Tampilkan postingan dengan label Liputan6. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liputan6. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Digerebek di Hotel, Pasangan Mesum Bertopeng Bikin Geli Polisi

Polisi menggerebek pasangan bertopeng di dalam hotel. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen/Muhamad Ridlo)




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Banyak cara dilakukan pasangan mesum yang kedapatan “ngamar” di hotel untuk mengelabui petugas. Itu dilakukan lantaran tak bisa menunjukkan biodata yang membuktikan bahwa mereka pasangan sah.

Kejadian lucu bin unik pun kerap terjadi saat penggerebekan hotel. Ini pula yang terjadi di Kebumen, Jawa Tengah, saat Polres gencar menggelar razia penyakit masyarakat yang biasa disebut Mo-limo, lima pantangan yang diajarkan oleh Sunan Ampel pada masa penyebaran Islam di tanah Jawa.

Mo, secara etimologi diartikan sebagai kata “Moh” yakni ungkapan tidak mau atau menghindari. Lima pantangan yang harus dihindari adalah main atau judi, maling atau mencuri, madon atau selingkuh atau prostitusi, mabok atau minuman keras, dan madat alias narkoba.

Sebanyak tujuh pasangan mesum digulung oleh petugas Polres Kebumen dalam penggerebekan sejumlah hotel. Uniknya, salah satu pasangan mesum yang terciduk menggunakan topeng.

Saat itu, petugas mengetok pintu kamar hotel. Namun, pintu tak kunjung dibuka. Setelah beberapa lama dibumbui dengan ancaman akan didobrak, pintu pun terbuka.

Saat pintu terbuka itu lah, petugas yang menggerebek dibuat geli. Lelaki yang membuka pintu memakai penutup wajah alias topeng. Barangkali ia malu lantaran kedapatan sekamar di hotel bukan dengan pasangan sahnya alias pasangan mesum.

Kendaraan Tersangka Diparkir di Kamar




Uniknya lagi, DA (25), warga Karangsambung, Kebumen itu memarkirkan sepeda motornya di dalam kamar. Diduga, itu adalah trik DA untuk mengelabui bahwa kamar tersebut kosong.

Tetapi, petugas sudah mengantongi kamar-kamar yang berisi tamu. Sebab itu, sewaktu menggedor pintu, petugas yakin bahwa kamar tersebut ada penghuninya. Kedapatan lah DA bersama seorang wanita, SU (50), warga Rowokele.

"Entah apa tujuannya, motor itu berada di dalam kamar. Sehingga dari luar seperti kamar kosong. Namun kita sudah punya daftar, kamar mana saja yang ada tamunya. Jadi tetap kita geledah," ucap Kepala Sub-Bagian Humas Polres Kebumen, AKP Masngudin, Senin, 12 Februari 2018.

Drama untuk mengelabui polisi masih berlanjut. DA yang sudah terpojok mengakui bahwa SU adalah kakaknya. Polisi pun makin terpingkal dibuatnya.

"Niki mbokayu kula pak. Sanes sinten sinten, (Ini mbakyu saya, Pak. Bukan siapa-siapa)," ucap DA, seperti ditirukan oleh Masngudin.

Pasangan Mesum Nekat Mengaku Pasangan Sah

Polres Kebumen menggelenadang tujuh pasangan mesum ke Polres Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen/Muhamad Ridlo)




Petugas tak lantas percaya dengan ucapan DA. Pasalnya, biodata keduanya berbeda. Maka, pasangan yang berbeda usia rentang 25 tahun itu tetap digelandang ke Polres Kebumen. Adapun sepeda motornya disita sementara sebagai barang bukti.

"Bahkan jika dilihat dari alamat KTP nya, mereka bukan keluarga," katanya.

Tujuh pasangan yang kedapatan pasangan bukan suami istri yang berduaan di dalam kamar hotel kelas melati, Sabtu malam, 10 Februari 2018 lalu pun bakal disidang dengan ancaman tindak pidana ringan (Tipiring).

Selain DA, polisi juga menggerebek enam pasangan mesum lainnya. Senada dengan DA, beberapa di antaranya juga berupaya mengelabui petugas dengan mengaku telah menikah. Namun, ketika diminta, ternyata bidotanya berbeda.

Yang membuat miris, nyaris seluruh pasangan yang terciduk itu telah memiliki suami atau istri. Tentu itu tak sesuai dengan semangat kota Kebumen yang memiliki slogan kota Beriman.

Ternyata masih banyak dijumpai pasangan bukan suami istri berduaan di kamar hotel. Terbukti kemudian mereka membayar perempuan nakal untuk bermalam di hotel.

"Mayoritas semua sudah menikah. Jadi, para isteri di rumah tidak tahu," dia mengungkapkan.

Masngudin berharap, beragam razia mo-limo yang rutin digelar Polres mampu menekan penyakit masyarakat yang meresahkan.


 Sumber : Liputan6.com

Rabu, 27 Desember 2017

Romantisme Pagi Sambil Jajal Nyali di Bukit Hud

Menguji adrenalin dengan janji romantis di Bukit Hud, Kebumen. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Libur akhir tahun menjadi berkah bagi pengelola wisata di berbagai daerah. Salah satunya, Bukit Hud di Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Bukit Hud menyajikan landview yang unik nan spektakuler, dan barangkali menjadi satu di antara sedikit objek wisata yang menggabungkan dua view yang kontras. Alam perbukitan yang berlomba menyentuh awan berpadu dengan luasnya samudera.

Dari bukit ini, wisatawan dapat melihat luasnya Samudera Hindia tanpa penghalang. Angin yang bertiup dari tengah samudera menyegarkan tubuh. Apalagi, jika dinikmati dengan kelapa muda sembari menikmati birunya laut dan ombak-mbak yang bekejaran.

Tak aneh jika belakangan Bukit Hud menjadi destinasi yang ramai didatangi pelancong, apalagi di libur akhir tahun 2017 ini. Musababnya, bukit ini menjanjikan kisah romantis sekaligus menguji adrenalin lewat salah satu spot untuk berfoto ria.

Spot ini menjanjikan latar swafoto spektakuler. Saking spektakulernya, beberapa pasangan memilih untuk tak berdiri lantaran deru angin di ketinggian menciutkan nyali.

Pelancong ditantang berswafoto di ketinggian gardu pandang berbentuk kupu-kupu di tebing karang Bukit Hud yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Angin deras dipadu ketinggian tebing dari dasar pantai menciptakan suasana mencekam tapi romantis bagi sejoli yang tengah memadu kasih. Tak aneh jika pada peak season libur akhir tahun ini, kunjungan turis ke Bukit Hud meningkat 500 persen.

Berkat Swafoto Warganet

Popularitas Bukit Hud terangkat dengan maraknya foto-foto nan romantis yang diunggah warganet di dunia maya. Tentu, oleh sepasang kekasih yang telah menguji ketinggian Bukit Hud.

Biasanya, objek wisata yang terhitung baru ini hanya dikunjungi oleh sekitar 100 orang pada hari-hari biasa. Namun kini, objek wisata itu dikunjungi oleh lebih dari 500 orang per hari.

"Dibandingkan dengan hari-hari biasa memang ada kenaikan yang drastis pengunjung selama libur Natal," kata Aminasir, Ketua Pengelola Objek Wisata Bukit Hud, Rabu, 27 Desember 2017.

Anasir memperkirakan, kunjungan wisatawan akan terus naik hingga memasuki masa puncaknya pada tahun baru, 1 Januari 2018 mendatang.

Bahkan, jumlah kunjungan akhir 2017 ini lebih tinggi dibanding kunjungan wisatawan pada momentum Natal 2016 lalu. Hal itu bisa dimengerti lantaran Bukit Hud saat itu belum sepopuler saat ini.

Meski terjadi lonjakan yang signifikan, pengelola Bukit Hud tak menaikkan harga tiket di libur akhir tahun ini. Harga tiket masuk ke Bukit Hud dipatok normal, yakni Rp 5.000 per orang ditambah Rp 2.000 untuk ongkos parkir kendaraan.

Menjajal Camping Ground Bukit Hud

Libur akhir tahun ini juga dimanfaatkan pengelola wisata Bukit Hud untuk mengenalkan fasilitas baru yang bakal menjadi daya tarik anyar bagi wisatawan yang disebut Gerbang Cinta.

Kali ini, pengelola ingin menyajikan latar swafoto berlatar pegunungan dan pedesaan. Latar swafoto itu tentu beda dengan beberapa tempat swafoto lain di Bukit Hud yang berlatar lautan lepas.

Anasir menerangkan, Bukit Hud juga memiliki camping ground atau perkemahan yang biasa dimanfaatkan turis untuk berakhir pekan. Pengunjung bisa membawa tenda sendiri mapun menyewa dari pengelola.

"Objek wisata ini buka 24 jam, karena biasanya ada yang camp juga di bukit ini," Anasir menerangkan.

Di malam hari, turis bisa menyalakan api unggun dan membakar ikan laut, atau hanya sekadar menikmati jagung bakar di sejumlah gardu pandang yang ada di Bukit Hud, sembari menikmati pemandangan malam laut.

Lampu petromaks nelayan berkerlap-kerlip di kejauhan, timbul tenggelam di antara ombak-ombak Samudera Hindia.


| Sumber : Liputan6.com

Yuk, Ikuti Lomba Krenova 2018

KEBUMEN ( www.beritakebumen.info ) - Bappeda Kabupaten Kebumen kembali mengadakan lomba kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) tahun...