Senin, 04 Desember 2017

Nyopet di Jogja, Pengangguran Asal Kebumen Babak Belur Dihajar Masa

Pelaku saat diamankan petugas. (krjogja.com)




DIY (www.beritakebumen.info) - AM (29) warga Kebumen, Jawa Tengah babak belur dihajar masa karena mengambil HP milik salah seorang pengunjung di Pasar Beringharjo, Jogjakarta, Minggu (03/12/2017). Ia pun kini harus berurusan dengan pihak kepolisian setempat.

Korban, Dwi Fitria Arum Wulan (19) warga Gresik Jawa Timur, wisatawan yang tengah study tour saat itu sedang berjalan-jalan bersama temannya di Pasar Beringharjo. Saat berada di lantai dasar ia merasa ada seseorang yang membuntutinya.

Tak berapa lama orang tersebut mendahuluinya dan saat itu ia merasa ada seseorang yang mengambil ponselnya dari saku celana. Spontan korban berteriak dan pelaku yang panik langsung membuang baran curian itu.

Para pengunjung pasar dan para pedagang yang melihat kejadian itu segera mengajar pelaku dan berhasil menangkapnya. Korban sempat dihakimi sebelum akhirnya diserahkan kepada petugas keamanan pasar.

“Kami mendapat informasi dari petugas keamanan pasar jika telah terjadi aksi pencopetan. Anggota segera menuju Pasar Beringharjo untuk kemudian mengamankannya,” ungkap Kaposekta Gondomanan, Kompol Riyanto didampingi Kasi Humas Polsekta Gondomanan, Ipda Sugito di ruang kerjanya, Senin (04/12/2017).

Dari tangan tersangka berhasil disita sebuah ponsel merk Lenovo. Kepada petugas, tersangka yang pengangguran ini mengaku aksinya dilakukan karena ia tengah butuh uang. Rencananya HP curian tersebut akan dijual dan uangnya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.



 | Sumber : krjogja.com

Hendak Mengambil Air Malah Temukan Mayat Mengambang di Sumur





KARANGANYAR (www.beritakebumen.info) - Ahmad Sidik (57) terkejut ketika hendak mengambil air dari dalam sumur di Ds. Plarangan, Kec. Karanganyar, Kab. Kebumen. Betapa tidak, ia malah melihat kepala manusia mengapung diatas air sumur tersebut, Senin (4/12/17) sekira pukul 10.30 WIB.

Kejadian itu pun langsung dilaporkan untuk dicek kebenarannya. Saat itu juga, Piket Reskrim dan Inafis Polres Kebumen bersama Ka SPK Polres Kebumen menuju lokasi untuk melaksanakan olah TKP didampingi oleh anggota dari Polsek Karanganyar.






Anggota Polsek bersama warga sekitar mengevakuasi korban dari dalam sumur menggunakan tambang. Setelah berhasil dievakuasi, diketahui mayat tersebut adalah BDN (47) warga Desa Plarangan, Karanganyar, Kebumen.

Hasil pemeriksaan Tim kesehatan dari Puskesmas Karanganyar tidak ditemukan kejanggalan ataupun tanda - tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban depresi dan mencoba bunuh diri dengan lompat ke dalam sumur mengingat riwayat korban yang sudah lama mengidap penyakit yang cukup serius. Namun penyebab pasti korban bunuh diri masih didalami Reskrim Polsek Karanganyar.

Kapolsek Karanganyar AKP Mawakhir, S.H sangat menyayangkan kejadian tersebut, dan berharap kepada seluruh warga masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri dengan cara bunuh diri. (*)




 Editor : bk01/mat | Sumber : Inafis Polres Kebumen

Diduga Depresi, Pemuda Nekad Gantung Diri di Kandang Ayam





KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Seorang pemuda yang diduga depresi dan mengalami gangguan jiwa nekad mengahiri hidupnya dengan cara gantung diri di kandang ayam. Korban, AN (24) warga Desa Argopeni, Kebumen, pertama kali diketahui oleh Ibu Kandungya Wagiyah (65) pada Minggu (03/12) sekira pukul 15.30 WIB.

“AN melakukan gantung diri dengan cara mengikat lehernya menggunakan seutas tali plastik sepanjang 120 cm, dengan dibantu kursi plastik untuk melakukan bunuh diri itu” Papar Kapolsek Kebumen Iptu Sumardi, S.H., M.M.

Penuturan ibu korban, lanjut Kapolsek, saat itu sang ibu baru pulang bekerja sebagai buruh. Sesampainya di rumah, ia kemudian mencari AN yang ditinggal sendirian di dalam rumah, namun setelah dicari dikamarnya tidak juga ditemukan.

Ibu korban melanjutkan pencarian ke Masjid yang berjarak 100 meter dari rumahnya, namun tidak juga menemukan AN. Sekira pukul 15.30 WIB, ibu korban berinisiatif mencari di kandang ayam yang terletak disamping rumah. Diisitulah ibu korban menemukan AN menggantung di dalam kandang ayam dengan seutas tali plastik yang diikat pada rangka atap kandang.

Pada saat menggantung korban mengenakan pakaian kaos lengan pendek warna kuning, celana pendek warna kuning hijau. Melihat hal itu Ibu AN histeris dan memberitahukan kepada warga sekitar. Warga melaporkan kejadian ke Kepala Desa untuk dilaporkan ke Polsek Kebumen.

"AN pernah dirawat di RSJ Magelang pada tahun 2013 dan sampai sekarang masih menjalani pengobatan rawat jalan di unit gangguan jiwa Puskusmas Kebumen 2 dan diduga kaeran depresi dan penyakit gangguan jiwa yang didritanya tidak kunjung sembuh" Tutup Kapolsek.


| Editor : bk01 | Sumber : Humas Polres Kebumen

Korban Disekap, Perampok Bersenjata Gasak Uang Puluhan Juta

Perampokan di Desa Patukrejo, Bonorowo, Senin (4/12/2017). (Foto: Yusuf Wibowo/BK)




BONOROWO (www.beritakebumen.info) - Warga Patukrejo, Kecamatan Bonorowo, Kebumen menjadi korban kejahatan perampokan, Senin (4/12/2017). Kawanan perampok bersenjata menyekap dan mengancam akan membunuh keluarga Komari (55), peternak dan pengusaha toko kelontong. Uang tunai kurang lebih Rp. 48.663.000,-, empat unit handphone serta rokok 3 slop digasak kawanan perampok yang berjumlah 4 orang.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen, saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Kebumen dan Unit Reskrim Polsek Bonorowo Polres Kebumen.

"Saat kami melakukan olah TKP, para pelaku ini diduga masuk rumah dengan cara menjebol pagar tembok utara rumah korban, selanjutnya masuk melalui pintu dapur. Keterangan korban, pelaku itu berjumlah empat orang dengan ciri ciri memakai tutup kepala dan membawa sajam (senjata tajam)," ucap AKP Willy.

Peristiwa terjasi sekira pukul 03.00 WIB saat penghuni rumah terlelap tidur dan lingkungan sepi. Aksi perampokan pun berlangsung singkat, kurang lebih 30 menit.

Informasi yang dihimpun, setelah berhasil masuk rumah, kawanan perampok bersenjata mirip pistol, pedang, celurit bahkan kapak, langsung menuju kamar Sobir Riyan (26) anak korban. Pelaku lantas mengikat tangan dan kaki Sobir dan Riyan beserta istrinya Wulandari serta mengancamnya dengan senjata tajam.

Setelah itu kawanan perampok menuju kamar Komari di lantai 2, dan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan terhadap Riyan. Mulut dan mata juga dilakban.

"Setelah mengambil uang dan barang, kawanan perampok pergi meninggalkan rumah," tutur Sobir Riyan.

Kepada polisi, korban mengatakan jika rumahnya memang jarang dikunci, untuk memudahkan mengecek hewan ternaknya saat malam hari. (*)


| Editor : bk01/mat | 

Minggu, 03 Desember 2017

Kasus ODGJ Kebumen Terbesar Ketiga di Jateng, Kemiskinan Jadi Pemicunya





KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Kebupaten Kebumen menduduki peringkat ketiga untuk jumlah kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Jawa Tengah. Hal itu diungkap Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Perlindungan Ibu dan Anak Keluarga Berencana Kebumen dr H Ahmad Dwi Budi Satrio MKes, pada workshop "Dampak Kependudukan Terhadap Kemiskinan dan Gangguan Jiwa", Rabu (29/11/2017) lalu di Hotel Candisari, Karanganyar, Kebumen.


Budi Satrio menyebutkan, penyebab gangguan jiwa di Kebumen lebih banyak dipicu masalah kemiskinan pada keluarga ODJG. Kemiskinan kultural dan struktural itu lebih banyak disebabkan rendahnya rata rata lama sekolah penduduk Kebumen.

“Berdasarkan data statistik rata-rata sekolah penduduk hanya 6,7 tahun, sebagian besar lulus SD. Dengan pendidikan SD pekerjaan yang diperoleh jadi buruh tani, atau buruh lain,“ kata Budi Satrio.

Kemiskinan menjadi masalah yang menyulitkan penanganan ODGJ di Kebumen. Menurut Budi Satriyo, baru 60 persen pengidap gangguan jiwa yang tertangani.

Workshop yang diikuti oleh para camat dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kebemen, itu dibuka oleh Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad. Narasumber yang dihadirkan yakni Ketua Koalisi Kependudukan Jateng, Prof Dr Saratri Wilonoyudo dan Prof Harry Misna, dari University of Melbourn Australia.

Bupati Mohammad Yahya Fuad dalam sambutannya menyampaikan, Pemkab Kebumen terus menggenjot program percepatan pengentasan kemiskinan, bebas pasung bagi penderita gangguan jiwa serta upaya pengendalian penduduk di Kabupaten Kebumen. Salah satu upayanya dengan memberikan fasilitas kepada warga miskin agar dapat hidup layak, baik pemberian asuransi kesehatan gratis serta bantuan lainnya.




Menurut bupati, kebiasaan merokok yang umumnya dilakukan warga miskin menjadi salah satu penyebab kemiskinan di Kabupaten Kebumen. Untuk itu, Pemkab Kebumen telah menerbitkan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR). "Diharapkan melalui perda ini masyarakat perokok berkurang dan dapat hidup sehat juga sejahtera," tegasnya.

Terkait ODGJ, pada tahun ini Pemkab Kebumen melakukan sejumlah program terkait bebas pasung bagi penderita gangguan jiwa. Yang pendanaannya menggunakan berbagai bantuan diluar anggaran pemerintah seperti CSR.

Ia menambahkan, pada tahun depan Pemkab Kebumen akan tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan pengendalian penduduk. Sedangkan, untuk penanganan ODGJ, pihaknya akan mengefektifkan Gedung bekas RSUD lama menjadi shelter bagi ODGJ sebelum pasien benar-benar dinyatakan sembuh untuk bisa kembali ke masyarakat.

Sementara itu, Saratri mengatakan, Kebumen punya potensi sumber daya alam yang bisa dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Seperti potensi wisata dan kuliner. Kedua jenis potensi itu, jika bisa dimanfaatkan optimal, masyarakat dengan tingkat pendidikan yang rendah bisa meningkat kesejahteraanya. Beberapa desa menjadi desa wisata, dengan rata-rata pendidikan tidak tinggi, ternyata ekonominya bisa maju, dengan kreatifitas wisata dan kulinernya.

Pemberian bantuan sosial yang telah berjalan selama ini tidak menjadikan masalah kemiskinan di Kebumen teratasi. Masyarakat miskin butuh pemberdayaan ekonomi.

Potensi ekonomi yang ada di Kebumen bisa dijadikan modal pemberdayaan warga miskin meningkatkan pendapatanya. Dengan demikian mereka menjadi pelaku usaha kecil mikro.(*)


 | Editor : bk01/mat | Ref : BK-Bernas-Ekspres


Satu Pemancing Korban Hanyut di Pantai Karangbolong Ditemukan Meninggal Dunia

Jenazah Jabarudin Sadewa dibawa Tim SAR ke rumah duka, Sabtu (2/12/2017). (Foto: Sudy Sylva/fb:BERITA KEBUMEN)




BUAYAN (www.beritakebumen.info) - Tim SAR berhasil menemukan Jabarudin Sadewa (25) warga Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kebumen, salah satu korban hanyut saat memancing di Pantai Karang Bolong, Kecamatan Buayan, Kebumen, dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan di area Pantai Karan Bbolong, Kebumen, Sabtu (2/12/17) pukul 17.00 WIB. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka.

Jabarudin merupakan satu dari 4 pemancing yang terhempas ombak pantai Karang Bolong. Saat itu mereka memancing di area karang pantai pada hari Kamis (30/11/2017) dan memutuskan berhenti pada Jumat (1/12/2017) pagi saat mengetahui tempat mereka memancing terendam air. Namun saat hendak menepi, mereka tersapu dan terseret ombak.

Dua orang hanyut terbawa ombak yakni Riki Asmari (31) Warga Tambak Mulya RT 03 RW 01 Kecamatan Puring, Kebumen yang masih dalam pencarian dan Jabarudin Sadewa (25) Warga Tambakmulya RT 03 RW 02 Kecamatan Puring, Kebumen. Beruntung dua pemancing lain, Suparja (kakak kandung Riki) dan Junaedi (adik kandung Riki) mampu berenang melawan ombak hingga selamat menepi.

"Operasi SAR gabungan masih kami lanjutkan untuk pencarian Riki Asmari (31 th). Untuk cuaca berawan dengan ketinggian ombak berkisar antara 2 hingga 4 meter," papar Mulwahyono, Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap. (*)




 Editor : bk01/mat | Sumber : bpbd-detik

Menjadi Pemakalah Termuda, Mahasiswa Asal Kebumen Ini Punya Segudang Prestasi

Wisnu Pratama Iryanto (Foto: Dokumentasi Pribadi)




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Mahasiswa asal Kebumen, Wisnu Pratama Iryanto, menjadi pemakalah termuda pada Konferensi Nasional Klaster dan Hilirisasi Riset Berkelanjutan III Tahun 2017 yang diselenggarakan LPPM Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat bekerjasama dengan Risetdikti, 20 – 25 November 2017.

Mayoritas pemakalah pada kegiatan tersebut berasal dari kalangan dosen. Keberanian pemuda 19 tahun memaparkan hasil risetnya diantara para dosen pun mendapat apresiasi dari ketua pelaksana konferensi, Elita Amrina, phD.

” Wisnu merupakan pemakalah termuda di konferensi ini, mayoritas pemakalah memang dari dosen. Akan tetapi, saudara Wisnu berani memaparkan hasil riset dengan para dosen. Ini yang patut diberi jempol.” ujar Elita Amrina, phD

Wisnu merupakan mahasiswa semester 3 di Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH Unnes) yang merupakan pemuda asal Desa Pekunden Kecamatan Kutowinangun, Kebumen. Saat ini, ia sedang mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (Permata) Kemenristekdikti sampai Januari 2018.

Pada kesempatan ini, riset yang Wisnu presentasikan ialah hasil penelitiannya terkait dana desa. Menurut risetnya, dana desa yang dialokasikan setiap tahun oleh Pemerintah kurang diimplementasikan sesuai proporsi yang diamanatkan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Desa hanya menggunakan dana desa untuk infrastuktur dan mengesampingkan kemasyarakatan, pemerintah, dan pemberdayaan.

Rencananya, naskah konferensi dengan tema “Hasil Riset untuk Pembangunan, Khasanah Ipteks, dan Reputasi Perguruan Tinggi” akan dipublikasikan di jurnal tahunan LPPM Universitas Andalas Padang.

Menurut Wisnu, produktivitas mahasiswa di bidang penelitian sangat penting untuk mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.




Prestasi membanggakan yang diraih Wisnu tak hanya itu saja. Usut punya usut, anak pertama dari 3 bersaudara ini rupanya punya segudang prestasi. Meski bukan berasal dari keluarga dengan ekonomi yang mapan, Wisnu nyatanya mampu berprestasi berkat keseriusannya dalam berjuang. Ayahnya, Maryoto, bekerja sebagai room boy di salah satu hotel di Semarang sedangkan ibunya sehari-hari berjualan ikan asin di Pasar Jatisari, Kebumen.

Pada Maret 2017, Wisnu didapuk menjadi Mahasiswa Berprestasi 3 FH Unnes sekaligus mapres termuda di Unnes (semester 2). Seminggu kemudian, ia menjadi pemakalah di internasional conference Iscombus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Selanjutnya, April 2017, ia kembali mendapatkan kesempatan menjadi pemakalah internasional conference Clinical Legal Education FH Unnes bersama pemakalah lain dari 5 negara.

Di bulan Mei, Wisnu mewakili kampus untuk mengikuti lomba presentasi karya ilmiah di Universitas Mulawarman, Samarinda Kalimantan Timur. Ia dan dua rekan setim mendapatkan Juara 2 Se-Indonesia. Oktober lalu, ia pun menyabet gelar Juara 1 Debat Nasional di Universitas Sriwijaya, Palembang Sumatera Selatan.

Yang terbaru, Wisnu menyabet Best Presentation pada lomba presentasi karya ilmiah nasional di Universitas Muhammadiyah Makassar, Oktober lalu.

Wisnu yang juga merupakan Duta Wisata Kabupaten Kebumen 2017 itu memang dikenal sebagai pembicara untuk motivation training dan pelatihan public speaking yang andal. (*)


Reporter : Wisnu | Editor : BK01/mat | Ref : ekspres

Yuk, Ikuti Lomba Krenova 2018

KEBUMEN ( www.beritakebumen.info ) - Bappeda Kabupaten Kebumen kembali mengadakan lomba kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) tahun...