Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Ribuan GTT dan PTT Gelar Aksi Damai Meminta Pengakuan

Ribuan GTT/PTT gelar orasi di depan Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Senin (12/2/2018). (Foto: Rahmat)




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Ribuan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari berbagai penjuru kecamatan berkumpul di depan Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Senin (12/2/2018) pagi. Mereka berorasi menyuarakan keinginan mereka agar mendapat pengakuan atau SK Penetapan dari Bupati dan Gubernur.

Aksi damai ini dimulai dengan jalan kaki dari Jalan HM Sarbini Kebumen menuju ke Jalan Veteran dengan membawa spanduk aspirasi bertuliskan tuntutan, keluh kesah dan gambaran nasib BTT/PTT saat ini. Selanjutnya memutari alun-alun dan sebagaian melakukan salat dhuha di Masjid Agung Kauman Kebumen.

Mereka meminta Bupati Kebumen dan Gubernur Jawa Tengah menerapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 tahun 2017 tentang guru, dengan cara mengakui GTT sebagai tenaga honorer. Juga Permendikbud Nomor 26 Tahun 2017 sebagai media penyelesaian masalah GTT/PTT.

"Kami mendesak Bupati Kebumen dan Gubernur memberikan SK terhadap GTT/PTT," ujar Ketua FK GTT/PTT, Amed Zuhri.

Teatrikal yang menggambarkan perjuangan GTT/PTT dalam meraih SK. (Foto: Rahmat)





Orasi di depan Pendopo Bupati juga diwarnai dengan aksi teatrikal yang menggambarkan nasib tragis GTT/PTT yang begitu sulitnya mendapat SK.

Ketua PGRI Kabupaten Kebumen, Tukijan berharap agar permasalahan yang dialami GTT/PTT segera terselesaikan. Ia juga berharap agar mulai saat ini tidak ada lagi istilah GTT/PTT, tetapi setara dengan guru lainnya.
Lihat videonya berikut.


Reporter : bk/mat

Siswi SMK Muhammadiyah Kutowinangun Wakili Jawa Tengah pada Lomba PPKJ Tingkat Nasional

Attin Al Fieyani Lathifah, Siswi SMK Muhammadiyah Kutowinangun, penggagas Helem Inovasi Security System mendapat pendampingan Dishub Kebumen. (Foto: Ayis N Winata)




KUTOWINANGUN (www.beritakebumen.info) - Siswi SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Attin Al Fieyani Lathifah, akan mewakili Jawa Tengah pada lomba Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan (PPKJ) Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan di Bogor pada 26 Februari 2018 sampai 02 Maret 2018 mendatang.

Ia terpilih berkat Helem Inovasi Security System yang ia gagas bersama Dimas Teguh Kurniawan, rekan sekelas di Program Keahlian Ototronik SMK Muhammadiyah Kutowinangun masuk dalam kategori inovasi terbaik lomba PPKJ tingat Provinsi Jawa Tengah yang digelar pada Senin hingga Rabu, (17-19/07/2017) lalu di Semarang.

Kabid Keselamatan Transportasi Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kebumen, Wikan Tris Julianto, S. Sos dampingi siswi SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Attin Al Fieyani Lathifah persiapkan lomba Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan (PPKJ) tingkat Nasional pada Selasa, (30/01/2018).

Attin Al Fieyani Lathifah, Siswi SMK Muhammadiyah Kutowinangun, penggagas Helem Inovasi Security System mendapat pendampingan Dishub Kebumen. (Foto: Ayis N Winata)
Bermodal materi yang didapatkan saat pembelajaran pada Program Keahlian Ototronik SMK Muhammadiyah Kutowinangun ia terapkan untuk menggagas teknologi baru Inovasi Helem Scurity System.

“Menggunakan helem merupakan kewajiban saat berkendara, namun sayangnya tidak sedikit dari pengendara tidak menggunakan helem ketika berkendara. Oleh karena itu saya terinspirasi untuk menciptakan Inovasi Helem Scurity System, dimana prinsip kerjanya motor tidak akan hidup jika helem tidak digunakan. Selain itu pun jika digunakan lebih dari jarak satu meter motor akan mati secara otomatis”, ujar Atin.




Kabid Keselamatan Transportasi Jalan Dishub Kebumen, Wikan Tris Julianto sangat mengapresiasi akan inovasi yang mereka ciptakan.

“Memvariasikan motor dengan helem, disertai sensor sentuh sebagai alat keamanan dan keselamatan pengendara merupakan teknologi yang sangat bagus dan dibutuhkan untuk menunjang keamanan dan keselamatan pengendara”, katanya saat berkunjung ke SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Selasa, (30/01/2018).

Kedatangannya ke SMK Muhammadiyah Kutowinangun dalam rangka melakukan koordinasi dengan guru pembimbing Dra. Retno Dewanti dan Faturohman, ST yang akan berangkat ke Semarang membahas persiapan lomba PPKJ Tinggkat Nasional mendatang.

“Saya berharap Inovasi Helem Scurity System karya Atin ini bisa meraih peringkat terbaik pada
lomba PPKJ Tingkat Nasional mendatang”, imbuhnya. (Yis)


Reporter : Ayis N Winata | Editor: bk01/mat

Sabtu, 10 Februari 2018

SMK N 1 Gombong dan SMK N 1 Karanganyar Juarai Lomba Nyanyi Pop Tunggal


Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Sigit Wibawanto, SE., MM Menyerahkan Piala kepada para Juara (Foto:dRiz)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)  Paduan Suara Gita Swara Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Putra Bangsa Kebumen selenggarakan Lomba Nyanyi Pop Tunggal tingkat SMA/SMK Se-Kabupaten Kebumen Sabtu (10/02/2018).  Acara yang digelar di Aula Atas STIE Putra Bangsa Kebumen ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh Gunarso Wiwoho, SE., MM selaku Ketua STIE Putra Bangsa Kebumen, seluruh civitas akademika, peserta lomba, guru pendamping dan supporter dari masing masing sekolah.

Menurut Eka selaku ketua panitia mengatakan lomba ini merupakan lomba perdana yang diselenggarakan oleh UKM Paduan Suara STIE Putra Bangsa dan juga merupakan salah satu program kerja dari UKM Paduan Suara Gita Swara. Tema yang diusung dalam lomba ini adalah "Bersatu dan Berprestasi dalam Syair Melodi", lomba ini di ikuti oleh 16 sekolah SMA/SMK sederajat dengan jumlah peserta sebanyak 45 peserta yang terdiri dari 14 peserta putra dan 31 peserta putri, dari 45 peserta nantinya akan diambil juara 1,2,3 baik peserta putra maupun peserta putri,” Ujarnya.

Eka menambahkan Lomba Nyanyi Pop Tunggal ini tidak hanya vokal saja yang dinilai melainkan 3 aspek yakni teknik vokal,  penguasaan materi,  dan performance dari para peserta. Peserta juga mendapat kesempatan 2 kali bernyanyi dimana lagu pertama merupakan lagu wajib karya Once dengan pilihan lagu berjudul Dealova dan Simphony yang Indah, dan lagu kedua merupakan lagu pilihan dari beberapa lagu yang sudah ditentukan oleh panitia.  Ada 3 juri yang menilai peserta lomba yakni Indah Rohyani dari STIE Putra Bangsa Kebumen,  Ridho Nur Tamtomo dari SMP Negeri 5 Kebumen,  dan Hasbi Nur Cahyadi dari SMP Negeri 3 Kebumen,” tambahnya.


Juara Lomba Nyanyi Pop Tingkat SMA/SMK Se-Kabupaten Kebumen yang di selanggarakan UKM Paduan Suara STIE Putra Bangsa untuk kategori Putra Juara 1 diraihRyan Ardana Setiadi dari SMK N 1 Gombong dengan jumlah skor 539, juara 2 yakni Muhriadi dari SMK N 2 Kebumen dengan jumlah skor 511, dan juara 3 yakni Fahmi Abdillah dari SMA N 2 Kebumen dengan jumlah skor 477. Sedangkan pada kategori putri juara 1 diraih olehMila Dwi Anggraeni dari SMK N 1 Karanganyar dengan jumlah skor 544, juara 2 yakni Gizely Adelia asal SMA N 1 Ayah, dan juara 3 diraih oleh Gita Amalia dari SMK N 1 Alian. (BK/d’Riz)

Minggu, 03 Desember 2017

Menjadi Pemakalah Termuda, Mahasiswa Asal Kebumen Ini Punya Segudang Prestasi

Wisnu Pratama Iryanto (Foto: Dokumentasi Pribadi)




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Mahasiswa asal Kebumen, Wisnu Pratama Iryanto, menjadi pemakalah termuda pada Konferensi Nasional Klaster dan Hilirisasi Riset Berkelanjutan III Tahun 2017 yang diselenggarakan LPPM Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat bekerjasama dengan Risetdikti, 20 – 25 November 2017.

Mayoritas pemakalah pada kegiatan tersebut berasal dari kalangan dosen. Keberanian pemuda 19 tahun memaparkan hasil risetnya diantara para dosen pun mendapat apresiasi dari ketua pelaksana konferensi, Elita Amrina, phD.

” Wisnu merupakan pemakalah termuda di konferensi ini, mayoritas pemakalah memang dari dosen. Akan tetapi, saudara Wisnu berani memaparkan hasil riset dengan para dosen. Ini yang patut diberi jempol.” ujar Elita Amrina, phD

Wisnu merupakan mahasiswa semester 3 di Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH Unnes) yang merupakan pemuda asal Desa Pekunden Kecamatan Kutowinangun, Kebumen. Saat ini, ia sedang mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (Permata) Kemenristekdikti sampai Januari 2018.

Pada kesempatan ini, riset yang Wisnu presentasikan ialah hasil penelitiannya terkait dana desa. Menurut risetnya, dana desa yang dialokasikan setiap tahun oleh Pemerintah kurang diimplementasikan sesuai proporsi yang diamanatkan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Desa hanya menggunakan dana desa untuk infrastuktur dan mengesampingkan kemasyarakatan, pemerintah, dan pemberdayaan.

Rencananya, naskah konferensi dengan tema “Hasil Riset untuk Pembangunan, Khasanah Ipteks, dan Reputasi Perguruan Tinggi” akan dipublikasikan di jurnal tahunan LPPM Universitas Andalas Padang.

Menurut Wisnu, produktivitas mahasiswa di bidang penelitian sangat penting untuk mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.




Prestasi membanggakan yang diraih Wisnu tak hanya itu saja. Usut punya usut, anak pertama dari 3 bersaudara ini rupanya punya segudang prestasi. Meski bukan berasal dari keluarga dengan ekonomi yang mapan, Wisnu nyatanya mampu berprestasi berkat keseriusannya dalam berjuang. Ayahnya, Maryoto, bekerja sebagai room boy di salah satu hotel di Semarang sedangkan ibunya sehari-hari berjualan ikan asin di Pasar Jatisari, Kebumen.

Pada Maret 2017, Wisnu didapuk menjadi Mahasiswa Berprestasi 3 FH Unnes sekaligus mapres termuda di Unnes (semester 2). Seminggu kemudian, ia menjadi pemakalah di internasional conference Iscombus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Selanjutnya, April 2017, ia kembali mendapatkan kesempatan menjadi pemakalah internasional conference Clinical Legal Education FH Unnes bersama pemakalah lain dari 5 negara.

Di bulan Mei, Wisnu mewakili kampus untuk mengikuti lomba presentasi karya ilmiah di Universitas Mulawarman, Samarinda Kalimantan Timur. Ia dan dua rekan setim mendapatkan Juara 2 Se-Indonesia. Oktober lalu, ia pun menyabet gelar Juara 1 Debat Nasional di Universitas Sriwijaya, Palembang Sumatera Selatan.

Yang terbaru, Wisnu menyabet Best Presentation pada lomba presentasi karya ilmiah nasional di Universitas Muhammadiyah Makassar, Oktober lalu.

Wisnu yang juga merupakan Duta Wisata Kabupaten Kebumen 2017 itu memang dikenal sebagai pembicara untuk motivation training dan pelatihan public speaking yang andal. (*)


Reporter : Wisnu | Editor : BK01/mat | Ref : ekspres

Selasa, 28 November 2017

Pembelajaran Fotografi Asyik “Tematik Gotik” di SMK Wongsorejo, Gombong


Pembelajaran Fotografi Asyik dengan Tema “Tematik Gotik” di SMK Wongsorejo, Gombong
Photo : Yogi Permana
GOMBONG (www.beritakebumen.info) - SMK Wongsorejo Gombong merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Kebumen yang sudah lama berdiri. SMK swasta ini sangat mementingkan pengembangan karakter siswa-siswinya. Seiring berkembangnya zaman, SMK tersebut pun mesti memperbarui kualitasnya guna mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya termasuk dengan sekolah ngeri. Apalagi sekarang dalam arus globalisasi, SMK setidaknya mesti menambahkan kejuruan baru untuk menunjang mutu dan kualitas, salah satunya adalah jurusan multimedia. 

Asal diketahui saja, bahwa Multimedia adalah jurusan baru di SMK Wongsorejo yang umurnya belum genap 1 tahun, agar mampu mengikuti perkembangan zaman terutama dalam bidang Informasi Teknologi, dengan melihat bahwa multimedia sudah sangat dibutuhkan di SMK Wongsorejo, sekolah lainnya maupun instansi lainnya. 

Multimedia sendiri tidak hanya mempelajari tentang seluk beluk komputer dan jaringan, namun banyak hal seperti belajar photoshop, corel draw, fotografi dan videografi. Untuk menunjang itu, diadakan Kegiatan mingguan, seperti minggu ini dengan belajar mengenai ilmu fotografi. Minggu ini siswa-siswi melakukan pembelajaran mengenai fotografi, yang bertema “tematik gotik”. 

Maksudnya gotik disini, siswa-siswa memakai model dari kalangan sendiri, dengan satu sama lain saling merias, kemudian kebanyakan memakai baju dominan hitam, dandanan seram menyerupai setan. Cara belajar fotografi disini memang tidak terlalu menekan kepada materi atau teori, namun lebih kepada perasaan senang. 

“Jika sebuah kegiatan dilakukan dengan perasaan senang maka kelanjutanya akan mudah terbentuk dan mudah untuk melakukan tematik apapun. Intinya membuat siswa enjoy maka merekapun akan dapat menangkap setiap materi yang langsung diberikan saat praktek, tanpa harus didikte”, tutur Pak Faisal Ahmad selaku guru pembibing jurusan multimedia pada Rabu (22/11) di SMK Wongsorejo Gombong. 

Bukan hanya mendapatkan pembelajaran yang berharga tentang fotografi dari Pak Faisal, tetapi hari itu kita kedatangan tamu dari Berita Kebumen, Mas Yogi Permana dan Mas Anom dari Klamite Gombong yang seorang Desain Grafis. Selain ikut serta meramaikan kegiatan ekstra, mereka berdua juga memotivasi kita untuk lebih baik lagi kedepannya. 

Seperti yang di katakana oleh Mas Yogi, “bahwa kita harus belajar untuk lebih peka dengan keadaan sekitar, dan bisa memposisikan diri sendiri dalam perannya”

Memang itu sangat tepat, karena kemaren kita belum mampu menjiwai dengan tingkah dan mimik yang seram sesuai tema serta perannya masing-masing. 

“Memilih model syaratnya tidak lagi dari fisik yang mulus, cantik, tetapi harus dengan naluri keunggulannya”, ungkap Mas Anom. 

Bagi kita yang perempuan, semakin ingin belajar dengan mengeksplore lebih peran masing-masing untuk pembelajaran yang selanjutnya. 


Reporter : Putri Nanda Aling | Editor : Yogi P | 

Selasa, 21 November 2017

SMK Muhammadiyah Kutowinangun Gagas Produksi Solar Cell pada Monitoring TEFA Dirjen PSMK





KUTOWINANGUN (www.beritakebumen.info) - Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) melakukan pendampingan dan monitoring Teaching Factory (TEFA) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Kutowinangun pada Kamis (16/11/2017).

Kegiatan pendampingan dan monitoring TEFA dilakukan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) yang diwakili oleh Dr. Turijin, P.s.D. Dalam kegiatan tersebut beliau menyampaikan apresiasi gagasan SMK Muhammadiyah Kutowinangun untuk memproduksi
solar cell pada program TEFA dinilai tepat.

“Sangat tepat sekali jika SMK Muhammadiyah Kutowinangun mulai kembangkan Solar Cell dengan adanya program TEFA ini. Karena kedepan biaya konsumsi listrik akan semakin mahal”, ujar Turijin.

Kepala SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Rochmat Aris Susyanto menyampaikan produksi solar cell pada pengembangan TEFA ini nantinya akan difokuskan untuk program keahlian Audio Video.

“Penggunaan sistem solar cell untuk memproduksi energi listrik memiliki banyak keuntungan, terutama dari segi ekonomis. Sebab, solar cell menggunakan sistem pemanfaatan tenaga matahari, jika konsumsi listrik SMK Muhamamdiyah Kutowinangun menggunakan sistem solar
cell maka tidak perlu lagi mengkonsumsi listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN)”, ujar Aris Susyanto.

“Harap kami tahun depan SMK Muhammadiyah Kutowinangun sudah mampu memproduksi solar cell, sehingga kedepan SMK Muhammadiyah Kutowinangun semakin maju dengan adanya program TEFA ini” pungkasnya. (Yis/ori)



Selasa, 07 November 2017

Perpustakaan Digital Hadir di Kebumen





KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Bupati Kebumen Ir. H. Mohammad Yahya Fuad, SE meluncurkan Perpustakaan Digital Berbasis Inlis-Lite V.3, Senin (6/11/2017) di alua Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kebumen.

Peluncuran dihadiri oleh Tim Sinergi Pengembangan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Bappeda Kebumen, Setda Bagian Hukum, Setda Bagian AP, Direktur / Ketua Perguruan Tinggi di Kebumen, Kepala SMA / SMK di Kebumen, penulis Kebumen, perwakilan Penerbit, Mahasiswa, dan Pelajar.

Perpustakaan digital ini merupakan implementasi dari konsep perpustakaan tanpa batas yang dapat diakses 24 jam setiap hari. Masyarakat dapat mengaksenya melalui digilib.kebumenkab.go.id menggunakan komputer atau laptop maupun smartphone.

Bupati Kebumen, mengatakan inovasi layanan terbaru tersebut untuk memudahkan masyarakat Kebumen mengakses informasi melalui perpustakaan digital. Koleksi Digital yang dilayankan merupakan hasil alih media berupa Peraturan Bupati (Perbup), Peraturan Daerah (Perda), terbitan Bappeda, dan buku karya Penulis Asli Kebumen.

"Ini akan memudahkan masyarakat mengakses perpustakaan, sehingga lebih murah karena tidak harus datang ke perpustakaan. Selain juga bisa diakses kapan saja dan dimana saja," kata Mohammad Yahya Fuad, kepada wartawan usai peluncuran.




Lebih lanjut, Bupati mengapresiasi peluncuran ini sebab tidak menggunakan anggaran. "Kalau biasanya melaunching sesuatu butuh anggaran, ini tanpa anggaran." kata Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad.

Saat ini baru 234 buku yang dialihmediakan dari 32.000 koleksi buku yang ada di perpustakaan daerah. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen, Anna Ratnawati, menyampaikan total ebook hasil alih media yang sudah dionlinekan sebanyak 115 perda, 69 perbup, 4 terbitan Bappeda dan 21 buku karya penulis Kebumen. Semua itu dilakukan sendiri oleh Disarpus Kebumen. Menurutnya, salah satu hal yang menjadi kendala adalah terkait hak cipta. "Karena terbentur dengan hak cipta yang kita alihmediakan baru karya-karya penulis Kebumen," terang Kepala Disarpus Kebumen, Anna Ratnawati,saat mendampingi Bupati Kebumen.

Inovasi Digital Library Kebumen secara bertahap akan terus dikembangkan dan disempurnakan sehingga masyarakat dapat makin mudah mengakses buku dan informasi kapanpun, dimanapun dengan lebih cepat, mudah dan murah.

"Kita akan terus berupaya menaikkan ke online secara bertahap," ujarnya. (*/bk)


Kamis, 26 Oktober 2017

Pelajar Kebumen Jadi Sasaran Gerax

Sosialisasi Cerdas Berinternet dan Deklarasi Gerakan Anti Hoax (Gerax) di SMAN 1 Kebumen, Rabu (25/10/2017).




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Para pelajra di Kebumen menjadi sasaran Gerakan Anti Hoax (Gerax) yang diselenggarakan oleh Polres Kebumen. Deklarasi ini sebagai upaya pencegahan berita bohong alias hoax yang begitu mudahnya viral seiring perkembangan teknologi dan informasi.

Tak hanya itu, menurut Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti, Gerax juga bertujuan untuk menangkal penyebaran gerakan radikal melalui media sosial.

Deklarasi Gerak dilaksanakan pertama kali pada 31 Agustus lalu, dengan mengundang tiga orang pelajar dari tiap sekolah se-Kabupaten Kebumen.

"Tiga orang perwakilan sekolah yang kita undang menjadi pionir perintis dari masing-masing sekolah untuk meneruskan kegiatan itu ke teman-temannya yang lain," jelas AKBP Titi Hastuti usai menghadiri Sosialisasi Cerdas Berinternet dan Deklarasi Gerax di SMAN 1 Kebumen, Rabu (25/10/2017).

Kunjungan ke sekolah juga bertujuan untuk mengecek sejauh mana pelaksanaan dari deklarasi yang dilakukan pada Agustus lalu. Sekaligus memantapkan dan mengingatkan kembali para pelajar terkait gerakan tersebut.

Deklarasi besar-besaran juga akan dilaksanakan pada 28 Oktober mendatang dengan menghadirkan seluruh elemen masyarakat. "Akan deklarasi bersama di Alun-Alun Kebumen setelah upacara Sumpah Pemuda," ujarnya.

Memang selama ini Polres Kebumen belum pernah menangani kasus ujaran kebencian. Hanya saja, kata Titi, pihaknya perlu melakukan antisipasi sehingga kejadian yang kerap muncul di daerah lain tidak terjadi di wilayahnya.

"Karena tidak menutup kemungkinan itu juga bisa terjadi di Kebumen. Makanya sebelum itu terjadi kita antisipasi. Kalau kasus yang besar belum ada," tandasnya.

Gerax ini disambut positif oleh para pelajar SMAN 1 Kebumen. Siswi Kelas XI Annisa Noza Salsabila mengatakan, ujaran kebencian banyak yang mengarah ke radikalisme. Radikalisme, kata dia, sangat berbahaya karena dapat menimbulkan perpecahan.

"Dengan danya deklarasi ini kami diajarkan dan dibina untuk mampu memilah mana berita-berita yang baik dan bagaimana kita memilah informasi-informasi yang kita dapatkan sebelum kita sebarkan," pungkasnya. (*/mdk)



Rabu, 25 Oktober 2017

Terancam Eksistensinya, Pemkab Tetap Lanjutkan Program Kampung Inggris Kebumen

Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Ujang Sugiyono, Kepala BAP3DA Djoenedi Faturakhman di rakor KIK.




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Rakor Penyelenggaraan Kampung Inggris Kebumen (KIK),Kampung Arab Kebumen (KAK),dan Kampung Jawa Kebumen dilaksanakan di Ruang Jatijajar Komplek Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Rabu (25/10/2017). Pada rapat yang dihadiri Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Ujang Sugiyono, Kepala BAP3DA Djoenedi Faturakhman, serta sejumlah pejabat lainnya itu terungkap beberapa hal yang 'mengancam' eksistensi KIK.

Dampak terhadap eksistensi salah satu program unggulan Bupati Mohammad Yahya Fuad itu disebabkan adanya peralihan kewenangan pengelolaan terhadap SMK dan SMA dari pemerintah kabupaten ke pemerintah provinsi. Sebab lain, karena masih banyak sekolah yang ragu menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membiayai kursus siswanya di KIK.

Keraguan sekolah menggunakan dana BOS untuk kegiatan KIK, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kebumen, Ahmad Ujang Sugiyono, karena takut melanggar aturan. Akibatnya, jumlah peserta kursus di KIK mengalami cukup banyak penurunan tahun ini.

Sejak diluncurkan pada 19 Agustus 2016 lalu, hingga Mei 2017 jumlah peserta yang mengikuti kursus di Kampung Inggris Kebumen di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, mencapai 2.428.




Dengan rincian, periode September-Desember 2016 sebanyak 1.374 peserta. Sedangkan, periode Januari-Mei 2017 jumlah pesertanya menurun menjadi 1.054 peserta. "Mereka berasal dari 147 sekolah dan madrasa. Serta satu sekolah dari Cilacap," kata Ahmad Ujang Sugiyono, dalam pengantarnya.

Meski demikian Pemkab Kebumen akan tetap melanjutkan program Kampung Inggris Kebumen tersebut. Karena menurut survei yang dilakukan dengan responden kepala sekolah/madrasah, pendamping, dan siswa peserta kursus menilai sangat positif terhadap keberadaan Kampung Inggris Kebumen.

"Program Kampung Inggris Kebumen ini layak untuk dilanjutkan," tegas Ahma Ujang Sugiyono.

Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, meminta kepada sekolah dan madrasah untuk tidak ragu menggunakan dana BOS pada kegiatan di Kampung Inggris Kebumen. "Kampung Inggris Kebumen sepertinya pesertanya hampir mutlak tergantung dari BOS," ungkapnya.

Bupati meminta pihak terkait untuk meningkatkan promosi sehingga akan semakin banyak yang mengetahui Kampung Inggris Kebumen. Selain itu, pengelola juga diminta berinovasi dengan membuka kursus kilat, seperti untuk anak SD di akhir pekan. "Kalau selama ini memakan waktu sampai dua minggu, ini dicoba cukup Sabtu dan Minggu," pintanya. (*)



Selasa, 24 Oktober 2017

500 Siswa Penajung Nyoblos di Pilkaos

Pilkaos diikuti 500an Siswa. (Foto: Nasihin)




ALIAN (www.beritakebumen.info) - Sebanyak 500 siswa MTs Khaudlul Ulum penajung, Bojongsari, Alian memberikan hak pilihnya pada Pemilihan Umum Ketua OSIS (Pilkaos) yg diselenggarakan oleh panitia Pilkaos OSIS, Sabtu 21 Oktober 2017. Pilkaos yang diikuti oleh tiga calon yakni, Jauhar Auladi, Siska Endang Lestari, dan Rosyad Abdulloh itu dilaksanakan bersamaan dengan acara peringatan hari santri di sekolah tersebut.

Pemilu berlangsung pukul 09.00 s.d. 11.00 WIB yang sebelumnya diawali dengan upacara peringatan hari santri, mujahadah bersama, dan kampanye terbuka oleh calon ketua osis. Hasil perhitungan suara, Rosyad Abdulloh memenangkan Pilkaos dengan perolehan suara 206. Disusul Jauhar Auladi dengan 156 suara sedang Siska Endang Lestari mendapat 46 suara.

Pembina OSIS, Unggul wijayanto menyampaikan, tujuan dari pilkaos adalah sebagai ajang latihan berdemokrasi siswa di sekolah,sebagai sarana kaderisasi kepengurusan OSIS MTs Khaudlul Ulum.

Subakir, Waka kesiswaan, menambahkan pemilu berjalan cukup demokratis. Partisipasi tinggi dari siswa, karna berbarengan juga dengan hari santri. Maka nuansa kesantrian dari siswa juga terlihat dengan mereka berbusana santri

"Semoga dengan pemilu tersebut dapat menjadi pembelajaran demokrasi bagi siswa dalam menentukan pilihan, dan selamat bagi Rosyad Hasbulloh. Ketua osis terpilih, semoga dengan menambah pengetahuan dan blajar yang lebih dapat menjadikan OSIS lebih maju lebih baik." ujar Subakir. (bk/nas)




Kamis, 19 Oktober 2017

WISUDA KE XIII, STIE PUTRA BANGSA LULUSKAN 218 WISUDAWAN



Soemarno, SE, M.Si Kepala Seksi Akademik dan kemahasiswaa Kopertis 6 Wilayah Jawa Tengah berpose bersama mahasiswa peraih Beasiswa Bidikmisi didampingi Ketua Yayasan, Ketua STIE Putra Bangsa,dan orang tua.(foto:dRiz)

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - STIE Putra Bangsa mewisuda 218 wisudawan, Kamis (19/10/2017) bertempat di Gedung Setda Kabupaten Kebumen dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin oleh Ketua STIE Putra Bangsa Gunarso Wiwoho, SE., MM.
Acara wisuda ini didasarkan pada Surat Keputusan Ketua STIE Putra Bangsa Nomor 002/Ket/KPTS/I/X/2017 tentang Penetapan Wisuda Program Diploma Tiga (D3) Program Studi Akuntansi dan Jenjang Program Strata Satu (S1) Program Studi Manajemen STIE Putra Bangsa Tanggal 19 Oktober 2017.
Dalam pidato sambutannya, Gunarso Wiwoho menjelaskan bahwa pada wisuda kali ini ada 2 wisudawan penerima beasiswa bidikmisi berhasil lulus dengan predikat cumlaude. Salah satunya adalah Ika Puji Lestari, A.Md yang berhasil lulus dengan IPK 3,96 yang sekaligus sebagai wisudawan terbaik program diploma tiga (D3) Akuntansi, Selain itu untuk wisudawan terbaik dari program Strata satu (S1) diraih oleh Arli Indah Purnamasari dengan IPK 3,97.
Gunarso menambahkan Untuk melahirkan lulusan-lulusan yang berkualitas, STIE Putra Bangsa telah menerapkan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), sesuai dengan ketetapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 73 tahun 2013 tentang penerapan KKNI bidang pendidikan tinggi. Dengan kurikulum tersebut STIE Putra Bangsa diharapkan mampu melahirkan lulusan yang mumpuni dan mampu memenangkan persaingan didunia kerja. Sebab dalam KKNI ini mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu secara formal dalam kurikulum perkuliahan, namun juga mendapatkan skill tambahan yaitu softskill,” Ujarnya.
“Sepanjang kurun waktu 2017 ini, STIE Putra Bangsa mendapatkan tiga surat keputusan akreditasi dari BAN PT, yakni Program Studi S1 Manajemen mendapatkan peringkat terakreditasi B dengan nilai 345, Program Studi D3 Akuntansi mendapatkan peringkat terakreditasi B dengan nilai 343, serta berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor: 3146/SK/BAN-PT/Akred/PT/IX/2017 yang ditetapkan di Jakarta pada 5 September 2017 lalu, STIE Putra Bangsa memperoleh raihan Peringkat Akreditasi Institusi B,” Tambahnya.
Ika Puji Lestari dalam sambutan yang mewakili wisudawan mengatakan ke depan, kita akan berhadapan dengan dunia kerja yang penuh tantangan. Kita dituntut untuk terus belajar, karena menuntut ilmu tidak berhenti hanya sampai di sini, moment wisuda ini adalah awal langkah kita dalam realitas hidup bermasyarakat. It’s a Long Life Education, pendidikan seumur hidup. Dunia ini dinamis,  karena itu kita dituntut mampu memahami dan menganalisa kondisi di sekitar kita agar tidak tertinggal, ini bukanlah akhir dari segalanya, namun sebagai awal dari lembaran-lembaran lain dengan langkah-langkah besar kita selanjutnya” terang Ika. (BK/dRiz)
Prosesi Sidang Senat Terbuka yang ke XIII STIE Putra Bangsa(Foto : dRiz)





Minggu, 15 Oktober 2017

Kembangkan Teaching Factory (TEFA), SMK Muhammadiyah Kutowinangun Cetak Lulusan Siap Kerja

Pendampingan Sosialisasi Teaching Factory (TEFA) di SMK Muhammadiyah Kutowinangun. (Foto: Ayis NW)
KUTOWINANGUN (www.beritakebumen.info) - Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) melakukan pendampingan dan sosialisasi Teaching Factory (TEFA) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Kutowinangun pada Selasa (10/10/2017) lalu. 

Saat ini pendidikan kejuruan sedang dihadapkan pada permaslahan yang serius yaitu belum terserapnya secara optimal lulusan SMK oleh dunia usaha dan dunia industri. Terlebih dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa lulusan SMK menyumbang pengangguran paling tinggi.

Tim Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK), Turijin mengatakan program Teaching Factory (TEFA) merupakan pembelajaran yang berorientasi pada produksi dan bisnis. Metode pembelajaran khusus untuk menciptakan lulusan berkompeten dan siap kerja. 

“TEFA merupakan program kami dari Direktorat PSMK untuk menyiapkan kebutuhan akan tenaga terampil dan siap kerja, maka TEFA berorientasi pada produksi dan bisnis untuk menghasilkan produk dan jasa. Pembelajaran diarahkan seperti halnya pada dunia kerja, sehingga mampu menciptakan lulusan yang siap kerja dan berkompeten sesuai dengan harapan dunia industri ” ujar Turijin. 

Pendampingan Sosialisasi Teaching Factory (TEFA) di SMK Muhammadiyah Kutowinangun. (Foto: Ayis NW)
SMK Muhammadiyah Kutowinangun merupakan salah satu SMK yang sudah menerapkan program Teaching Factory dan bisa menjadi percontohan.

“Pernah saya sampaikan pada sebuah seminar di Depok, bahwa SMK Muhammadiyah Kutowinangun merupakan salah satu SMK yang sudah menerapkan program TEFA dan bisa menjadi percontohan. Kami Direktorat PSMK akan selalu melakukan pendampingan sehingga SMK Muhammadiyah Kutowinangun bisa menjadi contoh SMK yang mengembangkan program TEFA sesuai harapan kami” terangnya.




Ketua pelaksana TEFA SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Imam Mujahid mengatakan pelaksanaan program TEFA SMK Muhammadiyah Kutowinangun merupakan perpaduan dari pada konsep pembelajaran berbasis kompetensi dan berbasis bisnis (barang dan jasa). Bertujuan untuk menciptakan lulusan yang berkompeten dan berjiwa entepreneurship.

“Program yang kami terapkan merupakan perpaduan konsep pembelajaran berbasis kompetensi dan bisnis, kegiatan pembelajaran dimana siswa secara langsung melakukan produksi baik berupa barang atau jasa di dalam lingkungan sekolah. Barang dan jasa yang dihasilkan pun memiliki kualitas sehingga layak dijual dan diterima oleh masyarakat” ujar Imam Mujahid.

Pendampingan Sosialisasi Teaching Factory (TEFA) di SMK Muhammadiyah Kutowinangun. (Foto: Ayis NW)
Selain menghasilkan produk dan jasa melalui program TEFA SMK Muhammadiyah Kutowinangun telah menjalin kerjasama yang kuat dengan PT. Astra Honda Motor (AHM) dan PT. Astra Daihatsu Motor.

“Kami yakin bahwa SMK Muhammadiyah Kutowinangun mampu menciptakan lulusan yang siap kerja, berkompeten dan memiliki jiwa entepreneurship, mengingat saat ini SMK Muhammadiyah Kutowinangun merupakan sekolah binaan PT. Astra Honda Motor dan PT. Astra Daihatsu Motor” pungkasnya. (BK/ANW/ori)


Yuk, Ikuti Lomba Krenova 2018

KEBUMEN ( www.beritakebumen.info ) - Bappeda Kabupaten Kebumen kembali mengadakan lomba kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) tahun...