Tampilkan postingan dengan label PERTANIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERTANIAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 November 2017

Kabupaten Kebumen Jadi Pilot Project Tanam Padi Sistem Largo Kali Pertama Di Indonesia





PURING (www.beritakebumen.info) - Kabupaten Kebumen menjadi pilot project tanam padi sistem Larikan Gogo (Largo) super kali pertama di Indonesia. Tanam padi ini langsung dilakukan Bupati Kebumen Ir.HM.Yahya Fuad SE didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen, Ir.Puji Rahayu di Desa Sidoharjo Kecamatan Puring pada Senin (30/10).

Bupati dalam sambutannya mengatakan ada empat desa yang menjadi area tanam padi sistem Largo ini, yakni Desa Sidoharjo, Desa Kaleng, Desa Banjareja dan Desa Puliharjo dengan total lahan tanam seluas 60 hektar. "Tanam padi sistem Largo ini untuk kali pertama di Indonesia, dan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menetapkan Kecamatan Puring sebagai pilot project tanam padi sistem largo. Karena itu, untuk para petani desa ini agar benar-benar menjaga dan mengawasi pertumbuhan tanaman padi ini dengan sebaik-baiknya. Jika panen padi ini berhasil, nanti Menteri Pertanian yang akan melakukan panen raya perdana di desa ini," ujar Bupati memberikan support kepada para petani.

Bupati juga berpesan agar masyarakat petani memanfaatkan seoptimal mungkin hasil-hasil penelitian Balai Besar Sukamandi, baik teknologi yang sederhana namun tepat guna maupun bibit serta penggunaan pupuknya.

Pada kesempatan tersebut, Kadistapang Kebumen, Ir.Puji Rahayu menjelaskan bahwa bibit yang digunakan tanam padi ini adalah varitas unggul, yakni jenis Inpago 8-9-10 dan 11. Varietas unggul jenis padi gogo ini selain mempunyai potensi hasil tinggi juga mempunyai ketahanan terhadap kekeringan dan tahan penyakit blas.

"Sedangkan untuk meningkatkan vegetatif dan produksi tanaman padi ini digunakan Bioprotector dan Agrodeko 1 untuk mempercepat dekomposisi biomassa tanaman. Agar menghasilkan panen yang baik, maka penggunaan pupuk disesuaikan dengan kondisi lahan dan luas tanaman," jelas Ir. Puji Rahayu.

Sementar itu Wakil Kepala Balai Besar Penelitian Pertanian Sukamandi, Kementerian Pertanian RI, Dr.Suprihanto mengatakan akan memberi dukungan sepenuhnya untuk keberhasilan panen padi ini. "Masa panen sistem larikan ini antara 105-115 hari. Beras yang dihasilkan masuk kategori pulen," ujar Dr.Suprihantono. Kementerian Pertanian RI memberi bibit padi jenis Inpago ini sebanyak 4 ton bibit, belum termasuk pupuk.

Sumber : http://www.kebumenkab.go.id/index.php/public/news/detail/5139



Minggu, 15 Oktober 2017

Kebun Sayur Hidroponik Milik Handoko Jadi Obyek Wisata Sayur yang Menarik

Ny Kastoyo di kebun hidroponik milik Handoko, di Desa Sidoagung Sruweng Kebumen. (Foto: Dasih Darmawati/krjogja.com)
SRUWENG (www.beritakebumen.info) - Sebuah kebun sayur hidroponik milik Handoko, warga Desa Sidoagung Kecamatan Sruweng Kebumen, dalam setahun terakhir ini menjadi sebuah obyek wisata edukasi yang cukup diminati oleh berbagai kalangan di Kebumen.

"Selain warga masyarakat biasa dan pelajar berbagai sekolah, tim dari Dinas Pertanian Jawa Tengah sudah beberapa kali meninjau kemari dan memberikan motivasi agar kebun ini terus berkembang serta bisa mengatasi pengangguran dengan merekrut tenaga kerja dari masyarakat sekitar guna mengurangi pengangguran," ungkap Handoko, didampingi ibunya, Ny Kastoyo, di kebunnya, Minggu (15/10/2017).

Resep keberhasilannya menarik minat masyarakat berwisata ke kebunnya menurut Handoko bersumber dari ketekunan dan ketelitian untuk melakukan rutinitas pembibitan, penanaman, perawatan dan pemanenan.

"Prinsip pengelolaan secara baik dan benar berdasarkan ilmu bercocok tanam
hidroponik dari sebuah lembaga kursus hidroponik di Cikarang Kabupaten Bekasi Jawa Barat benar-benar saya terapkan," papar Handoko yang berhasil meraih sertifikat dari lembaga kursus tersebut, selepas berhenti dari pekerjaan sebagai karyawan pabrik di Cikarang.

Dengan pola pengelolaan itu, stok tanaman selalu terjaga setiap harinya agar pengunjung yang sewaktu-waktu datang tak kecewa. Pertumbuhan tanaman pun bisa optimal serta terlihat menarik dan segar. Namun tak hanya melihat displai tanaman, pengunjung pun bisa membeli sayur mayur, jus sayur, jus strowberi atau keripik sayur.

Wisata sayur hidroponik Handoko berlokasi di sebuah 'green house' berukuran 4 meter x 30 meter yang ditanami aneka sayur-mayur seperti sawi putih, kailan, pokchoi dan selada. Sedangkan strowberi serta beberapa jenis tanaman lainnya ditanam di sejumlah polibag di halaman rumahnya.

"Tanpa harus bersusah payah memasarkan, sayur-mayur ini selalu habis dibeli pengunjung. Jenis sayur yang paling diminati pengunjung adalah sawi pagoda yang berbentuk seperti pagoda," ujar Ny Kastoyo.(Dwi/krjogja.com)



Yuk, Ikuti Lomba Krenova 2018

KEBUMEN ( www.beritakebumen.info ) - Bappeda Kabupaten Kebumen kembali mengadakan lomba kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) tahun...