daya tarik area perbukitan dan pasir putih.
Bentangan bukit di Pantai Menganti yang terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (18/10/2017). Pantai Menganti adalah salah satu obyek wisata pantai di Kebumen yang biasa dikunjungi wisatawan.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)

Adapun pantai-pantai yang ada di Kebumen seperti Pantai Menganti, Pantai Ayah, Pantai Karang Bolong, Pantai Suwuk, Pantai Petanahan, Pantai Lampon, Pantai Bopong, Pantai Gebyuran, Pantai Surumanis, Pantai Karang Agung, Pantai Pecaron, Pantai Lembupurwo, Pantai Bopong, beberapa pantai lainnya.

Pantai Menganti misalnya, memiliki karakteristik pantai yang berbeda dengan Pantai Suwuk dan Petanahan. Pantai Menganti memiliki daya tarik area perbukitan dan pasir putih.

Sumber: Kompas.com




Yuk, Ikuti Lomba Krenova 2018

KEBUMEN ( www.beritakebumen.info ) - Bappeda Kabupaten Kebumen kembali mengadakan lomba kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) tahun...