Selasa, 13 Februari 2018

Rusak Parah, Jalan Podourip Ditimbun Batu dan Tanah

Kondisi ambles pada lubang jalan yang ditimbun batu belah dan tanah liat di ruas jalan Desa Podourip Petanahan Kebumen. (Foto: Dasih/krjogja.com)
PETANAHAN (www.beritakebumen.info) - Pasca digunakan sebagai jalur alternatif saat masa mudik dan balik Lebaran 2017, kemudian ditambah dengan seringnya terguyur hujan deras sepanjang musim penghujan, kerusakan ringan di ruas jalan sepanjang 500 meter di Desa Podourip Kecamatan Petanahan Kebumen akhirnya bertambah parah.

Selain kondisi badan jalan yang bergelombang, juga banyak lubang-lubang lebar berkedalaman 20 sentimeter sampai 25 sentimeter di hampir semua bagian jalan. Mengingat ruas jalan tersebut merupakan penghubung jalur utama Kebumen di pertigaan Guyangan Purwodeso Kecamatan Sruweng Kebumen menuju Jalan Daendels di Desa/Kecamatan Petanahan Kebumen, Pemkab Kebumen pun melakukan penanganan darurat sejak minggu kedua Februari 2018.

Penanganan darurat tersebut berupa penimbunan dengan batu-batu belah dan tanah liat pada lubang-lubang jalan, Campuran batu belah dengan tanah liat tersebut kemudian diratakan dan dipadatkan. Kendati bersifat darurat, namun diharapkan upaya tersebut bisa menekan tingkat kesulitan dan kerawanan bagi pengguna jalan.

" Penanganan darurat dilakukan karena hingga saat ini kami belum bisa memastikan kapan rehab jalan tersebut dilakukan. Pasalnya, kami belum bisa menjadwalkan waktu lelang proyek rehabnya," ujar Kabag Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi MT, di ruang kerjanya, Selasa (13/02/2018).

Kendati cukup efektif menekan tingkat kerawanan bagi pengguna jalan, namun berselang dua hari sejak penimbunan, kondisi di sejumlah titik justru terlihat ambles akibat tak kuat menahan beban kendaraan besar yang melintas di bagian tersebut. (Dwi)


| Sumber : krjogja.com

Foto: Adi Hariyono, Pujakesuma Berdarah Kebumen

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pujakesuma, istilah ini mungkin asing bagi sebagian masyarakat terlebih untuk generasi jaman now. Namun bagi orang yang lahir tahun 80an, istilah ini lebih dikenal.

Pujakesuma adalah akronim dari Putra Jawa Kelahiran Sumatera. Yakni, sebutan bagi orang Sumatera yang memiliki darah Jawa dari orang tua atau para pendahulunya.

Berita Kebumen mengutip kabar dari beritagar.id, Rabu (14/2/2018), salah satu potret Pujakesuma yang memiliki garis keturunan dari Banjur Mukadan, Buluspesantren, Kebumen.

Adi Hariyono, Pujakesuma berdarah Kebumen. (Foto: Andri Ginting / beritagar.id)




Ia adalah Adi Hariyono, seorang pengusaha percetakan yang lahir di Medan. Ketika pertama kali mengunjungi kampung halaman, ia memperoleh kenangan yang tak terlupakan. Di Banjur Mukadan, Kebumen, Jawa Tengah, ia menemukan akar keluarga besarnya.

Karena belum saling mengenal, ia pun sempat tidak diakui sebagai bagian dari keluarga besar. Di depan pusara kakeknya yang kerap ia dengar, akhirnya Adi memperoleh pengakuan dan hingga kini jalinan silaturahmi itu tetap terjaga.

Semoga, ini menjadi pengingat bagi kita agar tidak melupakan leluhur dan tanah kelahiran. Lebih penting lagi, di manapun kita berada, di Indonesia yang beragam suku dan budaya ini, kita tetap hidup rukun dan damai serta menjaga kebhinekaan.


| Editor : bk01 | Sumber : beritagar.id

Anggota DPRD Kebumen, Dian Lestari, Ditahan KPK Usai Diperiksa

Anggota Komisi A DPRD Kebumen, Dian Lestari, nampak lesu saat keluar gedung KPK mengenakan rompi tahanan berwarna oranye. (Foto: detik.com)



KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menahan anggota Komisi A DPRD Kebumen Dian Lestari Pertiwi Subekti, Selasa (13/2/2018). Penahanan dilakukan langsung oleh KPK seusai pemeriksaan Dian sebagai tersangka dugaan suap terkait anggaran proyek di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kebumen dalam APBD tahun anggaran 2016.

Dian nampak lesu saat keluar dari gedung KPK sekitar pukul 17.10 WIB dengan mengenakan rompi oranye.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Dian akan ditahan di Rumah Tahanan KPK selama 20 hari pertama. "Tersangka DL (Dian Lestari) ditahan di Rutan KPK untuk 20 hari pertama," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa sore.

Anggota Komisi A DPRD Kebumen itu diduga menerima suap proyek ijon Dinas Dikpora Kebumen tahun anggaran 2016 bersama pegawai negeri sipil di Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen Sigit Widodo, mantan Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudhi Tri dan Sekretaris Daerah Kebumen Adi Pandoyo.

Mereka diduga menerima suap dari Komisaris PT OSMA Group, Hartoyo serta Basikun Suwandi alias Petruk terkait dengan proyek Rp4,8 miliar untuk pengadaan buku, alat peraga dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kebumen.

Dalam kasus ini, Dian diduga menerima uang Rp60 juta dari Basikun.

Dian yang juga politikus PDIP itu disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 30/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam pengembangan kasus ini, KPK juga menetapkan Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad sebagai tersangka suap pengadaan barang dan jasa dari APBD tahun anggaran 2016. Yahya diduga menerima jatah dari sejumlah proyek di Kabupaten Kebumen sekitar Rp2,3 miliar.

Jatah untuk Yahya diambil dalam proyek yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) infrastruktur APBN 2016 sejumlah Rp100 miliar. Dari masing-masing proyek disepakati jatah untuk Yahya sekitar 5 sampai 7 persen.

Selain sebagai tersangka suap, Yahya juga dijerat sebagai tersangka penerima gratifikasi.


| Sumber : cnnindonesia.com

Senin, 12 Februari 2018

Ribuan GTT dan PTT Gelar Aksi Damai Meminta Pengakuan

Ribuan GTT/PTT gelar orasi di depan Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Senin (12/2/2018). (Foto: Rahmat)




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Ribuan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari berbagai penjuru kecamatan berkumpul di depan Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Senin (12/2/2018) pagi. Mereka berorasi menyuarakan keinginan mereka agar mendapat pengakuan atau SK Penetapan dari Bupati dan Gubernur.

Aksi damai ini dimulai dengan jalan kaki dari Jalan HM Sarbini Kebumen menuju ke Jalan Veteran dengan membawa spanduk aspirasi bertuliskan tuntutan, keluh kesah dan gambaran nasib BTT/PTT saat ini. Selanjutnya memutari alun-alun dan sebagaian melakukan salat dhuha di Masjid Agung Kauman Kebumen.

Mereka meminta Bupati Kebumen dan Gubernur Jawa Tengah menerapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 tahun 2017 tentang guru, dengan cara mengakui GTT sebagai tenaga honorer. Juga Permendikbud Nomor 26 Tahun 2017 sebagai media penyelesaian masalah GTT/PTT.

"Kami mendesak Bupati Kebumen dan Gubernur memberikan SK terhadap GTT/PTT," ujar Ketua FK GTT/PTT, Amed Zuhri.

Teatrikal yang menggambarkan perjuangan GTT/PTT dalam meraih SK. (Foto: Rahmat)





Orasi di depan Pendopo Bupati juga diwarnai dengan aksi teatrikal yang menggambarkan nasib tragis GTT/PTT yang begitu sulitnya mendapat SK.

Ketua PGRI Kabupaten Kebumen, Tukijan berharap agar permasalahan yang dialami GTT/PTT segera terselesaikan. Ia juga berharap agar mulai saat ini tidak ada lagi istilah GTT/PTT, tetapi setara dengan guru lainnya.
Lihat videonya berikut.


Reporter : bk/mat

Siswi SMK Muhammadiyah Kutowinangun Wakili Jawa Tengah pada Lomba PPKJ Tingkat Nasional

Attin Al Fieyani Lathifah, Siswi SMK Muhammadiyah Kutowinangun, penggagas Helem Inovasi Security System mendapat pendampingan Dishub Kebumen. (Foto: Ayis N Winata)




KUTOWINANGUN (www.beritakebumen.info) - Siswi SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Attin Al Fieyani Lathifah, akan mewakili Jawa Tengah pada lomba Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan (PPKJ) Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan di Bogor pada 26 Februari 2018 sampai 02 Maret 2018 mendatang.

Ia terpilih berkat Helem Inovasi Security System yang ia gagas bersama Dimas Teguh Kurniawan, rekan sekelas di Program Keahlian Ototronik SMK Muhammadiyah Kutowinangun masuk dalam kategori inovasi terbaik lomba PPKJ tingat Provinsi Jawa Tengah yang digelar pada Senin hingga Rabu, (17-19/07/2017) lalu di Semarang.

Kabid Keselamatan Transportasi Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kebumen, Wikan Tris Julianto, S. Sos dampingi siswi SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Attin Al Fieyani Lathifah persiapkan lomba Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan (PPKJ) tingkat Nasional pada Selasa, (30/01/2018).

Attin Al Fieyani Lathifah, Siswi SMK Muhammadiyah Kutowinangun, penggagas Helem Inovasi Security System mendapat pendampingan Dishub Kebumen. (Foto: Ayis N Winata)
Bermodal materi yang didapatkan saat pembelajaran pada Program Keahlian Ototronik SMK Muhammadiyah Kutowinangun ia terapkan untuk menggagas teknologi baru Inovasi Helem Scurity System.

“Menggunakan helem merupakan kewajiban saat berkendara, namun sayangnya tidak sedikit dari pengendara tidak menggunakan helem ketika berkendara. Oleh karena itu saya terinspirasi untuk menciptakan Inovasi Helem Scurity System, dimana prinsip kerjanya motor tidak akan hidup jika helem tidak digunakan. Selain itu pun jika digunakan lebih dari jarak satu meter motor akan mati secara otomatis”, ujar Atin.




Kabid Keselamatan Transportasi Jalan Dishub Kebumen, Wikan Tris Julianto sangat mengapresiasi akan inovasi yang mereka ciptakan.

“Memvariasikan motor dengan helem, disertai sensor sentuh sebagai alat keamanan dan keselamatan pengendara merupakan teknologi yang sangat bagus dan dibutuhkan untuk menunjang keamanan dan keselamatan pengendara”, katanya saat berkunjung ke SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Selasa, (30/01/2018).

Kedatangannya ke SMK Muhammadiyah Kutowinangun dalam rangka melakukan koordinasi dengan guru pembimbing Dra. Retno Dewanti dan Faturohman, ST yang akan berangkat ke Semarang membahas persiapan lomba PPKJ Tinggkat Nasional mendatang.

“Saya berharap Inovasi Helem Scurity System karya Atin ini bisa meraih peringkat terbaik pada
lomba PPKJ Tingkat Nasional mendatang”, imbuhnya. (Yis)


Reporter : Ayis N Winata | Editor: bk01/mat

Lowongan Kerja di CV Srikandi Makmur Sejahtera (Kecap Kentjana)





LOWONGAN KERJA KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - CV Srikandi Makmur Sejahtera, perusahaan yang memproduksi Kecap Kentjana, saat ini membuka
lowongan pekerjaan untuk posisi:

1. SUPERVISOR PRODUKSI (Kode: SPV PRD)
2. PEMASAKAN (Kode: MSK)

Persyaratan Umum:
- Pria/Wanita (1)
- Pria (2)
- Mampu bekerja dengan baik di bawah tekanan (1&2)
- Mampu bekerja secara individu maupun tim (1&2)

Persyaratan Khusus:
- Pendidikan minimal S1, diutamakan jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Teknik Industri
dan Teknik Kimia (1)
- Pendidikan minimal SMP sederajat (2)
- Pengalaman minimal 2 tahun di bidang industri, khususnya produksi pangan (1)
- Dapat membuat laporan di bidangnya (1)
- Memiliki leadership yang baik (1)
- Mahir mengoperasikan program Microsoft Office, terutama Excel dan Word (1)
- Fisik kuat untuk angkat bahan baku pemasakan produk (2)
- Memiliki kemampuan komunikasi dan interpersonal yang baik (1&2)
- Memiliki attitude yang baik (1&2)

Kirim surat lamaran lengkap ke:
Up. Bagian HRD
CV Srikandi Makmur Sejahtera
(d.h. Perusahaan Kecap Kentjana)
Jalan H. M. Sarbini no. 88C
Kebumen 54316

(cantumkan kode pada amplop lamaran)

Atau email ke:
hrd@kentjana.co.id

Format Subject: Rekrutmen_Kode Posisi_Nama Lengkap
(Contoh: Rekrutmen_SPV PRD_Budi Kusuma)

Hanya kandidat yang memenuhi syarat yang akan kami proses





32 TKI Asal Kebumen Ditahan Petugas Imigrasi Malaysia, Ini Penyebabnya





KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Sebanyak 73 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Tengah ditahan petugas imigras Malaysia. 32 orang diantaranya merupakan buruh migran asal Kebumen.

Penahanan terjadi bukan karena legalitas para tenaga kerja yang berasal dari Purworejo, Kebumen, dan Klaten tersebut, melainkan karena penempatan kerja yang tidak sesuai.

"Secara legalitas, mereka itu tidak salah. Cuma mereka seharusnya ditempatkan di Selangor, bukan di Malaka. Sementara mereka masih ditahan di imigrasi Malaka," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jateng, Wika Bintang, Senin (12/2/2018).

Kasus ini telah dilaporkan ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan kini utusan Kemenlu telah menuju Malaysia guna meluruskan kasus tersebut.

Lebih lanjut, selain dari Indonesia, tenaga kerja yang ditahan kantor Imigrasi Malaysia berasal dari India, Myanmar, dan Bangladesh dengan total 227 orang.

Keluarga Minta Pertanggungjawaban PJTKI




Sementara itu, keluarga TKI di Kebumen berharap agar Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Dian Yoga Perdana selaku penyalur bertanggung jawab. Mereka meminta supaya keluarga mereka segera dipulangkan sehingga dapat berkumpul lagi dengan keluarga.

PT Dian Yoga Perdana mengaku siap bertanggung jawab atas kejadian ini. Hal itu disampaikan langsung Direktur Umum PT Dian Yogya Perdana H Darsum saat dihubungi via phone di Kantor Cabang Kebumen yakni di Desa Depokrejo Kebumen, Sabtu (10/2/2018) lalu, oleh para awak media.

“Kami telah mendatangi Kantor Imigrasi dan berkoordinasi dengan Kedutaan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Permasalahannya karena ada aturan baru yang belum tersosialisasi sehingga ada miss," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Cabang PT Dian Yogya Perdana Kebumen Romelan menjelaskan, total TKI yang ditahan sebanyak 103 orang. Dari jumlah tersebut 73 orang diantaranya berasal dari perusahaannya.

Sementara dari total 73 orang terdiri dari 37 warga Purworejo, 35 warga Kebumen dan satu orang asal dari Klaten. Namun terdapat pula tiga orang warga Kebumen berangkat melalui Kantor Cabang Purworejo. "Kami kemarin sudah kesana dan melihat langsung konsisi para TKI. Bisa dipastikan mereka dalam kondisinya baik. Semoga permasalahan ini dapat segera selesai,” katanya.

Pihaknya berharap, keluarga para TKI dapat tenang, sebab PT Dian akan menyelesaikan kemelut persoalan tersebut. Jika pihak keluarga memerlukan infomasi dapat langsung mendatangi PT, sehinga semua dapat jelas. “Kika memerlukan informasi maka datang saja kesini," jelasnya.


Editor : bk01 | Sumber: Merdeka.com, Kebumen Ekspres

Yuk, Ikuti Lomba Krenova 2018

KEBUMEN ( www.beritakebumen.info ) - Bappeda Kabupaten Kebumen kembali mengadakan lomba kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) tahun...