Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Takmir Diimbau Jauhkan Masjid dari Politik Praktis

SAMPAIKAN IMBAUAN: Ketua Yayasan Masjid Agung Kauman Kebumen Kiai Ahmad Nasrullah ADH memberikan imbauan agar menghindarkan masjid dari kepentingan politik praktis pada proses Pilgub Jateng. (Foto: suaramerdeka.com/Supriyanto)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pada masa proses Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah, seluruh takmir masjid di Kebumen diimbau agar menghindarkan atau menjauhkan masjid dari kepentingan politik praktis. Masjid harus dijaga kesucian tempat dan niat yang semata-mata hanya untuk beribadah. Imbauan tersebut disampaikan oleh Ketua Yayasan Masjid Agung Kauman Kebumen Kiai Ahmad Nasrulloh ADH, Senin (19/2).

"Jangan sampai masjid dibawa ke ranah politik praktis yang akan menciderai fungsi masjid," ujar Gus Nas panggilan akrabnya.

Lebih lanjut, Gus Nas mengajak masyarakat Kebumen untuk mensukseskan Pilgub Jateng dengan menggunakan hak pilih masing-masing pada 27 Juni 2018 mendatang. Hal itu sebagai wujud kesemarakan dalam membangun demokrasi yang lebih maju.

"Kita jaga keamanan, ketentraman dan kondusifitas wilayah Kebumen dalam pelaksanaan Pilgub Jateng yang becik tur nyenengke," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya mengharapkan takmir masjid serta para imam masjid terus menjaga silaturahmi dan komunikasi dalam upaya membangun ukhuwah guna memakmurkan masjid dengan nilai-nilai ibadah serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan jamaah masjid se-Kebumen. Silaturahmi dan komunikasi juga sebagai upaya menangkal berita yang tidak benar alias hoaks yang beredar di masyarakat baik masalah agama maupun lainnya.

"Dengan saling komunikasi serta tabayun kepada sumber yang pasti kebenarannya. Sehingga terhadap berita yang tidak benar dapat segera diantisipasi kebenarannya," tandasnya.

Sebelumnya, Masjid Agung sukses mengelar "Ngaji Kebangsaan" dalam rangkai memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Ngaji Kebangsaan yang mengundang seluruh takmir masjid itu dilaksanakan guna memperkokoh persatuan dan kesatuan NKRI. Dua pembicara yang hadir adalah Deputy Sisnas Sekjen Wantannas RI Jakarta Mayjen TNI Aris Martono Haryadi dan dari PBNU Dr KH Mursudi Suhud MBA.

(Supriyanto /SMNetwork /CN41 )


| Sumber : suaramerdeka.com

Minggu, 05 November 2017

130 PPK Dilantik, 60 Persen Wajah Baru

130 PPK dari 26 Kecamatan di Kebumen dilantik dan diambil sumpahnya, Sabtu (4/11/2017).




KARANGANYAR (www.beritakebumen.info) - Sebanyak 130 Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018 dari 26 kecamatan di Kabupaten Kebumen dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kebumen Paulus Widyantoro di Hotel Candisari Karanganyar, Sabtu (4/11/2017).

Acara tersebut dihadiri pula oleh Wakil Bupati Yazid Mahfudz, Ketua DPRD Cipto Waluyo, Panwaskab Kebumen serta Camat se Kabupaten Kebumen.

Mereka, 130 PPK yang dilantik dan diambil sumpahnya, menurut Paulus, merupakan hasil seleksi ketat yang dilakukan KPU beberapa waktu lalu.

Setiap kecamatan terdapat lima anggota PPK, yang akan bertugas membantu menyelenggarakan Pilgub Jateng 2018. "Dari 418 pendaftar dan 130 orang inilah yang terbaik yang kita pilih," kata Paulus Widyantoro, dalam sambutannya.




Paulus mengungkapkan, anggota PPK kali ini didominasi oleh wajah baru, yang mencapai 60 persen. Sedangkan sisanya 40 persen, wajah yang tak asing lagi bagi penyelenggaraan pemilu. "Kami juga membuat komposisi setiap PPK, terdiri dari junior, medior dan senior. Ini kami lakukan agar ada kaderisasi dalam hal penyelenggaraan pemilu," ujarnya.

Paulus meminta, PPK segera menyesuaikan diri karena setelah dilantik tidak ada waktu lagi untuk bersantai-santai. Ini terjadi karena tahapan pelaksanaan Pilgub Jateng sudah mulai berjalan. "Harus segera berkoordinasi dengan Muspika," tegasnya.

Wakil Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz, dalam sambutannya menyampaikan peranan PPK sangat penting dan menjadi salah satu kunci suksesnya sebuah Pilkada. Menurutnya, penyelenggara yang berkualitas turut menentukan Pilkada yang berkualitas pula.

"Buktikan kalau saudara-saudara layak untuk mendapatkan kepercayaan sebagai PPK, dengan menunjukkan dedikasi dan kinerja yang baik," pintanya dihadapan 130 PPK yang baru saja dilantik.

Hari pemungutan suara akan digelar pada Rabu Pon, 27 Juni 2018. Pelantikan dan pengambilan sumpah Badan adhoc kepanjangan tangan KPU Kabupaten Kebumen tersebut berarti dilantik dan diambil sumpahnya 235 hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara. (*/ekspres)




Minggu, 15 Oktober 2017

Rustriningsih Siap Maju di Pilkada Jateng, tetapi Minat Saja Tak Cukup

Rustriningsih. Foto diambil pad 1 Oktober 2012 ketika ia masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah. (FOTO: KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA)
SEMARANG (www.beritakebumen.info) - Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2008-2013 Rustriningsih menyatakan minatnya untuk ikut serta berpartisipasi dalam gelaran Pilkada Jateng 2018. Diusung atau tidak, dia menyerahkan mekanisme itu ke partai politik.

Menurut Rustri, minat saja tak cukup untuk ikut berkompetisi. Untuk ikut dalam kompetisi harus mengikuti mekanisme yang ada di partai politik.

"Minat saja enggak cukup, harus ada kesempatan dan peluang," kata Rustri di Semarang, Sabtu (14/10/2017).

Sejauh ini hanya PDI Perjuangan yang dapat mengusung sendiri calon untuk bertarung di Pilkada Jateng 2018. Partai lain harus berkoalisi untuk bisa memenuhi syarat mengajukan calon kepala daerah.

Rustriningsih menyatakan siap jika ada partai yang menunjuknya sebagai calon kepala daerah.

"Ranah di luar independen itu di luar kemampuan saya, saya serahkan yang di atas," kata dia.

Sebagai bahan persiapan, Rustri mulai mengajak masyarakat untuk memberi masukan ke pemerintah. Berbagai seminar, dialog, hingga kegiatan sosial keagamaan terus dilakukan dalam rangka memberi masukan.

Rustri juga ingin agar ada pendampingan dari pemerintah untuk memberdayakan komunitas. Komunitas di masyarakat perlu digandeng untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada.

"Saya bereksperimen pada majelis taklim untuk menabung, itu saja sudah dapat saldo ratusan juta. Itu masih iseng, kalau digarap betul bisa lebih cepat. Pendampingan kepada komunitas itu bagian dari keperpihakan," ujarnya.

Sumber: Kompas.com



Yuk, Ikuti Lomba Krenova 2018

KEBUMEN ( www.beritakebumen.info ) - Bappeda Kabupaten Kebumen kembali mengadakan lomba kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) tahun...