Tampilkan postingan dengan label PRESTASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PRESTASI. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Siswi SMK Muhammadiyah Kutowinangun Wakili Jawa Tengah pada Lomba PPKJ Tingkat Nasional

Attin Al Fieyani Lathifah, Siswi SMK Muhammadiyah Kutowinangun, penggagas Helem Inovasi Security System mendapat pendampingan Dishub Kebumen. (Foto: Ayis N Winata)




KUTOWINANGUN (www.beritakebumen.info) - Siswi SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Attin Al Fieyani Lathifah, akan mewakili Jawa Tengah pada lomba Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan (PPKJ) Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan di Bogor pada 26 Februari 2018 sampai 02 Maret 2018 mendatang.

Ia terpilih berkat Helem Inovasi Security System yang ia gagas bersama Dimas Teguh Kurniawan, rekan sekelas di Program Keahlian Ototronik SMK Muhammadiyah Kutowinangun masuk dalam kategori inovasi terbaik lomba PPKJ tingat Provinsi Jawa Tengah yang digelar pada Senin hingga Rabu, (17-19/07/2017) lalu di Semarang.

Kabid Keselamatan Transportasi Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kebumen, Wikan Tris Julianto, S. Sos dampingi siswi SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Attin Al Fieyani Lathifah persiapkan lomba Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan (PPKJ) tingkat Nasional pada Selasa, (30/01/2018).

Attin Al Fieyani Lathifah, Siswi SMK Muhammadiyah Kutowinangun, penggagas Helem Inovasi Security System mendapat pendampingan Dishub Kebumen. (Foto: Ayis N Winata)
Bermodal materi yang didapatkan saat pembelajaran pada Program Keahlian Ototronik SMK Muhammadiyah Kutowinangun ia terapkan untuk menggagas teknologi baru Inovasi Helem Scurity System.

“Menggunakan helem merupakan kewajiban saat berkendara, namun sayangnya tidak sedikit dari pengendara tidak menggunakan helem ketika berkendara. Oleh karena itu saya terinspirasi untuk menciptakan Inovasi Helem Scurity System, dimana prinsip kerjanya motor tidak akan hidup jika helem tidak digunakan. Selain itu pun jika digunakan lebih dari jarak satu meter motor akan mati secara otomatis”, ujar Atin.




Kabid Keselamatan Transportasi Jalan Dishub Kebumen, Wikan Tris Julianto sangat mengapresiasi akan inovasi yang mereka ciptakan.

“Memvariasikan motor dengan helem, disertai sensor sentuh sebagai alat keamanan dan keselamatan pengendara merupakan teknologi yang sangat bagus dan dibutuhkan untuk menunjang keamanan dan keselamatan pengendara”, katanya saat berkunjung ke SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Selasa, (30/01/2018).

Kedatangannya ke SMK Muhammadiyah Kutowinangun dalam rangka melakukan koordinasi dengan guru pembimbing Dra. Retno Dewanti dan Faturohman, ST yang akan berangkat ke Semarang membahas persiapan lomba PPKJ Tinggkat Nasional mendatang.

“Saya berharap Inovasi Helem Scurity System karya Atin ini bisa meraih peringkat terbaik pada
lomba PPKJ Tingkat Nasional mendatang”, imbuhnya. (Yis)


Reporter : Ayis N Winata | Editor: bk01/mat

Kebumen United Angels Puncaki Klasemen Liga Futsal Wanita Profesional

Foto bersama usai pertandingan. (Foto: Agatha Kurniawan/FB)




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Tim Futsal wanita, Kebumen United Angels (KUA), menduduki puncak klasemen sementara Liga Futsal Wanita Profesional 2018. Menyusul raihan poin sempurna pada lanjutan Liga Futsal Wanita Profesional 2018 yang digelar di GOR Sudiang, Makassar, 10-11 Februari 2018. Dalam dua laga yang digelar di venue tersebut, mereka tampil trengginas dan mampu meraih kemenangan besar.

Kemenangan pertama mereka raih atas Banteng Muda Malang dengan skor telak 12-1, Sabtu (10/2) malam. Sedangkan pada laga kedua yang digelar, Minggu (11/2) malam, Citra Adisti dan kawan-kawan mampu melumat Pansa FC dengan skor 7-1.

Praktis, kemenangan ini membuat Kebumen United memuncaki klasemen sementara Liga Futsal Wanita Profesional 2018. Itu lantaran mereka sudah mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan yang telah dijalani.


Editor : bk01/mat| Sumber : goal.com

Rabu, 17 Januari 2018

Kapolres Kebumen Berikan Reward Kepada Tiga Personil dan Seorang ASN

Kapolres Kebumen, AKBP Arief Bahtiar, memberikan reward kepada tiga personel polisi dan satu ASN saat upacara bendera, Rabu (17/1/2017). (Foto: Humas Polres Kebumen)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Kapolres Kebumen, AKBP Arief Bahtiar, memberikan reward kepada tiga personel polisi dan satu ASN saat upacara bendera, Rabu (17/1/2017).

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan tiga personel Polri mengungkap kasus pencurian sapi kurang dari 24 jam di Kecamatan Ayah dan kedisiplinan ASN dalam menjalankan tugas.

Tiga personel Polri yang mendapat Reward adalah Aiptu Joko Sulistio, Brigadir Agung Mahardika, Brigadir Tri Kuswoyo, kesemuanya adalah personel Unit Reskrim Polsek Ayah Polres Kebumen.

“Ke tiga personel itu berhasil mengungkap kasus pencurian sapi kurang dari 24 jam di Ayah. Ini sebuah prestasi. Pemberian Reward atau penghargaan ini dapat meningkatkan semangat agar lebih berprestasi,” terang Kapolres Kebumen AKBP Arief saat menjadi Inspektur Upacara 17-an.




Sementara satu personel ASN yang mendapat Reward adalah Penata Sri Siswati ASN Bag Ops Polres Kebumen. Sri Siswati mendapat Reward karena disiplin dalam menjalankan pekerjaan.

Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto menganggap pemberian reward kepada personel berprestasi layak diberikan.

“Penghargaan ini sekaligus untuk merangsang rekan rekannya agar lebih giat dan rajin dalam bertugas. Penghargaan yang diterima personel Polri merupakan kebanggaan tersendiri dalam berdinas,” ujar AKP Willy.

Pemberian penghargaan ini nantinya akan dilaporkan kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kapolda Jateng Irjenpol Condro Kirono sebagai catatan prestasi personel tersebut.


Editor : BK01| Sumber : Humas Polres Kebumen

Minggu, 03 Desember 2017

Menjadi Pemakalah Termuda, Mahasiswa Asal Kebumen Ini Punya Segudang Prestasi

Wisnu Pratama Iryanto (Foto: Dokumentasi Pribadi)




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Mahasiswa asal Kebumen, Wisnu Pratama Iryanto, menjadi pemakalah termuda pada Konferensi Nasional Klaster dan Hilirisasi Riset Berkelanjutan III Tahun 2017 yang diselenggarakan LPPM Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat bekerjasama dengan Risetdikti, 20 – 25 November 2017.

Mayoritas pemakalah pada kegiatan tersebut berasal dari kalangan dosen. Keberanian pemuda 19 tahun memaparkan hasil risetnya diantara para dosen pun mendapat apresiasi dari ketua pelaksana konferensi, Elita Amrina, phD.

” Wisnu merupakan pemakalah termuda di konferensi ini, mayoritas pemakalah memang dari dosen. Akan tetapi, saudara Wisnu berani memaparkan hasil riset dengan para dosen. Ini yang patut diberi jempol.” ujar Elita Amrina, phD

Wisnu merupakan mahasiswa semester 3 di Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH Unnes) yang merupakan pemuda asal Desa Pekunden Kecamatan Kutowinangun, Kebumen. Saat ini, ia sedang mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (Permata) Kemenristekdikti sampai Januari 2018.

Pada kesempatan ini, riset yang Wisnu presentasikan ialah hasil penelitiannya terkait dana desa. Menurut risetnya, dana desa yang dialokasikan setiap tahun oleh Pemerintah kurang diimplementasikan sesuai proporsi yang diamanatkan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Desa hanya menggunakan dana desa untuk infrastuktur dan mengesampingkan kemasyarakatan, pemerintah, dan pemberdayaan.

Rencananya, naskah konferensi dengan tema “Hasil Riset untuk Pembangunan, Khasanah Ipteks, dan Reputasi Perguruan Tinggi” akan dipublikasikan di jurnal tahunan LPPM Universitas Andalas Padang.

Menurut Wisnu, produktivitas mahasiswa di bidang penelitian sangat penting untuk mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.




Prestasi membanggakan yang diraih Wisnu tak hanya itu saja. Usut punya usut, anak pertama dari 3 bersaudara ini rupanya punya segudang prestasi. Meski bukan berasal dari keluarga dengan ekonomi yang mapan, Wisnu nyatanya mampu berprestasi berkat keseriusannya dalam berjuang. Ayahnya, Maryoto, bekerja sebagai room boy di salah satu hotel di Semarang sedangkan ibunya sehari-hari berjualan ikan asin di Pasar Jatisari, Kebumen.

Pada Maret 2017, Wisnu didapuk menjadi Mahasiswa Berprestasi 3 FH Unnes sekaligus mapres termuda di Unnes (semester 2). Seminggu kemudian, ia menjadi pemakalah di internasional conference Iscombus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Selanjutnya, April 2017, ia kembali mendapatkan kesempatan menjadi pemakalah internasional conference Clinical Legal Education FH Unnes bersama pemakalah lain dari 5 negara.

Di bulan Mei, Wisnu mewakili kampus untuk mengikuti lomba presentasi karya ilmiah di Universitas Mulawarman, Samarinda Kalimantan Timur. Ia dan dua rekan setim mendapatkan Juara 2 Se-Indonesia. Oktober lalu, ia pun menyabet gelar Juara 1 Debat Nasional di Universitas Sriwijaya, Palembang Sumatera Selatan.

Yang terbaru, Wisnu menyabet Best Presentation pada lomba presentasi karya ilmiah nasional di Universitas Muhammadiyah Makassar, Oktober lalu.

Wisnu yang juga merupakan Duta Wisata Kabupaten Kebumen 2017 itu memang dikenal sebagai pembicara untuk motivation training dan pelatihan public speaking yang andal. (*)


Reporter : Wisnu | Editor : BK01/mat | Ref : ekspres

Minggu, 05 November 2017

Kebumen Juara 1 Rastra Award 2017

Kabupaten Kebumen meraih juara 1 Rasta Award Provinsi Jawa Tengah tahun 2017.




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Kabupaten Kebumen meraih juara 1 Rasta Award Provinsi Jawa Tengah tahun 2017. Penghargaan bergengsi itu diserahterimakan dari Sekda Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono, kepada Kepala Bagian Perekonomian Setda Kebumen Wahyu Siswanti saat peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 37 di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Sabtu (4/11/2017).

Kabupaten Kebumen mendapat piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp 8 juta atas prestasinya tersebut.

Menurut Wahyu Siswanti, penghargaan tersebut untuk kategori kabupaten terbaik di Jawa Tengah dalam hal manajemen pengelolaan beras untuk keluarga sejahtera rastra (Rastra). "Penghargaan ini untuk kategori Kabupaten. Alhamdulillah kita dapat juara satu," kata Wahyu Siswanti, Minggu (5/11).

Manajemen dalam pendistribusian beras rastra yang dimaksud, masih menurut Wahyu Siswati, yakni 6T : tepat jumlah, tepat sasaran, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas dan tepat administrasi.




Menurutnya, keberhasilan Pemkab Kebumen meraih juara I Rastra Award karena didukung beberapa faktor. Mulai dari kerja sama tim koordinasi, realisasi penyaluran dan tepat waktu tepat sasaran kepada rumah tangga sasaran. Prestasi ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mendapat peringkat II.

Sementara itu, Desa Banyumudal Kecamatan Buayan yang ikut maju ke tingkat provinsi yang mewakili Kebumen atas inovasinya dalam penyaluran rastra, harus puas dengan menduduki peringkat kedelapan tingkat Jawa Tengah. Inovasi yang dilakukan yakni dengan memasang stiker 'khusus' yang ditempel di rumah KPM.

Tahun ini, terdapat 118.235 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima rastra di Kabupaten Kebumen yang terdiri dari unsur Program Keluarga Harapan (PKH) dan non PKH. (*)



Rabu, 01 November 2017

Poniman Kenalkan Budaya Kebumen di Forum Internasional

Poniman Go Internasional, Duta Kebudayaan dan Duta Mahasiswa Kebumen




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Prestasi pemuda Kebumen ini patut dibanggakan. Mahasiswa asal Puring Kabupaten Kebumen, Poniman, memperkenalkan kebudayaan Kebumen seperti tarian Kuda Lumping, Wayang Kulit, dan Kerajinan khas Kebumen anyaman pandan pada forum Internasional di Malaysia. Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Sunan Kalijaga,Yogyakarta ini mepromosikan budaya lokal tersebut saat mengikuti International Student Exchange 2017.

Kegiatan yang dimulai 30 Oktober – 2 November 2017 tersebut dengan mengunjungi kampus-kampus terbaik di Malaysia yaitu Universitas Malaya (UM), Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), dan Institut Pendidikan Guru (IPG), Malaysia.

Kunjungan pertama ke Universitas Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia tanggal 31 Oktober 2017 dengan berbagai agenda keakademikan. Salah satunya Seminar Internasional yang dilaksanakan di Fakultas Pendidikan, Universitas Malaya.

Poniman selaku narasumber seminar membawakan tema “Effect of Knowledgeable Learning on the Value of Local Wisdom and Nationality Values on the Subject of Islamic Religious Education and Character to Multicultural Attitudes of Students." yang merupakan hasil risetnya di SMA N 1 Yogyakarta.

Dalam forum seminar Internasional tersebut, Pemerhati Pendidikan Indonesia dan Direktur LSKP Al Fikri Society Kebumen ini menyampaikan akan pentingnya penanaman pendidikan karakter dan nasionalisme. Sebab, isu mengenai intoleran, radikalisme, ISIS, dan isu SARA lainya telah mengancam keutuhan dan mengganggu kedaulatan NKRI.




Selain itu, Poniman juga mengenalkan wayang dan mementaskan Wayang Kulit lakon Pandawa Lima yang merupakan bentuk aplikasi hasil riset tersebut. Melalu pengenalan budaya lokal dan nilai kearifan lokal pada generasi penerus bangsa para pelajar dan mahasiswa akan mampu meningkatkan cinta tanah air dan religius yang lebih toleran sebagaimana strategi dakwah Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam ditanah Jawa melalui Kebudayaan Wayang khususnya. Kunjungan berikutnya ke Institut Pendidikan Guru (IPG), Malaysia 31 Oktober 2017 dengan melaksanakan seminar pendidikan.

Hari berikutnya Rabu, 1 November 2017 kunjungan dilaksanakan di Universitas Kebangsaan Malaysia dengan acara seminar pendidikan dan pementasan tarian dari mahasiswa Indonesia. Selain sebagai duta Mahasiswa dalam bidang keakademikan, Poniman menjadi duta Kebudayaan Indonesia. Salah satunya, Poniman mementaskan Tarian Kuda Lumping dengan kolaborasi tarian Wayang guna mengenalkan pesona budaya bangsa yang sangat beraneka ragam pada dunia Internasional khususnya pesona wisata alam Kebumen.

Dia juga memperkenalkan kerajian khas daerah kebumen seperti anyaman pandan menjadi barang yang bernilai seni tinggi dan unik, seperti tas dan tempat tisu.

Diharapkan melalui kegiatan Internasional akan meningkatkan wisatawan untuk berkunjung ke Kebumen sehingga meingkatkan kesejahteraan masyarakat. Kelestarian kebudayaan daerah Keebumen juga tetap terjaga melalui peran generasi muda Kebumen. (bk/pmn)




Kamis, 26 Oktober 2017

Ini Stiker yang 'Menampar' 19 Warga Banyumudal Hingga Tak Mau Lagi Terima Raskin




BUAYAN (www.beritakebumen.info) - Inovasi sederhana namun terbukti efeknya dilakukan oleh Pemerintah Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, Kebumen. Yakni dengan membuat stiker 'khusus' yang ditempel di rumah warga penerima bantuan sosial beras sejahtera (rastra) atau sebelumnya lebih dikenal dengan istilah raskin.

Meski nampak sepele, namun stiker warna kuning bertuliskan "Saya benar-benar keluarga miskin yang layak menerima beras miskin/beras sejahtera. Ya Allah sejahterakanlah saudara kami yang miskin ini, tapi apabila mereka berpura-pura miskin, maka adzab-Mu amatlah pedih" tersebut menampar warga yang sudah mampu untuk tidak lagi meminta jatah raskin/rastra.

Kepala Desa Banyumudal, Eko Supriyatno, mengatakan inovasi tersebut cukup efektif karena ada warga mampu yang tadinya selalu menerima jatah Raskin/Rastra saat ini sudah tidak lagi meminta jatah.

"Dengan adanya stiker ini, ada 19 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengundurkan diri, yang kemudian jatahnya itu dialihkan ke desa lain," terang Eko Supriyatno, pada acara Penilaian Raskin/Rastra Award di Balai Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, Rabu 25 Oktober 2017.

Selain itu, Desa Banyumudal, juga menerbitkan Kartu Raskin/Rastra dengan menggunakan dana desa (DD). Tak hanya itu, pemerintah desa setempat juga berani membayari biaya angkut dari balai desa ke RT/RW dengan bantuan dana desa. Sehingga KPM dapat membeli Rastra dengan harga sesuai ketentuan.(*)



Rabu, 25 Oktober 2017

Banyumudal Maju Lomba Rastra Award Tingkat Jateng





BUAYAN (www.beritakebumen.info) - Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Kebumen, yang lolos seleksi Rastra Award tingkat Provinsi Jawa Tengah 2017. Bahkan, desa ini berhasil masuk 15 besar.

Tim Kinerja Rastra Jawa Tengah, yang dipimpin Ngargono, mendatangi langsung desa tersebut, Rabu (25/10/2017). Bersama dengan sembilan orang lainnya, mereka menilai pengelolaan rastra di desa tersebut yang sudah juara tingkat kabupaten.

Tim ini tidak begitu saja percaya pada data yang dilaporkan kepala desa setempat. Namun, mereka akan bertemu langsung dengan warga sasaran. Menurut Ngargono, Desa Banyumudal merupakakn lokasi ke-13 yang dikunjungi tim penilai. "Tahun ini ada 15 desa di Jawa Tengah yang masuk penilaian akhir," ujar Ngargono, pada acara Penilaian Raskin/Rastra Award di Balai Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, Rabu (25/10).

Bupati Kebumen, Mohammad Yahya Fuad, berharap Desa Banyumudal bisa meraih juara 1 pada Rastra Award tingkat Provinsi Jawa Tengah 2017. Harapan itu bukan tanpa alasan, karena pada tahun 2016 lalu Desa Kretek, Kecamatan Rowokele, juga mengikuti ajang yang sama dan berhasil meraih juara 2 tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Pada kesempatan itu, Mohammad Yahya Fuad, menyampaikan pada 2017 jumlah penerima Rastra di Kabupaten Kebumen mengalami kenaikan. Yakni mencapai 118.235 KPM, atau bertambah 10.749 penerima dari tahun 2016 sebanyak 107.486 KPM.

"Kami terus berupaya agar program Rastra sesuai indikator kinerja Raskin/Rastra. Yaitu enam tepat, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat administrasi dan tepat kualitas," kata bupati.

Bupati berharap, dengan adanya Rastra Award dapat memotivasi dan memberikan penghargaan kepada desa/kelurahan terbaik dalam mengelola Rastra. "Ini menambah semangat kami untuk melaksanakan program raskin secara baik dan benar. Yang berarti juga memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya warga miskin. Sekaligus untuk mengentaskan atau menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Kebumen," paparnya.

Sebelumnya, Pemkab Kebumen juga telah mendapatkan berbagai penghargaan dalam pengelolaan Rastra. Yakni juara 1 pelunasan tercepat untuk wilayah Sub Divre V Kedu 2015. Juara 2 pelunasan tercepat untuk wilayah Sub Divre V Kedu 2016, juara 2 kategori desa pada Raskin/Rastra Award Tingkat Provinsi Jateng 2016 dan juara 2 Kategori Kabupaten pada Raskin/Rastra Award Tingkat Provinsi Jateng 2016.




Sementara itu, Pemerintah Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, memiliki cara unik agar warganya yang sudah mampu tidak lagi meminta jatah Rastra. Yakni dengan cara membuat stiker yang dipasang di setiap rumah penerima beras bantuan dari pemerintah itu.

Dalam stiker tersebut tertera tulisan "Saya benar-benar keluarga miskin yang layak menerima beras miskin/beras sejahtera. Ya Allah sejahterakanlah saudara kami yang miskin ini, tapi apabila mereka berpura-pura miskin, maka adzab-Mu amatlah pedih".

Kepala Desa Banyumudal, Eko Supriyatno, mengatakan inovasi tersebut cukup efektif karena ada warga mampu yang tadinya selalu menerima jatah Raskin/Rastra saat ini sudah tidak lagi meminta jatah.

"Dengan adanya stiker ini, ada 19 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengundurkan diri, yang kemudian jatahnya itu dialihkan ke desa lain," terang Eko Supriyatno.

Selain itu, Desa Banyumudal, juga menerbitkan Kartu Raskin/Rastra dengan menggunakan dana desa (DD). Tak hanya itu, pemerintah desa setempat juga berani membayari biaya angkut dari balai desa ke RT/RW dengan bantuan dana desa. Sehingga KPM dapat membeli Rastra dengan harga sesuai ketentuan.(ori/kebumenekspres)



Yuk, Ikuti Lomba Krenova 2018

KEBUMEN ( www.beritakebumen.info ) - Bappeda Kabupaten Kebumen kembali mengadakan lomba kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) tahun...