Tampilkan postingan dengan label PERISTIWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERISTIWA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Januari 2018

Berawal dari Facebook, Seorang Gadis Disetubuhi Pemuda Kenalannya Hingga 7 Kali

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Orang tua nampaknya harus semakin pandai mengawasi pergaulan anaknya di dunia maya. Begitu pun para remaja, agar lebih bijak dalam bersosial media dan tak mudah termakan tipu daya. Seorang gadis asal kebumen, sebut saja Bunga (17) menjadi korban rayuan gombal pemuda yang dikenalnya melalui jejaring sosial facebook.

Ia pun harus rela kehilangan kegadisannya setelah disetubuhi teman facebooknya yang diketahui bernama Febrian (19) asal Desa Selokerto, Kecamatan Sempor, Kebumen. Bahkan persetubuhan sudah dilakukan sebanyak tujuh kali di lokasi yang berbeda. Yakni di sebuah hotel di Yogyakarta, Purworejo, hingga di rumah pelaku.

Pertemuan pertama di Yogyakarta, mereka menginap dalam satu kamar di sebuah hotel , pada 3 Desember 2017. Sang gadis luluh setelah dirayu dan dijanjikan akan dinikahi hingga rela menyerahkan kehormatannya. Hubungan mereka berlanjut, terakhir pada 2 Januari 2018 tersangka mengajak korban di rumahnya.






Akibat kejadian itu, pelaku dilaporkan orang tua korban dan ditangkap oleh aparat kepolisian.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar menjelaskan, tersangka diamankan anggota Unit I Satresrkim Polres Kebumen, Selasa (15/1) di rumahnya Desa Selokerto, Kecamatan Sempor pukul 17.00.

"Tersangka diancam pasal 81 Undang-undang Nomor 17 2016 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman 15 tahun dan paling singkat 5 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar," ujar AKBP Arief Bahtiar.


Editor : bk01 | Sumber : Suara Merdeka

Kamis, 18 Januari 2018

Pekerja Bangunan Asal Kebumen Tewas Tersengat Listrik di Kota Serang

SERANG (www.beritakebumen.info) - Nasib nahas dialami oleh Yuwono (40) seorang buruh bangunan asal Kebumen, Jawa Tengah yang tewas terkena sengatan listrik saat memasang Kanopi di rumah saudaranya di Perum Griya Serang Asri, Blok D1 No.7 Rt.05 /10 Kelurahan Cipocok, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Kapolsek Cipocok, Kompol Ucu Syarifullah mengatakan, kronologis kejadian tersebut berawal pada saat korban sedang memasang kanopi yang terbuat dari baja ringan dirumah saudara sepupunya, namun saat itu kondisi tiang kanopi dalam keadaan basah lantaran diguyur hujan.

"Setelah hujan reda, korban naik keatap kanopi untuk melanjutkan pekerjaannya dan pada waktu itu korban sudah diingatkan oleh Irawan, selalu kernet tukang, tapi korban tidak menghiraukan dan melanjutkan pekerjaannya," kata Ucu saat ditemui di Kebon Kubil, Kota Serang, Kamis (18/1/2018).

Ia menjelaskan, setelah korban berada di atas bangunan, korban meminta Irawan untuk mengambilkan baud, namun saat mengambil baud, Irawan mendengar teriakan korban dan kemudian Irawan mendekati dan langsung menarik kaki korban.

"Irawan sempat mendengar teriakan korban 'aduh', pada saat kaki korban dipegang, terasa ada sengatan aliran listrik sehingga badan Irawan terpental dan selanjutnya Irawan berusaha minta pertolongan kemudian datang dua orang petugas keamanan komplek," jelasnya.

Ia juga menuturkan, setelah dua petugas keamanan tersebut datang, Irawan bersama petugas keamanan membawa korban ke RS Budi Asih, namun setibanya di RS Budi Asih nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia.

"Kejadiannya kemarin, sekitar jam 3 sore, kita masih menunggu perkembangan dari sepupunya itu, karena masih ada hubungan keluarga," pungkasnya.


Sumber : [ahi] newsmedia.co.id

Senin, 04 Desember 2017

Hendak Mengambil Air Malah Temukan Mayat Mengambang di Sumur





KARANGANYAR (www.beritakebumen.info) - Ahmad Sidik (57) terkejut ketika hendak mengambil air dari dalam sumur di Ds. Plarangan, Kec. Karanganyar, Kab. Kebumen. Betapa tidak, ia malah melihat kepala manusia mengapung diatas air sumur tersebut, Senin (4/12/17) sekira pukul 10.30 WIB.

Kejadian itu pun langsung dilaporkan untuk dicek kebenarannya. Saat itu juga, Piket Reskrim dan Inafis Polres Kebumen bersama Ka SPK Polres Kebumen menuju lokasi untuk melaksanakan olah TKP didampingi oleh anggota dari Polsek Karanganyar.






Anggota Polsek bersama warga sekitar mengevakuasi korban dari dalam sumur menggunakan tambang. Setelah berhasil dievakuasi, diketahui mayat tersebut adalah BDN (47) warga Desa Plarangan, Karanganyar, Kebumen.

Hasil pemeriksaan Tim kesehatan dari Puskesmas Karanganyar tidak ditemukan kejanggalan ataupun tanda - tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban depresi dan mencoba bunuh diri dengan lompat ke dalam sumur mengingat riwayat korban yang sudah lama mengidap penyakit yang cukup serius. Namun penyebab pasti korban bunuh diri masih didalami Reskrim Polsek Karanganyar.

Kapolsek Karanganyar AKP Mawakhir, S.H sangat menyayangkan kejadian tersebut, dan berharap kepada seluruh warga masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri dengan cara bunuh diri. (*)




 Editor : bk01/mat | Sumber : Inafis Polres Kebumen

Diduga Depresi, Pemuda Nekad Gantung Diri di Kandang Ayam





KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Seorang pemuda yang diduga depresi dan mengalami gangguan jiwa nekad mengahiri hidupnya dengan cara gantung diri di kandang ayam. Korban, AN (24) warga Desa Argopeni, Kebumen, pertama kali diketahui oleh Ibu Kandungya Wagiyah (65) pada Minggu (03/12) sekira pukul 15.30 WIB.

“AN melakukan gantung diri dengan cara mengikat lehernya menggunakan seutas tali plastik sepanjang 120 cm, dengan dibantu kursi plastik untuk melakukan bunuh diri itu” Papar Kapolsek Kebumen Iptu Sumardi, S.H., M.M.

Penuturan ibu korban, lanjut Kapolsek, saat itu sang ibu baru pulang bekerja sebagai buruh. Sesampainya di rumah, ia kemudian mencari AN yang ditinggal sendirian di dalam rumah, namun setelah dicari dikamarnya tidak juga ditemukan.

Ibu korban melanjutkan pencarian ke Masjid yang berjarak 100 meter dari rumahnya, namun tidak juga menemukan AN. Sekira pukul 15.30 WIB, ibu korban berinisiatif mencari di kandang ayam yang terletak disamping rumah. Diisitulah ibu korban menemukan AN menggantung di dalam kandang ayam dengan seutas tali plastik yang diikat pada rangka atap kandang.

Pada saat menggantung korban mengenakan pakaian kaos lengan pendek warna kuning, celana pendek warna kuning hijau. Melihat hal itu Ibu AN histeris dan memberitahukan kepada warga sekitar. Warga melaporkan kejadian ke Kepala Desa untuk dilaporkan ke Polsek Kebumen.

"AN pernah dirawat di RSJ Magelang pada tahun 2013 dan sampai sekarang masih menjalani pengobatan rawat jalan di unit gangguan jiwa Puskusmas Kebumen 2 dan diduga kaeran depresi dan penyakit gangguan jiwa yang didritanya tidak kunjung sembuh" Tutup Kapolsek.


| Editor : bk01 | Sumber : Humas Polres Kebumen

Korban Disekap, Perampok Bersenjata Gasak Uang Puluhan Juta

Perampokan di Desa Patukrejo, Bonorowo, Senin (4/12/2017). (Foto: Yusuf Wibowo/BK)




BONOROWO (www.beritakebumen.info) - Warga Patukrejo, Kecamatan Bonorowo, Kebumen menjadi korban kejahatan perampokan, Senin (4/12/2017). Kawanan perampok bersenjata menyekap dan mengancam akan membunuh keluarga Komari (55), peternak dan pengusaha toko kelontong. Uang tunai kurang lebih Rp. 48.663.000,-, empat unit handphone serta rokok 3 slop digasak kawanan perampok yang berjumlah 4 orang.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen, saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Kebumen dan Unit Reskrim Polsek Bonorowo Polres Kebumen.

"Saat kami melakukan olah TKP, para pelaku ini diduga masuk rumah dengan cara menjebol pagar tembok utara rumah korban, selanjutnya masuk melalui pintu dapur. Keterangan korban, pelaku itu berjumlah empat orang dengan ciri ciri memakai tutup kepala dan membawa sajam (senjata tajam)," ucap AKP Willy.

Peristiwa terjasi sekira pukul 03.00 WIB saat penghuni rumah terlelap tidur dan lingkungan sepi. Aksi perampokan pun berlangsung singkat, kurang lebih 30 menit.

Informasi yang dihimpun, setelah berhasil masuk rumah, kawanan perampok bersenjata mirip pistol, pedang, celurit bahkan kapak, langsung menuju kamar Sobir Riyan (26) anak korban. Pelaku lantas mengikat tangan dan kaki Sobir dan Riyan beserta istrinya Wulandari serta mengancamnya dengan senjata tajam.

Setelah itu kawanan perampok menuju kamar Komari di lantai 2, dan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan terhadap Riyan. Mulut dan mata juga dilakban.

"Setelah mengambil uang dan barang, kawanan perampok pergi meninggalkan rumah," tutur Sobir Riyan.

Kepada polisi, korban mengatakan jika rumahnya memang jarang dikunci, untuk memudahkan mengecek hewan ternaknya saat malam hari. (*)


| Editor : bk01/mat | 

Selasa, 28 November 2017

BKSDA Jateng Peringatkan Serangan Buaya di Sungai Luk Ulo Kebumen

Petugas memasang pamflet peringatan serangan buaya di Sungai Luk Ulo Kebumen. (GATRA/Ridlo/BKSDA Jateng)




BULUSPESANTREN (www.beritakebumen.info) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah memperingatkan warga agar tak beraktivitas di aliran Sungai Luk Ulo, Kebumen, terutama di daerah-daerah kemunculan kawanan buaya. Buaya itu, terakhir terdeteksi pekan ini di Desa Rantewringin Kecamatan Buluspaspesantren.

Koordinator Polisi Hutan BKSDA Jateng Wilayah Konservasi II, Rahmat Hidayat mengatakan buaya yang berada di habitatnya meningkatkan potensi konflik dengan manusia. Apalagi, sepanjang aliran sungai, banyak warga yang beraktivitas, mulai dari sekadar MCK hingga aktivitas penambangan.

Untuk itu, mulai pekan ini pihaknya memasang puluhan spanduk dan pamflet agar warga tak mendekat ke kawasan sungai yang terindikasi ada buayanya. Sejauh ini, BKSDA telah memasang 10 pamfelt di Desa Rantewringin dan muara sungai Luk Ulo.

“Total pamflet berjumlah 30 buah yang akan dipasang secara bertahap di sepanjang alur sungai Luk Ulo. Terutama, di wilayah tempat buaya itu pernah muncul,” ucap Rahmat Hidayat, Sabtu (25/11).

Menurut Rahmat, pemasangan pamflet itu bertujuan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, sekaligus upaya preventif untuk mengantisipasi timbulnya korban jiwa di pihak warga. Ia pun meminta agar warga mengutamakan keselamatan dengan menghindari aktivitas di sungai Luk Ulo.

Terkait upaya penangkapan buaya di Kedungwinangun yang gagal, Rahmat mengimbau agar warga tak lagi berusaha menangkap buaya. Pasalnya, buaya adalah jenis predator yang agresif dan bisa mencelaki manusia. Terbaik, warga mengisolasi buaya yang menampakkan diri sambil menunggu petugas BKSDA datang untuk menangkap.

“Laporkan kepada aparat kepolisian, pemerintah desa atau langsung melapor kepada kami,” tandasnya.

Sebelumnya, pada pertengah Oktober 2017, warga juga dibuat heboh oleh buaya sepanjang 4 meter yang terdampar di areal persawahan desa Kedungwinangun Kecamatan Klirong, sekitar 3 kilometer dari Rantewringin. Buaya muara (Crocodylus porosus) itu diduga terseret banjir besar sungai dan akhirnya mendarat di persawahan warga. Predator itu didapati tengah berendam di lumpur oleh seorang petani.

Beberapa waktu sebelumnya, mamalia peninggalan zaman dinosaurus itu menampakkan diri di sepanjang aliran Sungai Luklulo yang membentang dari pegunungan utara Kebumen hingga bermuara di Laut Selatan Jawa. Tercatat, kawanan buaya muncul enam kali sejak musim kemarau di berbagai desa sepanjang Sungai Luk Ulo.


 Sumber : Gatra.com

Setubuhi Muridnya Berkali-kali, Oknum Guru Mesum Ditangkap Polisi





KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Seorang guru seharusnya menjadi sosok teladan yang bisa digugu dan ditiru oleh para muridnya. Namun kelakuan bejad oknum guru Bahasa Inggris di salah satu SMK di Karanggayam ini benar-benar keterlaluan. Ia, ES (25) warga Banioro Karangsambung tega menyetubuhi muridnya, Bunga (16) bukan nama asli warga kecamatan Sadang Kebumen berkali-kali.

“Kasus ini tengah ditangani Unit PPA Polres Kebumen. Tersangka masih menjalani pemeriksaan. Tersangka sudah mengakui perbuatannya,” ucap Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto.

Pelaku mengancaman korban akan mengeluarkan dari sekolahnya, jika tidak melayani nafsu bejat tersebut. Kepada penyidik, ES yang kini berstatus tersangka itu mengaku telah menggagahi sebanyak empat kali.

Informasi yang dihimpun, pelaku melakukan aksi bejadnya pertama kali di rumah korban Minggu, 17 April 2017 siang sekira pukul 13.30 WIB. Saat itu, kondisi rumah sepi hanya ada pelaku dan korban. Pelaku membujuk korban untuk melayani nafsu bejadnya hingga terjadilah persetubuhan yang pertama itu.




Persetubuhan yang kedua dilakukan pelaku Kamis, 7 September 2017 di di rumah kost korban di daerah Kebumen kota. Selanjutnya korban juga digagahi lagi di daerah Banjarnegara sebanyak dua kali saat menjalani pengobatan alternatif.

Perbuatan tersangka terungkap usai korban melapor kepada orangtuanya. Kesal dengan ulah tersangka, orang tua korban melaporkan hal tersebut kepada polisi. Polisi pun bergegas menangkap tersangka di rumahnya Jumat (24/11/2017)

Saat penggeledahan, polisi menemukan alat kontrasepsi di tas tersebut. Polisi juga menemukan beberapa chat mesum tersangka dengan beberapa wanita lain pada ponsel pintar miliknya yang intinya ajakan berhubungan badan.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal pasal 81 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang persetubuhan d bawah umur undang undang perlindungan anak. Tersangka diancam kurungan minimal 5 tahun penjara.



 | Editor : Rahmat | Sumber : Humas Polres Kebumen

Kamis, 23 November 2017

Kecelakaan Tunggal, Warga Kebumen Menabrak Tiang Listrik





MAGELANG (www.beritakebumen.info) - Warga Kebumen mengalami kecelakaan tunggal, mirip dengan kecelakaan yang dialami Setya Novanto, menabrak tiang listrik di ruas jalan Magelang-Purworejo, tepatnya di Desa Pirikan, Kecamatan Mertoyudan, Kamis (23/11/2017) sore.

Kejadian bermula saat sebuah mobil jenis MPV warna silver nomor polisi AA 8537 RD melaju dari arah Purworejo ke arah Magelang. Mobil tersebut dikemudikan oleh Ikhsan (57), warga Desa Sidoharum, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen. Bersamanya, ada dua orang penumpang lain, yakni istrinya Waginem (55) dan adiknya Abdul Haq (43).

"Saya dari Gombong mau ke RSUD Magelang, besuk saudara," kata pengemudi, Ikhsan, kepada detikcom di lokasi kejadian.

Pensiunan guru itu mengaku mengemudikan kendaraan dengan kecepatan sedang, yakni 40km/jam. Meski demikian, saat sampai di lokasi kejadian, dirinya mengaku kehilangan kendali mobil hingga terpaksa membanting stir ke kiri. Akibatnya, mobil menabrak sebuah tiang teelpon yang berdiri tepat di pinggir jalan.

Mobil yang menabrak tiang telepon itu mengakibatkan bodi dan bemper depan penyok. Sementara tiang telepon hanya sedikit miring. Semua penumpang selamat.

"Kemungkinan karena saya mengantuk," tutur Ikhsan.




Kanit Laka Lantas Polres Magelang, Ipda Abdillah mengatakan, kecelakaan ini tidak sampai mengakibatkan korban jiwa.

"Hanya kendaraan yang mengalami kerusakan pada bagian depan. Sementara kendaraan dibawa ke Kantor Unit Laka untuk proses penyelidikan lebih lanjut," kata Abdillah.

Sementara itu, arus lalu lintas arah Magelang-Purworejo sempat padat saat proses evakuasi mobil berlangsung. Meski demikian, tidak sampai terjadi kemacetan lantaran hujan deras juga mengguyur lokasi kecelakaan.Mobil kemudian diangkut mobil derek towing.


 | Sumber : detik.com

Rabu, 22 November 2017

Buaya Lukulo Kembali Menampakkan Diri di Kutosari

Buaya muncul di Kutosari Kebumen. (Foto: Ilham/warganet BERITA KEBUMEN)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Buaya muara Sungai Lukulo kembali bikin geger. Masyarakat heboh dengan kemunculan kembali buaya di bagian hilir sungai Lukulo, tepatnya di belakang Ponpes Al Huda Jetis, Desa Kutosari Kecamatan, Kebumen, Rabu (22/11/2017).

Buce (58) warga RT 04 RW 03 Desa Kutosari Kecamatan Kebumen pertama kali melihat sekor buaya mengambang di permukaan air saat sedang bersih-bersih di depan rumahnya sekitar pukul 07.00 WIB pagi.

"Awalnya saya kira daun pisang. Setelah saya amati ternyata buaya besar sekali," katanya.

Kabar kemunculan buaya menyebar degan cepat. Seorang warganet, Ilham, mengunggahnya melalui media sosial facebook di grup Berita Kebumen Rabu pagi. Ia menambahkan narasi "Gie lur buayane wis tekan jetis kutosari, ati ati sing arep mancing, nek arep nonton ya ora papa gie mumpung esih gelem nongol". Warga pun berbondong-bondong penasaran ingin menyaksikan kemunculan buaya berukuran sekitar 5 meter itu.




Buaya itu pun menjadi tontonan. Meski banyak yang penasaran, sebagian warga mengaku khawatir jika buaya naik ke darat seperti kejadian di Klirong beberapa waktu lalu.

Kepala Desa Kutosari, Ma'ud, membenarkan adanya buaya di Kutosari. "Benar ada buaya muncul di sungai dekat permukiman warga," katanya.

Ia menghimbau kepada warganya yang rumahnya dekat dengan Sungai Lukulo untuk selalu waspada. "Harus selalu waspada apabila buaya muncul lagi, buaya binatang buas dan berbahaya," katanya.


Editor : Rahmat | Sumber : Berita Kebumen - Kebumenekspres

Senin, 06 November 2017

Jenazah Korban Hanyut di Pantai Bocor Diserahkan ke Pihak Keluarga, Satu Korban Masih Dalam Pencarian

Korban laka laut pada hari Minggu, 5 November 2017 di Pantai Setrojenar sampai di rumah duka di Purbalingga 6 November 2017 pukul 17.00 WIB . (Foto: PMI Kebumen)




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Jenazah Nurul (19), salah satu korban hanyut di Pantai Bocor, Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren Kebumen diserahkan ke pihak keluarganya di Purbalingga, Senin (6/11/2017) sore.

Mayat Nurul ditemukan pertama kali oleh nelayan sekaligus anggota SAR Lawet Perkasa, Solihin (45) dan Poniman (45), sedang menjaring ikan di perairan pantai Petanahan, Senin (6/11/2017) pagi atau radius 10 km dari tempat kejadian. Tim SAR lantas menindaklanjuti laporan tersebut. Saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia. Jenasahnya kemudian dievakuasi dengan perahu milik SAR Lawet Perkasa. Karena besarnya ombak di wilayah itu, mereka melakukan evakuasi korban ke pantai Logending, Kecamatan Ayah.

"Karena ombak tinggi, Tim SAR memutuskan masuk melalui TPI Logending dan evakuasi selesai pukul 12.30 WIB. Jenasah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Kebumen untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh tim Inafis Polres Kebumen," kata Muhyidin yang bersama Ketua Tim SAR Elang Lawet Perkasa, Bejo Priyono.




Korban selanjutnya dibawa ke RSUD dr Sudirman Kebumen untuk divisum. Setelah dilakukan perawatan di kamar jenazah RSUD Sudirman Kebumen, korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Purbalingga.

Sementara itu, satu korban lain yang juga kekasih Nurul, Dwi Arif Ismoyo (22) warga RT 4 RW 1 Desa Babakan Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga hingga saat ini masih dalam pencarian oleh petugas.

Kedua pasangan remaja itu hanyut di Pantai Bocor Desa Setrojenar Kecamatan Buluspesantren, Minggu (5/11/2017) sekitar pukul 14.30 WIB.

Upaya pencarian melibatkan 50 personil tim SAR gabungan terdiri dari PMI, Orari, SAR Tunas Kelapa, RAPI, Elang Perkasa dan organisasi relawan lainnya.



Minggu, 05 November 2017

Sepasang Remaja Hilang Terseret Ombak Pantai Selatan





BULUSPESANTREN (www.beritakebumen.info) - Sepasang remaja yang sedang menikmati liburan di Pantai Setrojenar, Buluspesantren, Kebumen hilang terseret ombak pantai, Minggu (5/11/2017). Mereka adalah Dwi Arif Ismoyo (22) dan Nurul (19), keduanya merupakan warga Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga.

Penjaga pantai berupaya menolong korban, yang merupakan pasangan kekasih tersebut, dengan melemparkan ban sebagai pelampung, namun tidak berhasil. KOrban pun hilang tertelan ombak pantai yang ganas.

Upaya pencarian korban dilakukan oleh BPBD Kabupaten Kebumen dan Tim SAR gabungan. Namun hingga petang belum juga membuahkan hasil.






“Pencarian kami lanjutkan besok (6/11/2017) pagi, sembari memasang lampu tembak dan menyisir garis pantai,” kata Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap, Mulwahyono.

Menurut Mulwahyono, peristiwa bermula saat kedua korban datang ke Pantai Setrojenar bersama rekan-rekannya yakni Andika Yulianto (21) dan Anggi Widihastuti (20). Dua sejoli ini berangkat dari Purbalingga dan sampai di Kebumen sekitar pukul 13.45 WIB.

“Korban mandi di pantai sekitar pukul 14.30 WIB, kemungkinan kedua korban terseret ombak karena berenang terlalu jauh dari bibir pantai,” bebernya.

Dari keterangan para saksi, korban Dwi Arif Ismoyo memakai celana pendek berwarna putih abu-abu dan tidak memakai baju.

Sementara korban Nurul memakai kaos motif garis coklat abu-abu dan celana pendek warna hitam. (*)



Rabu, 01 November 2017

Truk Tabrak Warung Nasi, Muatan Gula Pasir Berhamburan

Warung nasi hancur diseruduk truk bermuatan pasir. (Foto: Bagus Pribadi/GrupBK)




SRUWENG (www.beritakebumen.info) - Sebuah truk tronton bermuatan gula pasir menabrak sebuah warung nasi di Jalan Nasional, tepatnya di Simpang Lima, masuk Desa Jabres, Kecamatan Sruweng, Rabu (1/11/2017) sekira pukul 01.00 WIB. Meski tak ada korban jiwa, warung mengalami kerusakan parah.

Informasi yang dihimpun, kronologi bermula ketika truk dengan nomor polisi (nopol) W 9082 UR tengah dalam perjalanan Cilacap-Pasuruhan Jawa Timur dengan membawa gula pasir tak kurang dari 3 ton.

Diduga ugal-ugalan dan tak mengenal medan, truk tronton oleng dan nyaris menabrak kerumunan tukang ojek yang sedang mangkal di tepi jalan. Truk baru berhenti setelah menabrak warung milik warga disertai suara benturan keras.

"Suaranya keras sekali. Tadinya saya kira gempa," kata Sahidan (50) bersama anaknya Hofifah (17), warga yang tinggal tak jauh dari lokasi.

Joko Triono (40), tukang ojek yang mangkal tak jauh dari lokasi kecelakaan mengatakan sempat melihat truk tersebut melaju kencang dari arah Barat.




"Truk juga salip-salipan dengan truk lain. Tidak lama kemudian, truk oleng ke arah kami, lalu saya lari. Baru setelah itu saya tahu truk guling dan menghantam warung," kata warga RT 02 RW 02 Dukuh Lemah Rata Desa Pengempon Kecamatan Sruweng tersebut.

Joko memang selamat dari kejadian itu. Namun, sepeda motor dengan nopol AA 5476 FD miliknya tertimbun gula pasir yang tumpah dari badan truk.

Muatan gula pasir itu juga menimpa warung yang rusak akibat insiden ini.

Beruntung, pada saat kejadian, pemilik warung nasi, Udin, tidak tidur dalam warung yang baru dibuka sekitar dua bulan lalu itu. "Sebelumnya saya biasa tidur di warung. Tapi pada malam kejadian perasaan saya tidak enak, jadi saya tidur di rumah," warga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat tersebut.

Hingga kemarin sore, truk gandengan yang terpisah sudah dievakuasi menggunakan mobil derek. Namun tumpukan gula masih tergeletak di pinggir jalan. (*/KebumenEkspres)



Rabu, 25 Oktober 2017

Orang Gila Bermain Api, Rumah Kosong pun Terbakar





KARANGANYAR (www.beritakebumen.info) - Sebuah rumah kosong di Gg Mangga RT 02 RW 02 Kelurahan/Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen terbakar, Rabu (25/10/2017) sekitar pukul 17.20 WIB. Menurut keterangan warga, penyebab kebakaran adalah orang dengan gangguan jiwa yang membakar serpihan kayu dan langsung merambat ke bagian atas dapur rumah. Dapur berukuran 5 x 7 meter itu pun terbakar.

Kasie Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kebumen, Arif Rahmadi membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. "Dari warga diperoleh keterangan, orang dengan gangguan jiwa itu keluar dari dapur rumah persis saat terjadi kebakaran," kata Arif, Rabu malam.

Warga yang mengetahui peristiwa itu langsung melaporkannya ke Pos Pemadam Kebakaran Gombong. Regu Damkar dengan kekuatan 2 armada dan 1 tangki tiba di lokasi tak lama setelah mendapat laporan dan memadamkan api.

"Dalam waktu kurang dari 20 menit api dapat dipadamkan sehingga tidak merambat ke bagian depan dan rumah di sebelahnya," ujarnya.

Rumah yang terbakar tersebut diketahui milik Burhan yang sudah meninggal dunia. (*)


Selasa, 24 Oktober 2017

Nyemplung Sumur, Ibu Satu Anak Bunuh Diri Karena Depresi Ditinggal Suami





KLIRONG (www.beritakebumen.info) - Siti Robingah (55), warga Desa Karangglonggong, Kecamatan Klirong ditemukan meninggal di dalam sumur rumah kosong, Minggu (22/10/2017). Ibu satu anak ini diduga nekat bunuh diri dengan cara nyemplung ke dalam sumur diduga karena depresi setelah suaminya meninggal beberapa tahun lalu.

Korban memiliki anak laki laki yang telah menikah dan merantau. Korban tinggal bersama saudaranya di Klirong.

Dari rumah korban, letak TKP ditemukannya korban, kurang lebih berjarak 200an meter.

Kapolsek Klirong, AKP Diyono yang turun langsung memimpin olah TKP bersama Inafis Polres Kebumen, mengungkapkan peristiwa ditemukannya korban sekira pukul 17.30 WIB oleh Muhammad Daldiri (46) saudara korban.

“Saat itu, salah satu keluarga korban hendak mencari keberadaan korban. Namun, saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal di sumur rumah kosong yang pernah ia tinggali,” kata Kapolsek.

“Setelah mendapatkan laporan adanya peristiwa tersebut, pada pukul 19.30 WIB kita melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Korban melakukan aksi bunuh diri dengan cara masuk ke dalam sumur yang ada di dekat rumah korban dengan menggunakan kursi kayu yang diletakan di pinggir sumur,” papar Diyono.




Diyono menuturkan, ketinggian lubang sumur dari tanah yakni sekitar 100 cm. Dari hasil pemeriksaan oleh tim medis dari Puskesmas Klirong 2 tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.

Korban meninggal diperkirakan sekitar pukul 17.15 WIB,” terangnya.

Setelah selesai melakukan evakuasi dan pemeriksaan, pihaknya kemudian menyerahkan korban kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.

Menurut Keterangan dari pihak keluarga, korban beberapa waktu belakangan ini memang tengah mengalami depresi. Sebelumnya korban juga pernah melakukan percobaan bunuh diri, namun berhasil digagalkan,” imbuhnya.

Keterangan dari pihak keluarga, korban mengalami depresiasi setelah suaminya meninggal beberapa tahun lalu. Hingga ditemukan meninggal, sebelumnya, korban masih menjalani pengobatan rutin. (/reskbm)



Sabtu, 21 Oktober 2017

Mayat Pria Mengambang di Sumur Masjid Gegerkan Jama'ah Sholat Jumat

Jenazah setelah diangkat dari sumur.




KARANGANYAR (www.beritakebumen.info) - Warga Karanganyar, Kebumen ditemukan tewas mengapung di sumur komplek masjid Al Mujahidin, Jumat (20/10/2017) siang. Sontak, peristiwa tersebut membuat jamaah Sholat Jum'at geger.

Keterangan dari Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti melalui Kapolsek Karanganyar AKP Mawakhir, korban yang tewas tercebur sumur adalah Tulus Sunarjo (33) warga setempat.

Penuturan warga kepada polisi, korban menderita gangguan jiwa.

Peristiwa nahas itu pertama kali disaksikan oleh Yogi dan Andri warga setempat saat akan mengikuti jama'ah sholat Jum'at di masjid tersebut.

"Saat itu, saksi Yogi dan Andri akan pergi ke toilet Masjid. Namun saat melintas di dekat sumur, mereka melihat korban sudah mengambang dengan posisi telungkup. Selanjutnya mereka melaporkan ke kami," terang AKP Mawakhir.

Polisi yang datang dibantu para jama'ah sholat Jum'at, selanjutnya melakukan evakuasi menggunakn bantuan tangga dan tali untuk mengangkat tubuh korban.

Namun saat terangkat, jiwanya tidak tertolong.

Penjelasan AKP Mawakhir, dimungkinkan korban meninggal karena penyakit kambuh.

"Saat kami lakukan pengecekan bersama petugas medis, tidak ada tanda penganiayaan. Korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga," ucapnya.



Kamis, 19 Oktober 2017

Belum Genap Setahun Dibangun, Atap GOR Ambruk

Warga membersihkan reruntuhan atap GOR. (Foto: Humas Polres Kebumen)




GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Atap sebuah Gedung Olah Raga (GOR) kebanggaan warga desa Klopogondo, Gombong ambruk, Kamis (18/10) pagi. Diperkirakan, robohnya GOR yang belum genap setahun dibangun itu karena kesalahan kontruksi pada bagian rangka penopang genteng.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti melalui Kapolsek Gombong AKP Hendrie Suryo Liquisasono, membenarkan peristiwa itu.

“Dari hasil olah TKP, diperkirakan rangka atap tidak kuat menyangga genteng. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu,” terang AKP Hendrie.

Informasi yang diperolah, GOR yang berdiri dikompek sekolah MI Muhamad Nur Safri desa Klopogodo merupakan wakaf dari warga bernama Faizol Muslim yang sukses dan tinggal di Jakarta.


Gedung serba guna tersebut dibangun pada bulan November 2016, panjang 25 meter lebar 12 meter menggunakan balok cor. Sedangkan atap menggunakan baja ringan, genteng morando, Tanpa penyangga. Proses pengerjaanya, saat itu dipercayakan oleh Suratno warga setempat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.u, diperkirakan, bangunan mengalami kerugian 200 juta rupiah.

Kesalahan perhitungan dalam membangun sebuah bangunan dapat berakibat buruk. Resikonya, bukan hanya bangunan itu tidak bertahan lama, namun yang lebih serius, bangunan dapat rusak tanpa ada tanda tanda sebelumnya.  (bk/res)



Rabu, 18 Oktober 2017

Warga Petanahan Tewas Kesetrum Saat Memangkas Pohon

Korban tersengat listrik saat memangkas pohon di halaman rumahnya. (Foto: facebook)




PETANAHAN (www.beritakebumen.info) - Warga Desa Nampudadi, Kecamatan Petanahan, Sodikin (60) meninggal dunia tersengat listrik saat memangkas pohon di halaman rumahnya sendiri, Rabu (18/10/2017) sore.

Peristiwa terjadi pukul 15.30 WIB. Bermula ketika warga RT 07 RW 04 tersebut sedang memangkas pohon lamtoro yang berada di depan rumahnya. Tak jauh dari lokasi, ada kabel listrik yang tak korban sadari ternyata bungkus kabel telah terkelupas. Dahan pohon yang ditebang korban tertiup angin dan jatuh di atas kabel tersebut. Bahkan sebagian kabel ada yang mengenai tubuh korban sehingga korban tersengat listrik. Korban pun meninggal seketika di atas pohon.

Warga pun geger. Jenzah sudah dievakuasi dan akan dimakamkan oleh pihak keluarga hari ini, Kamis (19/10/2017). Peristiwa ini menjadi perhatian bagi kita agar lebih waspada saat hendak memangkas pohon di halaman rumah. (BK/yp)



Selasa, 17 Oktober 2017

Ngeri, Buaya Besar Muncul di Persawahan Warga

Warga Kedungwinangun, Klirong berupaya menangkap buaya Lukulo yang naik ke persawahan Selasa (17/10/2017) pagi.
KLIRONG (www.beritakebumen.info) - Seekor buaya muncul di areal persawahan warga Dusun Pagak, Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong, Kebumen, Selasa (17/10/2017) pagi. Diduga buaya ukuran jumbo tersebut naik ke daratan karena air sungai Lukulo yang berjarak sekitar 50 meter dari tempat penemuan buaya tersebut meluap sejak Senin (16/10/2017).

Warga sekitar berupaya menagkap buaya dengan alat seadanya berupa tali yang dikaitkan pada bambu, namun gagal. Buaya justru terlihat mengamuk dengan naik ke daratan dan membuka moncongnya lebar-lebar sembari mengibaskan ekornya. Predarot itu berhasil meloloskan diri ke parti yang bermuara ke Sungai Lukulo.






Mengutip kompas.com, Petugas Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Jawa Tengah, Heru Sulistiyanto mengatakan, buaya muara yang naik ke areal persawahan berukuran panjang sekitar 3,5 meter.

Semula warga mengetahui keberadaan satwa karnivora tersebut sekitar pukul 05.30 WIB. "Mereka berusaha untuk menangkap hidup-hidup buaya muara itu, namun gagal karena terkendala pengetahuan cara penanganan satwa dan peralatan yang terbatas," katanya.

Kemudian, petugas dari BKSDA Jawa Tengah, Polres Kebumen, SAR Kebumen, dan Balai Pengelolaan Hutan (BPH) wilayah VII datang setelah mendapat laporan sekitar pukul 08.00 WIB.

“Sekitar satu jam setelah laporan diterima, kami dapat informasi jika buaya itu berhasil meloloskan diri masuk ke parit yang berjarak sekitar 30 meter dari areal sawah. Parit ini bermuara ke aliran Sungai Luk Ulo juga,” ujarnya.

Dari pantauan hingga sore ini, pihaknya memastikan satwa predator ini sudah berada di aliran Sungai Luk Ulo.




Heru mengimbau masyarakat terutama yang berada dan beraktivitas di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari perjumpaan secara langsung dengan buaya tersebut.

“Kami juga memberikan bantuan peralatan berupa jaring untuk antisipasi tindakan mengisolasi buaya jika naik ke daratan lagi,” jelas Heru.

Menurut Heru, konflik antara satwa liar terutama buaya di wilayah pesisir pantai selatan memang sering terjadi.

Selain karena daya jelajah buaya muara yang tergolong jauh hingga ratusan kilometer, keberadaan mangsa alami buaya berupa ikan, hingga terbawa luapan banjir, menjadi faktor utama masuknya buaya ke lingkungan masyarakat.

Pada tahun ini, BKSDA sedikitnya telah menerima empat laporan pertemuan warga dengan buaya muara.

“Buaya ini masuk jenis yang dilindungi Undang-undang, sehingga kami imbau masyarakat untuk mengutamakan menghindari pertemuan langsung dengan buaya. Jika memang meresahkan, biar petugas yang melakukan tindakan dengan mengevakuasi,” ujarnya. (*)



Senin, 16 Oktober 2017

Hujan Seharian, Tanggul Sungai Jebol. Sejumlah Wilayah di Kebumen Kebanjiran

Banjir di Bandung Sruni, Kebumen. (Foto: Uanggahan Warganet)




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Hujan mengguyur Kebumen sejak Senin (16/10/2017) pagi hingga Selasa (17/10/2017) tak kunjung reda. Masyarakat ramai-ramai melaporkan kondisi bajir yang melanda wilayahnya masing-masing.

Selain karena tingginya curah hujan, tanggul aliran sungai Kedungbener juga dilaporkan jebol dan meluap ke permukiman warga, Selasa (17/10/2017) dini hari. Akibatnya rumah warga di Desa Seliling, Surotrunan dan Bojongsari terendam banjir.

Informasi yang dihimpun, tanggul yang jebol ada di dua titik, yakni di Desa Surotrunan dan Desa Bojongsari. Ketinggian luapan banjir mengenang sampai ke dalam rumah setinggi lutut orang dewasa atau sekitar 40-70 cm. Petugas BPBD, SAR dan PMI serta relawan sudah turun ke lapangan memantau kondisi dan melakukan evakuasi.

"Kami PMI sedang mengevakuasi Seliling, Sruni, Bandung, Candimulyo, Sumberadi" tulis Fitriadi Prihartanto.

Laporan masyarakat terkait banjir di daerahnya dilakukan melalui media sosial sejak Senin dan terus bertambah sampai dengan berita ini ditulis. Beberapa wilayah sekitar kota Kebumen yang dilaporkan banjir diantaranya Desa Candimulyo Kebumen, Desa Jatisari Kebumen, Desa Sumberadi Kebumen, Desa Kalirejo Kebumen, Desa Seliling Alian, Desa Bandung (Sruni) Kebumen, Desa Surotrunan Alian, Desa Bojongsari Alian, Desa Wonosari Kebumen, Desa Tanahsari Kebumen.





| | | |


Berikut beberapa screenshoot laporan masyarakat di media sosial facebook.
















Gagahi Mawar di Bulak Sawah, Tiga Pemuda Diringkus Polisi

GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Kejahatan asusila kembali terjadi. Mawar (21), bukan nama sebenarnya, tak pernah menyangka kesuciannya akan terenggut oleh teman prianya sendiri AK (24). Tidak sendirian, AK melakukan perbuatan bejadnya dengan dibantu rekannya AM (34) dan AG (26). Akibat perbuatan mereka, ketiga pemuda ini pun harus berurusan dengan polisi.

Salah satu tersangka dimintai keteragan di Mapolsek Gombong, Minggu 16 Oktober 2017 malam.




Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Mawar, warga Kecamatan Buayan, main ke rumah AK, Sabtu (14/10/2017) petang. Tak lama kemudian dua teman AK, yakni AM dan AG juga datang. Mereka bertiga mabuk-mabukan dengan ditemani Mawar.

Ketika malam semakin larut, Mawar pamit pulang dengan diantar oleh ketiga pemuda tersebut. Mawar dibonceng AK, sedangkan AM berboncengan dengan AG. Bukannya diantar ke rumahnya, tetapi dibelokan ke bulakan sawah yang sepi dan gelap di Desa Kemukus, Kecamatan Gombong.

Di tempat inilah sekitar pukul 22.30 WIB, Mawar digagahi oleh AK dengan dibantu oleh kedua temannnya tersebut. AM bertugas memegangi tangan korban, sedangkan AG membekap mulut korban.

Setelah AK , melampiaskan nafsunya, giliran AM yang beraksi. Namun, saat AM lengah korban dapat melarikan diri dan ditolong oleh dua warga setempat. Korban pun diantarkan ke Mapolsek Gombong untuk melaporkan kejadian yang menimpanya.

Kapolsek Gombong, AKP Hendrie Suryo Liquisasono, mengatakan setelah mendapat laporan tersebut pihaknya langsung bergerak cepat dengan mencari tiga pelaku. "Kami langsung terjunkan tim untuk mencari tiga pelaku," ujar Hendrie Suryo.

Kurang dari 24 jam, Anggota Reskrim Polsek Gombong dipimpin Kanit Reskrim Iptu Suwarto, berhasil menangkap ketiga pelaku pada Minggu 15 Oktober 2017 sekitar pukul 20.00 WIB. Ketiganya ditangkap tanpa perlawanan saat berada di sebuah bengkel di Kecamatan Puring.

Hendrie membeberkan, dari keterang salah satu tersangka AK nekad berbuat tindakan asusila terhadap korban karena sakit hati cintanya ditolak.

"Ketiga tersangka kami tahan, dalam perkara pemerkosaan, sesuai pasal 285 KUH Pidana dengan ancaman hukuman selama-selamanya dua belas tahun penjara," tegas AKP Hendri.


Yuk, Ikuti Lomba Krenova 2018

KEBUMEN ( www.beritakebumen.info ) - Bappeda Kabupaten Kebumen kembali mengadakan lomba kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) tahun...