Tampilkan postingan dengan label KLIRONG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KLIRONG. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 November 2017

Seorang Bandar Togel Kebumen Berhasil Diringkus di Kutoarjo, Dua Orang Masih Buron





KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Resmob Polres Kebumen dan Unit Reskrim Polsek Klirong berhasil meringkus FA alias Bagas (26), Bandar judi Toto Gelap “Togel” pada Senin (06/11/2017) sekira pukul 23.30 WIB di tempat persembunyiannya di salah satu Hotel di Kutoarjo kabupaten Purworejo.

Bagas merupakan salah tersangka yang menjadi buron setelah kabur saat polisi melakukan penggerebekan markas judinya di Klirong Selasa (24/10/2017) lalu.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti menjelaskan, dalam persembunyiannya, Bagas sempat kabur keluar Provinsi dan berpindah-pindah tempat.

“Dalam persembunyiannya, tersangka ini berpindah-pindah. Bahkan pengakuannya kepada kami, sempat kabur ke Jakarta dan Bekasi,” ucap AKBP Titi Hastuti di dampingi Waka Polres Kebumen Kompol Christian Aer, Kabag Ops Kompol Suyatno dan Kasat Reskrim AKP Kholiq Salis Hirmawan usai apel sore, Selasa (07/11/2017).






Bagas gunakan uang togel yang ia dapatkan untuk bertahan hidup selama persembunyiannya.

Bagas adalah warga desa Klegenrejo kecamatan Klirong. Selain menjadi bandar, dia berprofesi sebagai pedagang obat pertanian, serta pupuk di salah satu pasar di Klirong.

Penangkapan kepada bandar judi ini baru kali pertama dilakukan Polres Kebumen. Sebelumnya hanya pengecer saja.

Dengan tertangkapnya Bagas, maka total tersangka yang diamankan ada empat. Dua tersangka lainnya masih buron.

“Ya, dua tersangka masih buron. Mereka adalah pengepul dalam kasus tersebut,” kata Kapolres.

Bahkan, penggrebekan bandar judi terbesar ini, Kapolres turun langsung memimpin jalannya penangkapan.

“Ini bermula dari informasi masyarakat. Saya berterimakasih atas informasi tersebut. Sekecil apapun akan kami tindak lanjuti,” katanya.

Penangkapan bandar judi ini, menjadi prestasi tersendiri bagi Polres Kebumen.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, barang bukti yang diamankan saat penggerebekan, selain bonggol kupon judi, alat hitung uang, dan peralatan judi lainnya, Polres Kebumen mengamankan uang tunai Rp 39,271 juta.

Tentunya bukan jumlah yang sedikit, untuk sekelas judi togel di kota kecil berslogan Beriman itu. (bk/Humas Polres Kebumen)



Selasa, 24 Oktober 2017

Nyemplung Sumur, Ibu Satu Anak Bunuh Diri Karena Depresi Ditinggal Suami





KLIRONG (www.beritakebumen.info) - Siti Robingah (55), warga Desa Karangglonggong, Kecamatan Klirong ditemukan meninggal di dalam sumur rumah kosong, Minggu (22/10/2017). Ibu satu anak ini diduga nekat bunuh diri dengan cara nyemplung ke dalam sumur diduga karena depresi setelah suaminya meninggal beberapa tahun lalu.

Korban memiliki anak laki laki yang telah menikah dan merantau. Korban tinggal bersama saudaranya di Klirong.

Dari rumah korban, letak TKP ditemukannya korban, kurang lebih berjarak 200an meter.

Kapolsek Klirong, AKP Diyono yang turun langsung memimpin olah TKP bersama Inafis Polres Kebumen, mengungkapkan peristiwa ditemukannya korban sekira pukul 17.30 WIB oleh Muhammad Daldiri (46) saudara korban.

“Saat itu, salah satu keluarga korban hendak mencari keberadaan korban. Namun, saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal di sumur rumah kosong yang pernah ia tinggali,” kata Kapolsek.

“Setelah mendapatkan laporan adanya peristiwa tersebut, pada pukul 19.30 WIB kita melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Korban melakukan aksi bunuh diri dengan cara masuk ke dalam sumur yang ada di dekat rumah korban dengan menggunakan kursi kayu yang diletakan di pinggir sumur,” papar Diyono.




Diyono menuturkan, ketinggian lubang sumur dari tanah yakni sekitar 100 cm. Dari hasil pemeriksaan oleh tim medis dari Puskesmas Klirong 2 tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.

Korban meninggal diperkirakan sekitar pukul 17.15 WIB,” terangnya.

Setelah selesai melakukan evakuasi dan pemeriksaan, pihaknya kemudian menyerahkan korban kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.

Menurut Keterangan dari pihak keluarga, korban beberapa waktu belakangan ini memang tengah mengalami depresi. Sebelumnya korban juga pernah melakukan percobaan bunuh diri, namun berhasil digagalkan,” imbuhnya.

Keterangan dari pihak keluarga, korban mengalami depresiasi setelah suaminya meninggal beberapa tahun lalu. Hingga ditemukan meninggal, sebelumnya, korban masih menjalani pengobatan rutin. (/reskbm)



Selasa, 17 Oktober 2017

Ngeri, Buaya Besar Muncul di Persawahan Warga

Warga Kedungwinangun, Klirong berupaya menangkap buaya Lukulo yang naik ke persawahan Selasa (17/10/2017) pagi.
KLIRONG (www.beritakebumen.info) - Seekor buaya muncul di areal persawahan warga Dusun Pagak, Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong, Kebumen, Selasa (17/10/2017) pagi. Diduga buaya ukuran jumbo tersebut naik ke daratan karena air sungai Lukulo yang berjarak sekitar 50 meter dari tempat penemuan buaya tersebut meluap sejak Senin (16/10/2017).

Warga sekitar berupaya menagkap buaya dengan alat seadanya berupa tali yang dikaitkan pada bambu, namun gagal. Buaya justru terlihat mengamuk dengan naik ke daratan dan membuka moncongnya lebar-lebar sembari mengibaskan ekornya. Predarot itu berhasil meloloskan diri ke parti yang bermuara ke Sungai Lukulo.






Mengutip kompas.com, Petugas Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Jawa Tengah, Heru Sulistiyanto mengatakan, buaya muara yang naik ke areal persawahan berukuran panjang sekitar 3,5 meter.

Semula warga mengetahui keberadaan satwa karnivora tersebut sekitar pukul 05.30 WIB. "Mereka berusaha untuk menangkap hidup-hidup buaya muara itu, namun gagal karena terkendala pengetahuan cara penanganan satwa dan peralatan yang terbatas," katanya.

Kemudian, petugas dari BKSDA Jawa Tengah, Polres Kebumen, SAR Kebumen, dan Balai Pengelolaan Hutan (BPH) wilayah VII datang setelah mendapat laporan sekitar pukul 08.00 WIB.

“Sekitar satu jam setelah laporan diterima, kami dapat informasi jika buaya itu berhasil meloloskan diri masuk ke parit yang berjarak sekitar 30 meter dari areal sawah. Parit ini bermuara ke aliran Sungai Luk Ulo juga,” ujarnya.

Dari pantauan hingga sore ini, pihaknya memastikan satwa predator ini sudah berada di aliran Sungai Luk Ulo.




Heru mengimbau masyarakat terutama yang berada dan beraktivitas di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari perjumpaan secara langsung dengan buaya tersebut.

“Kami juga memberikan bantuan peralatan berupa jaring untuk antisipasi tindakan mengisolasi buaya jika naik ke daratan lagi,” jelas Heru.

Menurut Heru, konflik antara satwa liar terutama buaya di wilayah pesisir pantai selatan memang sering terjadi.

Selain karena daya jelajah buaya muara yang tergolong jauh hingga ratusan kilometer, keberadaan mangsa alami buaya berupa ikan, hingga terbawa luapan banjir, menjadi faktor utama masuknya buaya ke lingkungan masyarakat.

Pada tahun ini, BKSDA sedikitnya telah menerima empat laporan pertemuan warga dengan buaya muara.

“Buaya ini masuk jenis yang dilindungi Undang-undang, sehingga kami imbau masyarakat untuk mengutamakan menghindari pertemuan langsung dengan buaya. Jika memang meresahkan, biar petugas yang melakukan tindakan dengan mengevakuasi,” ujarnya. (*)



Yuk, Ikuti Lomba Krenova 2018

KEBUMEN ( www.beritakebumen.info ) - Bappeda Kabupaten Kebumen kembali mengadakan lomba kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) tahun...