Tampilkan postingan dengan label Kebumen Ekspres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebumen Ekspres. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Januari 2018

Bupati Kebumen Tak Jadi Mundur

Bupati Kebumen Terima Kunjungan Pengusaha Jepang, Minggu (28/1/2018). (Foto: Facebook/Yazid.Mahfudz)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, mengurungkan niatnya yang ingin mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bupati, karena ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan Yahya Fuad, telah aktif kembali menjalankan tugasnya sebagai bupati sejak Minggu (28/1).

Pada Minggu pagi, Yahya Fuad, menerima tiga investor dari Jepang yang menjajaki kerjasama di bidang perikanan di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Kemudian pada Senin (29/1/2018), pemilik PT Tradha Group ini, mengikuti tiga agenda.

Yakni pada pukul 04.15 WIB mengikuti agenda Safari Subuh di Masjid Agung Kebumen, pukul 10.00 WIB menghadiri acara Pembayaran PBB 2018 Satu Hari Lunas Non Tunai di Balai Desa Ranterejo, Kecamatan Klirong. Kemudian pukul 13.00 WIB, bupati menyerahkan sertifikat tanah hak milik warga Eksodan di Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong.

Orang nomor satu di Kabupaten Kebumen ini nampak lebih tegar dan mulai terbuka dengan awak media setelah sepekan menenangkan diri. Kepada wartawan, Yahya Fuad, mengungkapkan dirinya akan menyelesaikan berbagai persoalan krusial sebelum mundur dari jabatannya. Diantaranya, terkait dengan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan kawasan industri.




"Saya pribadi ingin secepat mungkin (mundur). Tapi saya tidak ingin egois, ada proses yang harus saya selesaikan jangan sampai ada kesan saya tidak amanah dan tidak bertanggungjawab karena ditinggal begitu saja," tegas Yahya Fuad, usai menghadiri acara Pembayaran PBB 2018 Satu Hari Lunas Non Tunai di Balai Desa Ranterejo, Kecamatan Klirong, Senin (29/1) siang.

Bupati berharap, dirinya segera dapat menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut, sehingga dia bisa mengakhiri tugasnya sebagai bupati dengan lebih tenang. "Ada beberapa hal yang perlu pengawalan. Sehingga nantinya siapapun yang meneruskan (sebagai bupati) akan lebih siap. Jangan sampai ada kesan saya meninggalkan begitu saja. Tidak harus sampai selesai total, tetapi harus sampai siap ditinggalkan," ungkapnya.
Seperti diberitakan, KPK menetapkan tersangka Yahya Fuad karena yang bersangkutan menerima suap dan gratifikasi. Selain Fuad, KPK juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka. Mereka adalah Hojin Anshori dari pihak swasta dan Komisaris PT KAK Khayub Muhammad Lutfi.

Menurut KPK, Fuad bersama-sama Hojin menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 2,3 miliar. Suap tersebut terkait proyek pengadaan barang dan jasa yang anggarannya diperoleh dari APBD Kabupaten Kebumen.

Hojin sebelumnya merupakan anggota tim sukses saat Fuad mencalonkan diri sebagai bupati. Hojin diduga bertugas menerima dan mengelola fee yang diterima Fuad.
Adapun Khayub diduga sebagai salah satu pemberi suap dan gratifikasi kepada Fuad. (ori)


Sumber : Kebumen Ekspres

Rabu, 01 November 2017

Truk Tabrak Warung Nasi, Muatan Gula Pasir Berhamburan

Warung nasi hancur diseruduk truk bermuatan pasir. (Foto: Bagus Pribadi/GrupBK)




SRUWENG (www.beritakebumen.info) - Sebuah truk tronton bermuatan gula pasir menabrak sebuah warung nasi di Jalan Nasional, tepatnya di Simpang Lima, masuk Desa Jabres, Kecamatan Sruweng, Rabu (1/11/2017) sekira pukul 01.00 WIB. Meski tak ada korban jiwa, warung mengalami kerusakan parah.

Informasi yang dihimpun, kronologi bermula ketika truk dengan nomor polisi (nopol) W 9082 UR tengah dalam perjalanan Cilacap-Pasuruhan Jawa Timur dengan membawa gula pasir tak kurang dari 3 ton.

Diduga ugal-ugalan dan tak mengenal medan, truk tronton oleng dan nyaris menabrak kerumunan tukang ojek yang sedang mangkal di tepi jalan. Truk baru berhenti setelah menabrak warung milik warga disertai suara benturan keras.

"Suaranya keras sekali. Tadinya saya kira gempa," kata Sahidan (50) bersama anaknya Hofifah (17), warga yang tinggal tak jauh dari lokasi.

Joko Triono (40), tukang ojek yang mangkal tak jauh dari lokasi kecelakaan mengatakan sempat melihat truk tersebut melaju kencang dari arah Barat.




"Truk juga salip-salipan dengan truk lain. Tidak lama kemudian, truk oleng ke arah kami, lalu saya lari. Baru setelah itu saya tahu truk guling dan menghantam warung," kata warga RT 02 RW 02 Dukuh Lemah Rata Desa Pengempon Kecamatan Sruweng tersebut.

Joko memang selamat dari kejadian itu. Namun, sepeda motor dengan nopol AA 5476 FD miliknya tertimbun gula pasir yang tumpah dari badan truk.

Muatan gula pasir itu juga menimpa warung yang rusak akibat insiden ini.

Beruntung, pada saat kejadian, pemilik warung nasi, Udin, tidak tidur dalam warung yang baru dibuka sekitar dua bulan lalu itu. "Sebelumnya saya biasa tidur di warung. Tapi pada malam kejadian perasaan saya tidak enak, jadi saya tidur di rumah," warga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat tersebut.

Hingga kemarin sore, truk gandengan yang terpisah sudah dievakuasi menggunakan mobil derek. Namun tumpukan gula masih tergeletak di pinggir jalan. (*/KebumenEkspres)



Rabu, 25 Oktober 2017

Banyumudal Maju Lomba Rastra Award Tingkat Jateng





BUAYAN (www.beritakebumen.info) - Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Kebumen, yang lolos seleksi Rastra Award tingkat Provinsi Jawa Tengah 2017. Bahkan, desa ini berhasil masuk 15 besar.

Tim Kinerja Rastra Jawa Tengah, yang dipimpin Ngargono, mendatangi langsung desa tersebut, Rabu (25/10/2017). Bersama dengan sembilan orang lainnya, mereka menilai pengelolaan rastra di desa tersebut yang sudah juara tingkat kabupaten.

Tim ini tidak begitu saja percaya pada data yang dilaporkan kepala desa setempat. Namun, mereka akan bertemu langsung dengan warga sasaran. Menurut Ngargono, Desa Banyumudal merupakakn lokasi ke-13 yang dikunjungi tim penilai. "Tahun ini ada 15 desa di Jawa Tengah yang masuk penilaian akhir," ujar Ngargono, pada acara Penilaian Raskin/Rastra Award di Balai Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, Rabu (25/10).

Bupati Kebumen, Mohammad Yahya Fuad, berharap Desa Banyumudal bisa meraih juara 1 pada Rastra Award tingkat Provinsi Jawa Tengah 2017. Harapan itu bukan tanpa alasan, karena pada tahun 2016 lalu Desa Kretek, Kecamatan Rowokele, juga mengikuti ajang yang sama dan berhasil meraih juara 2 tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Pada kesempatan itu, Mohammad Yahya Fuad, menyampaikan pada 2017 jumlah penerima Rastra di Kabupaten Kebumen mengalami kenaikan. Yakni mencapai 118.235 KPM, atau bertambah 10.749 penerima dari tahun 2016 sebanyak 107.486 KPM.

"Kami terus berupaya agar program Rastra sesuai indikator kinerja Raskin/Rastra. Yaitu enam tepat, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat administrasi dan tepat kualitas," kata bupati.

Bupati berharap, dengan adanya Rastra Award dapat memotivasi dan memberikan penghargaan kepada desa/kelurahan terbaik dalam mengelola Rastra. "Ini menambah semangat kami untuk melaksanakan program raskin secara baik dan benar. Yang berarti juga memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya warga miskin. Sekaligus untuk mengentaskan atau menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Kebumen," paparnya.

Sebelumnya, Pemkab Kebumen juga telah mendapatkan berbagai penghargaan dalam pengelolaan Rastra. Yakni juara 1 pelunasan tercepat untuk wilayah Sub Divre V Kedu 2015. Juara 2 pelunasan tercepat untuk wilayah Sub Divre V Kedu 2016, juara 2 kategori desa pada Raskin/Rastra Award Tingkat Provinsi Jateng 2016 dan juara 2 Kategori Kabupaten pada Raskin/Rastra Award Tingkat Provinsi Jateng 2016.




Sementara itu, Pemerintah Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, memiliki cara unik agar warganya yang sudah mampu tidak lagi meminta jatah Rastra. Yakni dengan cara membuat stiker yang dipasang di setiap rumah penerima beras bantuan dari pemerintah itu.

Dalam stiker tersebut tertera tulisan "Saya benar-benar keluarga miskin yang layak menerima beras miskin/beras sejahtera. Ya Allah sejahterakanlah saudara kami yang miskin ini, tapi apabila mereka berpura-pura miskin, maka adzab-Mu amatlah pedih".

Kepala Desa Banyumudal, Eko Supriyatno, mengatakan inovasi tersebut cukup efektif karena ada warga mampu yang tadinya selalu menerima jatah Raskin/Rastra saat ini sudah tidak lagi meminta jatah.

"Dengan adanya stiker ini, ada 19 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengundurkan diri, yang kemudian jatahnya itu dialihkan ke desa lain," terang Eko Supriyatno.

Selain itu, Desa Banyumudal, juga menerbitkan Kartu Raskin/Rastra dengan menggunakan dana desa (DD). Tak hanya itu, pemerintah desa setempat juga berani membayari biaya angkut dari balai desa ke RT/RW dengan bantuan dana desa. Sehingga KPM dapat membeli Rastra dengan harga sesuai ketentuan.(ori/kebumenekspres)



Yuk, Ikuti Lomba Krenova 2018

KEBUMEN ( www.beritakebumen.info ) - Bappeda Kabupaten Kebumen kembali mengadakan lomba kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) tahun...