Tampilkan postingan dengan label KAMTIBMAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAMTIBMAS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Jadi Tempat Pelacuran, Satpol PP Bongkar Sarke Tamanwinangun Kebumen

Satpol PP Kebumen bongkar bangunan warung di Sarke Tamanwinangun Kebumen, Senin (12/2/2018). (Foto: fb/Satpolpp Kebumen)




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Satpol PP Kebumen membongkar dua bangunan warung yang kerap dijadikan tempat pelacuran atau prostitusi di Pasar Tamanrejo/Sarke, Tamanwinangun, Kebumen, Senin (12/2/2018). Pembongkaran dilakukan karena pemilik warung, Supatno dan Yatmi, tidak melakukan pembongkaran secara mandiri hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Pembongkaran dilakukan pada kamar-kamar dan dinding penyekat bangunan, sehingga tidak lagi bisa di fungsikan tempat pelacuran serta disaksikan oleh warga dan Lurah setempat.

Kasatpol PP Kebumen R Agung Pambudi menyampaikan, pembongkaran dilaksanakan menyusul telah dilakukannya pembongkaran secara mandiri oleh salah satu pemilik warung yakni Bardan. Selain itu pembongkaran juga dilaksanakan setelah petugas, cukup dalam memberi batas waktu.

Pihaknya berharap adanya penutupan tempat praktik prostitusi itu, dapat menekan bertambahnya penyakit HIV/AIDS di Kebumen. “Kami berharap masyarakat proaktif dalam memberi informasi. Jika di Kebumen masih terdapat tempat yang kerap digunakan untuk praktik pelacuran dapat segera menghubungi Satpol PP," tuturnya.

Dalam kesempatan kali ini R Agung Pambudi juga menyampaikan terkait adanya keterlambatan waktu pembongkaran yang semula akan direncanakan pada Jumat (9/2) lalu, atau sepekan setelah penutupan pada Jumat (2/2) lalu. Penundaan pembongkaran sengaja dilaksanakan guna memberikan kesempatan kepada pemilik warung untuk berkemas.

Pihaknya juga menambahkan, meski telah dibongkar, namun Satpol PP memberikan kesempatan jika warung akan digunakan untuk berjualan makanan atau barang lainnya. Yang terpenting tidak lagi digunakan untuk tempat prostitusi. Penggunaan warung untuk berjualan tentunya harus dilaksanakan atas seizin dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang membawahi Pasar Hewan Tamanwinangun. “Jangan sampai ada prostitusi lagi. Jika sampai ada yang melakukan tindakan tersebut maka akan diproses sesuai aturan yang berlaku,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, jika Pemkab Kebumen menutup protitusi di Sarke. Penutupan dilaksanakan dengan memasang plang larangan dan menyegel tiga bangunan yang diduga kerap untuk ajang tempat mesum. Dari tiga warung yang disegel, terdapat satu pemilik warung yakni Bardan yang melakukan pembongkan sendiri.

Setelah memberikan batas waktu yang cukup dan pemilik warung tidak juga melakukan pembongkaran, maka Petugas Satpol PP kembali turun untuk melaksanakan pembongkaran kepada bangunan tersebut.




Editor : BK | Sumber : fb/Satpol PP - kebumenekspres.com

Selasa, 07 November 2017

Kena Razia, Pelanggar Lalu Lintas Diceramahi Pak Kiyai





KEBUMEN (www.beritakebumen.info) -  Polres Kebumen tengah melaksanakan Operasi Zebra mulai 1 - 14 November 2017. Ada hal unik nan menarik yang dilakukan Satuan Lalu Lintas Polres Kebumen saat menggelar razia di Jalan Kolopaking, Kebumen baru-baru ini. Yakni dengan mengumpulkan para pelanggar lalu lintas untuk diberi ceramah agama oleh Pak Kiyai.

Kegiatan ini diberi nama KUPAS atau Kultum Untuk Pelanggar Lalu Lintas dengan merangkul tokoh agama.

“Tertib dalam mengendarai kendaraan juga bagian dari ibadah karena menimbulkan kenyamanan dan keselamatan bagi sesama”, ungkap tokoh agama dari Kementerian Agama Kebumen.

Menurut Kasat Lantas AKP Suryo Wibowo SIK, kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. “Kami berharap himbauan yg disampaikan melalui pendekatan agama dapat diterima dgn baik oleh masyarakat Kebumen,” terangnya. (bk/humasreskbm)



Rabu, 01 November 2017

Operasi Zebra Dimulai, Jangan Lupa Cek Kelengkapan Berkendara Anda





KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Polres Kebumen mulai melaksanakan Operasi Zebra yang digelar serentak di seluruh Indonesia selama 14 hari mulai 1 - 14 November 2017.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti menjelaskan, tujuan Operasi Zebra salah satunya untuk menekan angka kecelakaan lalulintas maupun angka fatalitas kecelakaan.

“Tujuan dari operasi Zebra ini untuk mendorong masyarakat khususnya pengguna jalan supaya sadar dan tertib berlalu lintas, sehingga dapat menekan angka kecelakaan lalulintas maupun angka fatalitas kecelakaan,” kata AKBP Titi saat apel Gelar Operasi Zebra yang dilaksanakan di halaman Mapolres Kebumen, Rabu (01/11/2017) pagi. Dalam amanatnya, AKBP Titi Hastuti mengatakan di tahun 2016 angka kecelakaan lalulintas mengalami penurunan hingga 17 % dari tahun sebelumnya 2015.

Lanjut AKBP Titi, Operasi Zebra ini adalah opersai Terpusat, juga termasuk operasi Cipta Kondisi menghadapi Natal dan Tahun baru.

Kapolres juga menghimbau kepada para pengguna jalan untuk mengecek kembali kelengkapan berkendara, termasuk surat kelengkapan berkendara saat akan bepergian.




Dalam operasi ini Polres Kebumen sedikitnya menerjunkan 57 personel gabungan dari Sat Lantas, Sat Sabhara, Sat Binmas, Sat Reskrim, Sat Intel hingga Satf Polres. Namun pada pelaksanaannya semua dilibatkan. Termasuk personel Polsek jajaran juga dilibatkan dalam operasi ini.

Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Suryo Wibowo, saat ditemui mengatakan, penindakan dalam operasi ini akan memaksimalkan e-Tilang.

“Kebumen termasuk tinggi untuk e-Tilangnya. Dalam bulan Oktober 2017 ini saja, Polres Kebumen peringkat ke lima untuk penindakan e-Tilang. Tercatat ada 5.540 pelanggar ditindak menggunakan e-Tilang,” kata Kasat Lantas.

“Intinya, operasi ini untuk menyadarkan dan mengingatkan para pengguna jalan, bahwa kelengkapan berkendara sangat penting. Ya, untuk menekan angka kecelakaan lalulintas juga,” imbuhnya. (bk/humas reskbm)




Senin, 23 Oktober 2017

Santri Bersinergi dengan Polisi, Kapolres Optimis Kebumen Kondusif





KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Ribuah santri dari madrasah dan pondok pesantren se-Kabupaten Kebumen mengikuti apel akbar Peringatan Hari Santri Nasional di Alun-alun Kebumen, Minggu (22/10/2017). Melihat antusiasme para santri, Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti yang hadir di acara merasa optimis bahwa Kebumen Kondusif.

Pihaknya meminta kepada para santri di Kebumen untuk bersinergi dengan jajaran kepolisian dalam menjaga kondusifitas.

"Polisi, kan tidak bisa bekerja sendiri dalam menciptakan Kamtibmas, sehingga kita berharap agar santri bersinergi dengan Kepolisian untuk mewujudkan itu," ucapnya.

Di era serba canggih seperti sekarang ini, dengan perkembangan era komunikasi yang serba praktis, Kapolres Kebumen berharap, para Santri supaya bijak dalam memilah informasi.

"Santri di jaman sekarang harus lebih bijak, selektif dalam menerima informasi, jangan asal men-share suatu berita yang belum jelas. Karena banyak informasi yang mengatasnamakan agama, akhirnya dapat memecah belah NKRI. Dalam bersinergi, santri harus ikut mengawal tegaknya kesatuan RI," tukasnya.






Selain itu, dalam rangkaian Apel Akbar, para santri juga berikrar akan setia kepada NKRI, bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa raga membela tanah air dan bangsa Indonesia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Istilah santri memang asli dari Indonesia, berbeda dengan istilah siswa yang berasal dari Belanda. Sebab itu, penetapan Hari Santri bukan hanya sebagai agenda kepentingan kelompok tertentu. Tetapi kepentingan seluruh bangsa Indonesia. (*)



Kamis, 19 Oktober 2017

Kumpulkan Pengusaha Hotel, Kapolres Kebumen Berharap Bisa Ciptakan Situasi Kamtibmas Kondusif

Membangun sinergitas pemilik hotel, penginapan dan kos dengan Sat Intelkam Polres Kebumen, Kamis (19/10/17). (Foto: Humas Polres Kebumen)




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, S.Sos mengumpulkan para pengusaha Hotel, penginapan, tempat kos dan kontrakan se - Kabupaten Kebumen di Hotel Mexolie di jalan Pemuda, Panjer, Kebumen, hal ini dilakukan dalam rangka membangun sinergitas pemilik hotel, penginapan dan tempat kos dengan satuan intelkam Polres Kebumen untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Kebumen, Kamis (19/10/17).

Dalam sambutanya Kapolres Kebumen menjelaskan bahwa potensi kerawanan dari tamu yang datang ke hotel atau penginapan tidak menutup kemungkinan memanfaatkan hotel/penginapan sebagai transaksi atau memakai narkoba, sabagai tempat pesta miras, sebagai tempat perselingkuhan, persebunyian pelaku kejahatan, sebagai tempat perencanaan pelaku kejatan termasuk perencanaan aksi teror.

Lanjut Kapolres, sebagai contoh pelaku aksi pencurian perlengkapan kamar mandi di RS Palang Biru Gombong, mereka bersembunyi di Hotel yang berada di wilayah Gombong dari situlah petugas mendapatkan identitas pelaku dan bahan penyelidikan itu, selain itu juga di hotel atau penginapan dan kos sering didapati pasangan selingkuh ataupun pasangan yang statusnya masih belum menikah yang berada dalam satu kamar.




“Dengan adanya kegitan ini diharapkan para pemilik hotel, kayawan hotel, penginapan dan tempat kos ikut berperan aktiv dalam menjaga dan mengantisipasi kerawanan tersebut agar image negatif terhadap hotel/penginapan, tempat kos sebagai tempat maksiat dan kejahatan bisa hilang” terang Kapolres.

Kapolres juga berharap kepada para pemilik hotel, penginapan dan tempat kos bisa memasang CCTV dilingkunganya, catat identitas tamu secara lengkap, baik tamu lokal maupun tamu asing, berikan informasi kepada petugas kepolisian apabila ada gelagat atau aktivitas tamu yang mancurigakan atau sedang melakukan transaksi narkoba, perselingkuhan, pesta miras dan kegiatan negativ lainya. (humas polres Kebumen).



Yuk, Ikuti Lomba Krenova 2018

KEBUMEN ( www.beritakebumen.info ) - Bappeda Kabupaten Kebumen kembali mengadakan lomba kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) tahun...