Tampilkan postingan dengan label SENI BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SENI BUDAYA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Januari 2018

Penyair Gombong Terbitkan Puisi Ngapak

Foto: suaramerdeka.com/Supriyanto
GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Semangat berkarya sastra sudah mendarah daging dalam diri Tunjung Kusnanto (60). Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai karyawan sebuah toko teknik di Gombong itu rajin mencurahkan perasaannya dalam karya puisi. Uniknya semua karyanya menggunakan bahasa ngapak khas Kebumen.

Ya, kumpulan karya Kus Diesel, panggilan akrabnya, kemudian dibukukan dalam sebuah kumpulan puisi bertajuk "waton Moni" yang akan diluncurkan di Roemah Martha Tilaar Gombong, Sabtu (27/1) mendatang.

Menurut Kus Diesel, panggilan akrabnya, puisi-puisi yang diciptakan merupakan hasil perenungan dan pengamatan dia terhadap berbagai hal yang dijumpai dalam hidup sehari-hari. "Puisi saya memang bukan puisi yang rumit. Bahasa yang saya gunakan sederhana, temanya pun sederhana. Kalaupun ada tema yang agak berat pasti saya ungkapkan dengan kacamata orang biasa seperti saya. Jadi kalau saya menulis mengenai korupsi misalnya, saya hanya semata mengungkapkan kepedihan orang kecil melihat para penguasa seenaknya mempermainkan kepercayaan rakyat," terang Kus.

Judul Beragam

Jika dilihat memang judul-judul puisi karya Kusnanto sangat beragam. Dia juga enteng saja mengangkat hal-hal remeh temah menjadi judul puisi, misalnya duit, beras bahkan beberapa merek mesin diesel pun bisa menjadi bahan puisinya.

Pegiat sastra Sabur Herdian Raamin menyampaikan apresiasinya atas terbitnya buku kumpulan puisi ini. Dia terkejut sekaligus terharu dengan karya Pak Kus. Buku karya Kusnanto membuktikan bahwa sastra milik semua orang. "Bahwa sastra lekat dengan hidup sehari-hari kita. Mungkin kita tidak sadar bahwa selama ini sudah mengerangkeng sastra ke dalam ruang kelas atau paling banter di atas panggung lomba.

"Tapi Kusnanto sudah membuktikan bahwa sastra milik semua, dan sastra ada di mana saja," ujarnya. (Supriyanto)


 | Sumber : Suara Merdeka (Supriyanto /SMNetwork /CN39 )

Rabu, 01 November 2017

Poniman Kenalkan Budaya Kebumen di Forum Internasional

Poniman Go Internasional, Duta Kebudayaan dan Duta Mahasiswa Kebumen




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Prestasi pemuda Kebumen ini patut dibanggakan. Mahasiswa asal Puring Kabupaten Kebumen, Poniman, memperkenalkan kebudayaan Kebumen seperti tarian Kuda Lumping, Wayang Kulit, dan Kerajinan khas Kebumen anyaman pandan pada forum Internasional di Malaysia. Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Sunan Kalijaga,Yogyakarta ini mepromosikan budaya lokal tersebut saat mengikuti International Student Exchange 2017.

Kegiatan yang dimulai 30 Oktober – 2 November 2017 tersebut dengan mengunjungi kampus-kampus terbaik di Malaysia yaitu Universitas Malaya (UM), Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), dan Institut Pendidikan Guru (IPG), Malaysia.

Kunjungan pertama ke Universitas Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia tanggal 31 Oktober 2017 dengan berbagai agenda keakademikan. Salah satunya Seminar Internasional yang dilaksanakan di Fakultas Pendidikan, Universitas Malaya.

Poniman selaku narasumber seminar membawakan tema “Effect of Knowledgeable Learning on the Value of Local Wisdom and Nationality Values on the Subject of Islamic Religious Education and Character to Multicultural Attitudes of Students." yang merupakan hasil risetnya di SMA N 1 Yogyakarta.

Dalam forum seminar Internasional tersebut, Pemerhati Pendidikan Indonesia dan Direktur LSKP Al Fikri Society Kebumen ini menyampaikan akan pentingnya penanaman pendidikan karakter dan nasionalisme. Sebab, isu mengenai intoleran, radikalisme, ISIS, dan isu SARA lainya telah mengancam keutuhan dan mengganggu kedaulatan NKRI.




Selain itu, Poniman juga mengenalkan wayang dan mementaskan Wayang Kulit lakon Pandawa Lima yang merupakan bentuk aplikasi hasil riset tersebut. Melalu pengenalan budaya lokal dan nilai kearifan lokal pada generasi penerus bangsa para pelajar dan mahasiswa akan mampu meningkatkan cinta tanah air dan religius yang lebih toleran sebagaimana strategi dakwah Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam ditanah Jawa melalui Kebudayaan Wayang khususnya. Kunjungan berikutnya ke Institut Pendidikan Guru (IPG), Malaysia 31 Oktober 2017 dengan melaksanakan seminar pendidikan.

Hari berikutnya Rabu, 1 November 2017 kunjungan dilaksanakan di Universitas Kebangsaan Malaysia dengan acara seminar pendidikan dan pementasan tarian dari mahasiswa Indonesia. Selain sebagai duta Mahasiswa dalam bidang keakademikan, Poniman menjadi duta Kebudayaan Indonesia. Salah satunya, Poniman mementaskan Tarian Kuda Lumping dengan kolaborasi tarian Wayang guna mengenalkan pesona budaya bangsa yang sangat beraneka ragam pada dunia Internasional khususnya pesona wisata alam Kebumen.

Dia juga memperkenalkan kerajian khas daerah kebumen seperti anyaman pandan menjadi barang yang bernilai seni tinggi dan unik, seperti tas dan tempat tisu.

Diharapkan melalui kegiatan Internasional akan meningkatkan wisatawan untuk berkunjung ke Kebumen sehingga meingkatkan kesejahteraan masyarakat. Kelestarian kebudayaan daerah Keebumen juga tetap terjaga melalui peran generasi muda Kebumen. (bk/pmn)




Yuk, Ikuti Lomba Krenova 2018

KEBUMEN ( www.beritakebumen.info ) - Bappeda Kabupaten Kebumen kembali mengadakan lomba kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) tahun...