Tampilkan postingan dengan label GOMBONG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GOMBONG. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

Tenggelam di Kolam Renang, Bocah 6 Tahun Meninggal Dunia





KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Seorang anak usia 6 tahun , Fauzi Wibowo, warga Desa Karangsari RT 04/03 Kec. Kebumen, Kab. Kebumen tenggelam di kolam renang dewasa di obwis Beteng Van Der Wijck Gombong, Minggu (4/2/2018) sekira pukul 12.00 WIB.

Kronologi kejadian, saat itu korban sedang melakukan kegiatan renang bersama rombongan dari Kelompok Bermain At Toibah Desa Karangsari Kebumen. Korban bersama rekan-rekannya awalnya hanya berenang di kolam anak kedalaman 60 cm. Kemudian korban hendak naik menemui ibunya yang saat itu sedang sibuk mencari ponselnya yang hilang. Korban tiba-tiba masuk ke kolam renang dewasa kedalaman 1,5 m. Korban yang tak bisa berenang pun tenggelam.

“Diduga korban naik hendak menemui ibunya tapi masuk ke kolam dewasa sehingga tenggelam,” ungkap Kapolsek Gombong AKP Hendrie Suryo Liquisasono.

Terpisah, Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, SIK.M.M melalui Kassubag Humas Polres Kebumen AKP Masngudin, M.Pd.I menerangkan, korban ditemukan dalam kondisi tenggelam kemudian ditolong oleh pengunjung kolam renang dan dibawa ke RS Palang Biru Gombong. Kendati demikian, nyawa bocah tersebut tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal pukul 12.12 WIB.

“Kami mengimbau para orang tua maupun guru pendamping saat dikolam ranang agar memperhatikan betul anak – anak dan anak didiknya jangan lengah dan lalai saat mengawasi bermaian di kolam renang karena anak kecil tentunya belum mahir berenang.” tutup Kasubbag Humas.



| Editor : bk01/mat | 

Sabtu, 20 Januari 2018

Penyair Gombong Terbitkan Puisi Ngapak

Foto: suaramerdeka.com/Supriyanto
GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Semangat berkarya sastra sudah mendarah daging dalam diri Tunjung Kusnanto (60). Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai karyawan sebuah toko teknik di Gombong itu rajin mencurahkan perasaannya dalam karya puisi. Uniknya semua karyanya menggunakan bahasa ngapak khas Kebumen.

Ya, kumpulan karya Kus Diesel, panggilan akrabnya, kemudian dibukukan dalam sebuah kumpulan puisi bertajuk "waton Moni" yang akan diluncurkan di Roemah Martha Tilaar Gombong, Sabtu (27/1) mendatang.

Menurut Kus Diesel, panggilan akrabnya, puisi-puisi yang diciptakan merupakan hasil perenungan dan pengamatan dia terhadap berbagai hal yang dijumpai dalam hidup sehari-hari. "Puisi saya memang bukan puisi yang rumit. Bahasa yang saya gunakan sederhana, temanya pun sederhana. Kalaupun ada tema yang agak berat pasti saya ungkapkan dengan kacamata orang biasa seperti saya. Jadi kalau saya menulis mengenai korupsi misalnya, saya hanya semata mengungkapkan kepedihan orang kecil melihat para penguasa seenaknya mempermainkan kepercayaan rakyat," terang Kus.

Judul Beragam

Jika dilihat memang judul-judul puisi karya Kusnanto sangat beragam. Dia juga enteng saja mengangkat hal-hal remeh temah menjadi judul puisi, misalnya duit, beras bahkan beberapa merek mesin diesel pun bisa menjadi bahan puisinya.

Pegiat sastra Sabur Herdian Raamin menyampaikan apresiasinya atas terbitnya buku kumpulan puisi ini. Dia terkejut sekaligus terharu dengan karya Pak Kus. Buku karya Kusnanto membuktikan bahwa sastra milik semua orang. "Bahwa sastra lekat dengan hidup sehari-hari kita. Mungkin kita tidak sadar bahwa selama ini sudah mengerangkeng sastra ke dalam ruang kelas atau paling banter di atas panggung lomba.

"Tapi Kusnanto sudah membuktikan bahwa sastra milik semua, dan sastra ada di mana saja," ujarnya. (Supriyanto)


 | Sumber : Suara Merdeka (Supriyanto /SMNetwork /CN39 )

Selasa, 26 Desember 2017

Pabrik Rokok Sintren dengan Historicalnya menjadi sebuah Wisata Heritage

Pabrik Rokok Sintren dengan Historicalnya menjadi sebuah Wisata Heritage
Pabrik Rokok Sintren tampak dari luar. (Photo: Yogi Permana)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Berdiri pada tahun 1950 di Gombong, oleh Bapak Agus Sugianto. Seorang pengusaha berpranakan Tionghoa, yang kini sudah diwariskan pada anaknya.

Beliau mendirikan Pabrik Rokok Sintren, yang meproduksi rokok-rokok siong. Asal kita tau, bahwa rokok siong merupakan rokok kelembak menyan, dikarenakan bahan bakunya berupa kelembak dan menyan yang kemudian dilinting dengan menggunakan kertas (Papir).

Pabrik Rokok Sintren Gombong mengalami masa jayanya pada tahun 1970 s.d 1980. Saat itu pabrik ini mempekerjakan karyawan sekitar 1200 orang. Dan pasarnya menyebar sampai ke luar jawa. Namun, dengan perkembangan zaman yang semakin maju, dan rokokpun semakin berubah menjadi era-nya rokok kretek dan sekarang ditambah dengan rokok elektrik (vapor), prosuksinya menurun. Sekarang karyawannya tidak lebih dari 100 orang.

Pada tahun 1987 pak Edi Hendrawanto lulus kuliah di Fakultas Ekonomi Untar Jakarta, setahun kemudian beliau diamanati untuk memegang kendali Pabrik Rokok Sintren Gombong. Selama kurang lebih 2 tahun, Pak Edi di-training oleh ayahnya, Pak Agus Sugiyanto. Baru setelah 2 tahun itu, beliau dilepas untuk benar-benar memegang kendali Pabrik Rokok Sintren.

BACA SELENGKAPNYA....


http://www.atmosferku.com/2017/12/masih-eksisnya-pabrik-rokok-sintren.html


Reporter : Yogi Permana | Editor : -| Sumber : www.atmosferku.com

Selasa, 28 November 2017

Pembelajaran Fotografi Asyik “Tematik Gotik” di SMK Wongsorejo, Gombong


Pembelajaran Fotografi Asyik dengan Tema “Tematik Gotik” di SMK Wongsorejo, Gombong
Photo : Yogi Permana
GOMBONG (www.beritakebumen.info) - SMK Wongsorejo Gombong merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Kebumen yang sudah lama berdiri. SMK swasta ini sangat mementingkan pengembangan karakter siswa-siswinya. Seiring berkembangnya zaman, SMK tersebut pun mesti memperbarui kualitasnya guna mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya termasuk dengan sekolah ngeri. Apalagi sekarang dalam arus globalisasi, SMK setidaknya mesti menambahkan kejuruan baru untuk menunjang mutu dan kualitas, salah satunya adalah jurusan multimedia. 

Asal diketahui saja, bahwa Multimedia adalah jurusan baru di SMK Wongsorejo yang umurnya belum genap 1 tahun, agar mampu mengikuti perkembangan zaman terutama dalam bidang Informasi Teknologi, dengan melihat bahwa multimedia sudah sangat dibutuhkan di SMK Wongsorejo, sekolah lainnya maupun instansi lainnya. 

Multimedia sendiri tidak hanya mempelajari tentang seluk beluk komputer dan jaringan, namun banyak hal seperti belajar photoshop, corel draw, fotografi dan videografi. Untuk menunjang itu, diadakan Kegiatan mingguan, seperti minggu ini dengan belajar mengenai ilmu fotografi. Minggu ini siswa-siswi melakukan pembelajaran mengenai fotografi, yang bertema “tematik gotik”. 

Maksudnya gotik disini, siswa-siswa memakai model dari kalangan sendiri, dengan satu sama lain saling merias, kemudian kebanyakan memakai baju dominan hitam, dandanan seram menyerupai setan. Cara belajar fotografi disini memang tidak terlalu menekan kepada materi atau teori, namun lebih kepada perasaan senang. 

“Jika sebuah kegiatan dilakukan dengan perasaan senang maka kelanjutanya akan mudah terbentuk dan mudah untuk melakukan tematik apapun. Intinya membuat siswa enjoy maka merekapun akan dapat menangkap setiap materi yang langsung diberikan saat praktek, tanpa harus didikte”, tutur Pak Faisal Ahmad selaku guru pembibing jurusan multimedia pada Rabu (22/11) di SMK Wongsorejo Gombong. 

Bukan hanya mendapatkan pembelajaran yang berharga tentang fotografi dari Pak Faisal, tetapi hari itu kita kedatangan tamu dari Berita Kebumen, Mas Yogi Permana dan Mas Anom dari Klamite Gombong yang seorang Desain Grafis. Selain ikut serta meramaikan kegiatan ekstra, mereka berdua juga memotivasi kita untuk lebih baik lagi kedepannya. 

Seperti yang di katakana oleh Mas Yogi, “bahwa kita harus belajar untuk lebih peka dengan keadaan sekitar, dan bisa memposisikan diri sendiri dalam perannya”

Memang itu sangat tepat, karena kemaren kita belum mampu menjiwai dengan tingkah dan mimik yang seram sesuai tema serta perannya masing-masing. 

“Memilih model syaratnya tidak lagi dari fisik yang mulus, cantik, tetapi harus dengan naluri keunggulannya”, ungkap Mas Anom. 

Bagi kita yang perempuan, semakin ingin belajar dengan mengeksplore lebih peran masing-masing untuk pembelajaran yang selanjutnya. 


Reporter : Putri Nanda Aling | Editor : Yogi P | 

Kamis, 19 Oktober 2017

Belum Genap Setahun Dibangun, Atap GOR Ambruk

Warga membersihkan reruntuhan atap GOR. (Foto: Humas Polres Kebumen)




GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Atap sebuah Gedung Olah Raga (GOR) kebanggaan warga desa Klopogondo, Gombong ambruk, Kamis (18/10) pagi. Diperkirakan, robohnya GOR yang belum genap setahun dibangun itu karena kesalahan kontruksi pada bagian rangka penopang genteng.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti melalui Kapolsek Gombong AKP Hendrie Suryo Liquisasono, membenarkan peristiwa itu.

“Dari hasil olah TKP, diperkirakan rangka atap tidak kuat menyangga genteng. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu,” terang AKP Hendrie.

Informasi yang diperolah, GOR yang berdiri dikompek sekolah MI Muhamad Nur Safri desa Klopogodo merupakan wakaf dari warga bernama Faizol Muslim yang sukses dan tinggal di Jakarta.


Gedung serba guna tersebut dibangun pada bulan November 2016, panjang 25 meter lebar 12 meter menggunakan balok cor. Sedangkan atap menggunakan baja ringan, genteng morando, Tanpa penyangga. Proses pengerjaanya, saat itu dipercayakan oleh Suratno warga setempat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.u, diperkirakan, bangunan mengalami kerugian 200 juta rupiah.

Kesalahan perhitungan dalam membangun sebuah bangunan dapat berakibat buruk. Resikonya, bukan hanya bangunan itu tidak bertahan lama, namun yang lebih serius, bangunan dapat rusak tanpa ada tanda tanda sebelumnya.  (bk/res)



Senin, 16 Oktober 2017

Gagahi Mawar di Bulak Sawah, Tiga Pemuda Diringkus Polisi

GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Kejahatan asusila kembali terjadi. Mawar (21), bukan nama sebenarnya, tak pernah menyangka kesuciannya akan terenggut oleh teman prianya sendiri AK (24). Tidak sendirian, AK melakukan perbuatan bejadnya dengan dibantu rekannya AM (34) dan AG (26). Akibat perbuatan mereka, ketiga pemuda ini pun harus berurusan dengan polisi.

Salah satu tersangka dimintai keteragan di Mapolsek Gombong, Minggu 16 Oktober 2017 malam.




Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Mawar, warga Kecamatan Buayan, main ke rumah AK, Sabtu (14/10/2017) petang. Tak lama kemudian dua teman AK, yakni AM dan AG juga datang. Mereka bertiga mabuk-mabukan dengan ditemani Mawar.

Ketika malam semakin larut, Mawar pamit pulang dengan diantar oleh ketiga pemuda tersebut. Mawar dibonceng AK, sedangkan AM berboncengan dengan AG. Bukannya diantar ke rumahnya, tetapi dibelokan ke bulakan sawah yang sepi dan gelap di Desa Kemukus, Kecamatan Gombong.

Di tempat inilah sekitar pukul 22.30 WIB, Mawar digagahi oleh AK dengan dibantu oleh kedua temannnya tersebut. AM bertugas memegangi tangan korban, sedangkan AG membekap mulut korban.

Setelah AK , melampiaskan nafsunya, giliran AM yang beraksi. Namun, saat AM lengah korban dapat melarikan diri dan ditolong oleh dua warga setempat. Korban pun diantarkan ke Mapolsek Gombong untuk melaporkan kejadian yang menimpanya.

Kapolsek Gombong, AKP Hendrie Suryo Liquisasono, mengatakan setelah mendapat laporan tersebut pihaknya langsung bergerak cepat dengan mencari tiga pelaku. "Kami langsung terjunkan tim untuk mencari tiga pelaku," ujar Hendrie Suryo.

Kurang dari 24 jam, Anggota Reskrim Polsek Gombong dipimpin Kanit Reskrim Iptu Suwarto, berhasil menangkap ketiga pelaku pada Minggu 15 Oktober 2017 sekitar pukul 20.00 WIB. Ketiganya ditangkap tanpa perlawanan saat berada di sebuah bengkel di Kecamatan Puring.

Hendrie membeberkan, dari keterang salah satu tersangka AK nekad berbuat tindakan asusila terhadap korban karena sakit hati cintanya ditolak.

"Ketiga tersangka kami tahan, dalam perkara pemerkosaan, sesuai pasal 285 KUH Pidana dengan ancaman hukuman selama-selamanya dua belas tahun penjara," tegas AKP Hendri.


Yuk, Ikuti Lomba Krenova 2018

KEBUMEN ( www.beritakebumen.info ) - Bappeda Kabupaten Kebumen kembali mengadakan lomba kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) tahun...