Tampilkan postingan dengan label BULUSPESANTREN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BULUSPESANTREN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Januari 2018

Takut Salahi Aturan, Satpol PP Kebumen Belum Bisa Bertindak

Penambangan pasir liar di dekat calon jembatan JJLS baru Kebumen di Desa Ayam Putih Kecamatan Buluspesantren Kebumen (Dasih/KRJogja.com)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen menyatakan belum bisa menindak para penambang pasir liar di Sungai Luk Ulo di dekat calon jembatan JJLS (jalur jalan lintas selatan selatan) Kebumen yang baru, di Desa Ayam Putih Kecamatan Buluspesantren Kebumen, karena khawatir tindakan itu justru menyalahi aturan.

"Di satu sisi kami sangat prihatin dengan maraknya penambangan pasir ilegal di dekat calon jembatan tersebut, namun di sisi lain kami harus menaati aturan. Mengingat kawasan sungai merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, maka kami tak bisa melakukan penindakan tanpa surat perintah dari Pemprov Jawa Tengah," ujar Kepala Satpol PP kebumen, R Agung Pambudi MSi, di ruang kerjanya, Kamis (18/01/2018).

Menurut Agung Pambudi, penambangan pasir sungai yang berdekatan dengan bangunan air jelas sangat membahayakan kondisi bangunan air tersebut. Begitu pula terkait dengan terus berlangsungnya penambangan pasir di dekat calon jembatan JJLS baru di Desa Ayam Putih tersebut, menjadi ancaman serius bagi kondisi calon jembatan.

"Harus ada tindakan tegas terhadap para penambang itu agar menghentikan total perbuatan mereka. Namun kami terkendala oleh aturan. Mengingat kawasan sungai itu adalah kewenangan Pemprov Jawa Tengah, bila kami menindak tanpa ada mandat dari Pemprov Jawa Tengah, kami justru akan dinyatakan melanggar aturan," ujar Agung.

Kendati Satpol PP Kebumen bisa mengambil tindakan penertiban terhadap penambang, Agung menjanjikan akan menyampaikan permasalahan tersebut kepada Kepala Satpol PP Jawa Tengah, dalam waktu dekat ini. (Dwi/KR)


Sumber : KRJogja.com

Selasa, 28 November 2017

BKSDA Jateng Peringatkan Serangan Buaya di Sungai Luk Ulo Kebumen

Petugas memasang pamflet peringatan serangan buaya di Sungai Luk Ulo Kebumen. (GATRA/Ridlo/BKSDA Jateng)




BULUSPESANTREN (www.beritakebumen.info) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah memperingatkan warga agar tak beraktivitas di aliran Sungai Luk Ulo, Kebumen, terutama di daerah-daerah kemunculan kawanan buaya. Buaya itu, terakhir terdeteksi pekan ini di Desa Rantewringin Kecamatan Buluspaspesantren.

Koordinator Polisi Hutan BKSDA Jateng Wilayah Konservasi II, Rahmat Hidayat mengatakan buaya yang berada di habitatnya meningkatkan potensi konflik dengan manusia. Apalagi, sepanjang aliran sungai, banyak warga yang beraktivitas, mulai dari sekadar MCK hingga aktivitas penambangan.

Untuk itu, mulai pekan ini pihaknya memasang puluhan spanduk dan pamflet agar warga tak mendekat ke kawasan sungai yang terindikasi ada buayanya. Sejauh ini, BKSDA telah memasang 10 pamfelt di Desa Rantewringin dan muara sungai Luk Ulo.

“Total pamflet berjumlah 30 buah yang akan dipasang secara bertahap di sepanjang alur sungai Luk Ulo. Terutama, di wilayah tempat buaya itu pernah muncul,” ucap Rahmat Hidayat, Sabtu (25/11).

Menurut Rahmat, pemasangan pamflet itu bertujuan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, sekaligus upaya preventif untuk mengantisipasi timbulnya korban jiwa di pihak warga. Ia pun meminta agar warga mengutamakan keselamatan dengan menghindari aktivitas di sungai Luk Ulo.

Terkait upaya penangkapan buaya di Kedungwinangun yang gagal, Rahmat mengimbau agar warga tak lagi berusaha menangkap buaya. Pasalnya, buaya adalah jenis predator yang agresif dan bisa mencelaki manusia. Terbaik, warga mengisolasi buaya yang menampakkan diri sambil menunggu petugas BKSDA datang untuk menangkap.

“Laporkan kepada aparat kepolisian, pemerintah desa atau langsung melapor kepada kami,” tandasnya.

Sebelumnya, pada pertengah Oktober 2017, warga juga dibuat heboh oleh buaya sepanjang 4 meter yang terdampar di areal persawahan desa Kedungwinangun Kecamatan Klirong, sekitar 3 kilometer dari Rantewringin. Buaya muara (Crocodylus porosus) itu diduga terseret banjir besar sungai dan akhirnya mendarat di persawahan warga. Predator itu didapati tengah berendam di lumpur oleh seorang petani.

Beberapa waktu sebelumnya, mamalia peninggalan zaman dinosaurus itu menampakkan diri di sepanjang aliran Sungai Luklulo yang membentang dari pegunungan utara Kebumen hingga bermuara di Laut Selatan Jawa. Tercatat, kawanan buaya muncul enam kali sejak musim kemarau di berbagai desa sepanjang Sungai Luk Ulo.


 Sumber : Gatra.com

Minggu, 05 November 2017

Sepasang Remaja Hilang Terseret Ombak Pantai Selatan





BULUSPESANTREN (www.beritakebumen.info) - Sepasang remaja yang sedang menikmati liburan di Pantai Setrojenar, Buluspesantren, Kebumen hilang terseret ombak pantai, Minggu (5/11/2017). Mereka adalah Dwi Arif Ismoyo (22) dan Nurul (19), keduanya merupakan warga Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga.

Penjaga pantai berupaya menolong korban, yang merupakan pasangan kekasih tersebut, dengan melemparkan ban sebagai pelampung, namun tidak berhasil. KOrban pun hilang tertelan ombak pantai yang ganas.

Upaya pencarian korban dilakukan oleh BPBD Kabupaten Kebumen dan Tim SAR gabungan. Namun hingga petang belum juga membuahkan hasil.






“Pencarian kami lanjutkan besok (6/11/2017) pagi, sembari memasang lampu tembak dan menyisir garis pantai,” kata Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap, Mulwahyono.

Menurut Mulwahyono, peristiwa bermula saat kedua korban datang ke Pantai Setrojenar bersama rekan-rekannya yakni Andika Yulianto (21) dan Anggi Widihastuti (20). Dua sejoli ini berangkat dari Purbalingga dan sampai di Kebumen sekitar pukul 13.45 WIB.

“Korban mandi di pantai sekitar pukul 14.30 WIB, kemungkinan kedua korban terseret ombak karena berenang terlalu jauh dari bibir pantai,” bebernya.

Dari keterangan para saksi, korban Dwi Arif Ismoyo memakai celana pendek berwarna putih abu-abu dan tidak memakai baju.

Sementara korban Nurul memakai kaos motif garis coklat abu-abu dan celana pendek warna hitam. (*)



Yuk, Ikuti Lomba Krenova 2018

KEBUMEN ( www.beritakebumen.info ) - Bappeda Kabupaten Kebumen kembali mengadakan lomba kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) tahun...