Tampilkan postingan dengan label kompas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kompas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 November 2017

Menkes Menjamin 8 Penyakit Katastropik Tetap Ditanggung BPJS





(www.beritakebumen.info) - Isu terkait 8 penyakit tidak lagi ditanggung oleh BPJS beredar luas di media beberapa waktu lalu. Menkes menegaskan itu tidak benar alias hoax. BPJS tetap menanggung biaya untuk 8 penyakit katastropik.

Penyakit yang dimaksud mencakup gangguan jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hepatitis, talasemia, leukemia, dan hemofilia.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek saat berada di Majalengka, Jawa Barat, Senin (27/11/2017) mengatkan, tidak mungkin penyakit katastropik dicabut dari BPJS Kesehatan. "Jika dicabut, namanya bukan lagi asuransi jaminan kesehatan nasional," ujar Nila.

Menurut Nila, ada dua kemungkinan penyebab beredarnya isu itu. Bisa jadi wartawan salah tangkap atau Direktur Utama BPJS Kesehatan keliru bicara. Ia mengatakan akan membicarakan hal ini lebih lanjut dengan Dirut BPJS Kesehatan.

Akan tetapi, Nila mengatakan, pelayanan kesehatan bagi penyakit katastropik memang membutuhkan biaya besar. Jumlahnya sepertiga dari pembiayaan BPJS Kesehatan. "Tahun 2016 saja Rp 6,9 triliun anggaran JKN tersedot untuk kurang dari 1 juta penderita penyakit jantung," katanya.




Nila mengatakan, jika penyakit katastropik tidak lagi ditanggung BPJS Kesehatan, masyarakat pasti terbebani karena biaya pengobatan yang tinggi- Karena itu, menurut dia, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan tetap mengutamakan jaminan kesehatan cakupan semesta (universal coverage), termasuk menanggung biaya pelayanan kesehatan penyakit katastropik.

Menurut Nila, yang harus dilakukan untuk menekan biaya itu bukan menghentikan pembiayaan, melainkan menggencarkan pola hidup sehat di masyarakat Gaya hidup sehat, pola makan, dan pemeriksaan kesehatan rutin berpotensi mencegah munculnya penyakit katastropik.

"Dengan begitu, pola pikir warga dapat berubah dari pengobatan menjadi pencegahan penyakit Kami akan terus meng-galakkan edukasi kesehatan melalui puskesmas," katanya.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat mengatakan, pihaknya masih menjamin pembiayaan kedelapan penyakit katastropik. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir terkait munculnya isu tersebut "Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan, kami jamin biayanya. Kami akan tunduk dan patuh terhadap segala kebijakan pemerintah," ujar Nopi.

Sumber Kompas menyebutkan biaya penanganan penyakit katastropik pada 2014-2016 sebesar Rp 363 triliun atau 28 persen dari biaya total pelayanan kese-hatan rujukan.


 Editor : bk01 | Sumber : Kompas

Kamis, 26 Oktober 2017

Suka Wisata Pantai? Coba Liburan ke Kebumen

Pemancing lokal tengah memancing ikan di Pantai Petanahan yang terletak di Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Senin (16/10/2017). Pantai Petanahan adalah salah satu obyek wisata pantai di Kebumen yang biasa dikunjungi wisatawan.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Azam Fathoni mengatakan wisatawan yang berkunjung ke Kebumen menyukai wisata pantai. Ketertarikan tersebut didasari oleh letak geografis dan keindahan pantai-pantai di Kabupaten Kebumen.

"Jadi kalau kita petakan untuk wisatawan ini kebanyakan ke pantai. Ke gua juga ada, tapi yang lebih banyak ke pantai," kata Azam kepada KompasTravel di Gombong, Kebumen, beberapa waktu lalu.

Azam mengatakan Kebumen memiliki bentang pantai sepanjang 57,8 kilometer di sisi selatan kabupaten. Ia mengatakan obyek wisata pantai memiliki ciri khas yang beragam.

Wisatawan berada di Pantai Menganti yang terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (18/10/2017). Pantai Menganti adalah salah satu obyek wisata pantai di Kebumen yang biasa dikunjungi wisatawan.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)




"Dari panjang pantai 57,8 kilometer ini ada berbagai macam pantai yang tidak sama. Pantai Petanahan punya keindahan sendiri. Jadi semua pantai punya keindahan sendiri," jelasnya.

Menurutnya, ciri khas yang ada seperti di Pantai Petanahan yang memiliki hutan cemara di pinggir pantai. Azam menyebut pantai tersebut sering digunakan untuk pemotretan pranikah.

Namun, Azam tak memaparkan lebih lanjut tentang data kunjungan wisatawan ke Kebumen. Ia mengaku masih kesulitan mendapatkan data kunjungan wisatawan ke obyek-obyek wisata di Kebumen.

Adapun pantai-pantai yang ada di Kebumen seperti Pantai Menganti, Pantai Ayah, Pantai Karang Bolong, Pantai Suwuk, Pantai Petanahan, Pantai Lampon, Pantai Bopong, Pantai Gebyuran, Pantai Surumanis, Pantai Karang Agung, Pantai Pecaron, Pantai Lembupurwo, Pantai Bopong, beberapa pantai lainnya.

Pantai Menganti misalnya, memiliki karakteristik pantai yang berbeda dengan Pantai Suwuk dan Petanahan. Pantai Menganti memiliki daya tarik area perbukitan dan pasir putih.
Bentangan bukit di Pantai Menganti yang terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (18/10/2017). Pantai Menganti adalah salah satu obyek wisata pantai di Kebumen yang biasa dikunjungi wisatawan.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)

Adapun pantai-pantai yang ada di Kebumen seperti Pantai Menganti, Pantai Ayah, Pantai Karang Bolong, Pantai Suwuk, Pantai Petanahan, Pantai Lampon, Pantai Bopong, Pantai Gebyuran, Pantai Surumanis, Pantai Karang Agung, Pantai Pecaron, Pantai Lembupurwo, Pantai Bopong, beberapa pantai lainnya.

Pantai Menganti misalnya, memiliki karakteristik pantai yang berbeda dengan Pantai Suwuk dan Petanahan. Pantai Menganti memiliki daya tarik area perbukitan dan pasir putih.

Sumber: Kompas.com




Minggu, 15 Oktober 2017

Rustriningsih Siap Maju di Pilkada Jateng, tetapi Minat Saja Tak Cukup

Rustriningsih. Foto diambil pad 1 Oktober 2012 ketika ia masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah. (FOTO: KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA)
SEMARANG (www.beritakebumen.info) - Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2008-2013 Rustriningsih menyatakan minatnya untuk ikut serta berpartisipasi dalam gelaran Pilkada Jateng 2018. Diusung atau tidak, dia menyerahkan mekanisme itu ke partai politik.

Menurut Rustri, minat saja tak cukup untuk ikut berkompetisi. Untuk ikut dalam kompetisi harus mengikuti mekanisme yang ada di partai politik.

"Minat saja enggak cukup, harus ada kesempatan dan peluang," kata Rustri di Semarang, Sabtu (14/10/2017).

Sejauh ini hanya PDI Perjuangan yang dapat mengusung sendiri calon untuk bertarung di Pilkada Jateng 2018. Partai lain harus berkoalisi untuk bisa memenuhi syarat mengajukan calon kepala daerah.

Rustriningsih menyatakan siap jika ada partai yang menunjuknya sebagai calon kepala daerah.

"Ranah di luar independen itu di luar kemampuan saya, saya serahkan yang di atas," kata dia.

Sebagai bahan persiapan, Rustri mulai mengajak masyarakat untuk memberi masukan ke pemerintah. Berbagai seminar, dialog, hingga kegiatan sosial keagamaan terus dilakukan dalam rangka memberi masukan.

Rustri juga ingin agar ada pendampingan dari pemerintah untuk memberdayakan komunitas. Komunitas di masyarakat perlu digandeng untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada.

"Saya bereksperimen pada majelis taklim untuk menabung, itu saja sudah dapat saldo ratusan juta. Itu masih iseng, kalau digarap betul bisa lebih cepat. Pendampingan kepada komunitas itu bagian dari keperpihakan," ujarnya.

Sumber: Kompas.com



Yuk, Ikuti Lomba Krenova 2018

KEBUMEN ( www.beritakebumen.info ) - Bappeda Kabupaten Kebumen kembali mengadakan lomba kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) tahun...